
“Kamu gak nanya.” Jawab Momo singkat.
Jawaban Momo benar-benar membuat Cessa kesal namun tidak bisa berbuat apa-apa karena itulah Momo, dia tidak akan menjelaskan apapun jika tidak ditanya.
“Memang dasar ice queen. Kapan traktirnya nih?” Tanya Cessa semangat. Dia sudah menenangkan dirinya dari berbagai perasaan yang dirasanya setelah baru saja syok dengan fakta yang dirinya dengar.
“Gak tahu.” Jawab Momo.
“Yo, traktirlah.” Rayu Kevin pada Cleo. Ini adalah kesempatannya untuk memeras uang Cleo, dan sahabatnya itu tidak akan mempermasalahkan hal itu karena sedang berbahagia.
“Atur waktunya.” Kata Cleo pada akhirnya. Dia sudah tahu pasti bagaimana akhirnya dengan uangnya jika Kevin sudah mengeluarkan kata traktir, namun mau bagaimana lagi, itu sudah menjadi kebiasaan mereka sejak sekolah dulu, dan terbawa sampai sekarang. Memang, kebiasaan adalah sesuatu yang tidak bisa dirubah semudah membalikan telapak tangan.
“Widih, siap bos. Jangan nyesal nanti, haha.” Kata Kevin semangat. Dia sudah membayangkan berbagai macam skenario di kepalanya.
“Sa, bantu kakak nanti.” Ajak Kevin pada Cessa.
“Siap kak, Cessa yang cantik nan jelita tiada tara bagai dewi yang turun dari khayangan ini siap membantu dua puluh empat jam dalam tujuh hari. Kapanpun Kak Kevin butuh bantuan, Cessa akan datang untuk membantu dengan hati lapang dan senang riang gembira.” Jawab Cessa penuh semangat. Dia sendiri juga sudah membayangkan berbagai macam rencana dan skenario menarik di kepalanya.
“Jatuh dari got lebih tepatnya.” Balas Kevin sinis karena merasa risih dengan kenarsisan Cessa yang bahkan melebihi dirinya dan Mang Udin supir pribadi Momo. Namun dia tidak merasa terganggu dan malah merasa Cessa gadis yang unik dan menarik dengan segala keceriaannya.
Momo sudah terbiasa dengan kenarsisan tingkat dewa dari Cessa sehingga hanya tersenyum pada sahabatnya yang sudah pasti sedang merencanakan berbagai macam hal di kepala kecilnya itu. Cleo juga tidak terganggu dengan itu dan hanya menatap pada Momo.
Gerald yang sedari tadi terdiam dan terpaku akhirnya tersadar dan ingin segera meninggalkan tempat itu untuk meredam perasaan sakitnya saat ini. Dia tidak ingin percaya pada awalnya, namun setelah ditambah dengan jawaban singkat dari Momo, dia sudah tidak bisa lagi membohongi dirinya dan terpaksa mengakui kebenaran ini.
Apakah dia harus menyerah sekarang? Entahlah, dia tidak bisa memikirkan apapun lagi untuk saat ini.
“Momo, Cessa, aku balik duluan.” Pamit Gerald.
“Oh, udah mau balik? Baru juga gabung padahal. Ya udah, hati-hati ya.” Balas Cessa.
“Hati-hati bro.” Kata Kevin.
__ADS_1
Gerald pergi dengan membawa sakit hatinya, dia benar-benar merasa terpukul malam ini. Padahal tadinya dia sangat percaya diri akan berhasil mendekati Momo, namun sekarang dia harus mengubur dalam-dalam keinginan dan perasaannya pada gadis yang berhasil membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya bahkan di pandangan pertamanya. Huh, baru saja dia merasakan perasaan berbunga-bunga dan sudah membayangkan berbagai macam skenario yang membahagiakan, namun sekarang dia harus terpaksa mengubur semua pikiran dan hayalan-khayalan indahnya tentang hubungannya bersama Momo. Semuanya terasa sangat menyesakkan dan mengecewakan. Dia pasti membutuhkan waktu yang lama untuk mengobati luka hatinya saat ini. Dia bahkan tidak tahu apakah masih bisa mencintai atau jatuh cinta pada gadis lain selain Momo, karena Momo benar-benar sudah menempati hatinya secara menyeluruh. Seharusnya dia sudah menebak sejak awal, gadis secantik dan semenarik Momo mana mungkin tidak memiliki pendamping, namun dia benar-benar bodoh menyimpulkan semuanya secara sepihak berdasarkan firasat yang sama sekali tidak berdasar dan benar. Padahal sebenarnya firasatnya tidak salah, karena awalnya Momo memang masih sendiri dan tidak terikat oleh sebuah hubungan, namun sekarang sudah pasti berbeda. Dia akan lebih menyesal lagi tentunya jika mengetahui fakta ini.
Sedangkan Momo hanya tersenyum tipis sambil menganggukan kepalanya. Cleo tidak memberikan reaksi apapun karena sudah tidak menyukai Gerald. Dan pria itu pun akhirnya pergi meninggalkan mereka dengan perasaan sakit yang mendalam akibat patah hati, entah apa yang akan dilakukannya nanti, hanya dia yang tahu pada akhirnya.
“Wah, patah hati si Gerald.” Kata Cessa setelah Gerald hilang dari pandangan mereka.
“Emang dia suka sama Momo?” Tanya Kevin penasaran.
“Kak Kevin bego apa gimana? Gak bisa baca situasi, tadi jelas-jelas dia lagi deketin Momo, walaupun gatot alias gagal total. Kasian banget.” Jawab Cessa yang meremehkan tingkat kepekaan Kevin.
“Buset, aku gak bego Sa, cuman memastikan aja. Itu mulut lemes amat mbak, perlu dikasih keju sepertinya.” Sinis Kevin.
Blekk.
Ejek Cessa tidak peduli dengan ucapan Kevin. Yah, begitulah mereka berdua jika disatukan, bagaikan minyak dan air yang tidak bisa menyatu, hanya akan ada pertengkaran jika keduanya sudah mulai mengejek satu sama lain.
“Iya gak bego, dungu aja.” Ejek Cessa lagi yang sepertinya belum puas menggoda Kevin.
“Dih, kamu yang dungu. Enak aja ngata-ngatain orang.” Balas Kevin tidak terima dengan ejekan Cessa.
Momo dan Cleo hanya menatap bergantian pada kedua sejoli yang sedang saling mengejek satu sama lain itu, mereka tidak berani menghentikan pertengkaran keduanya, lagipula itu bukan pertengkaran serius, itu hanya kebiasaan jika keduanya sudah memulai perang satu sama lain.
Cleo hanya memijit pelipisnya melihat Kevin yang sangat tidak ingin mengalah, sama dengan Momo yang hanya menghela napas panjang melihat tingkah kekanak-kanakan sahabatnya. Mereka sangat-sangat tidak cocok pikir keduanya.
Melihat sikap Kevin, Cleo jadi sadar alasan sahabatnya itu masih menjoblo hingga sekarang. Selain karena belum ada gadis yang bisa meluluhkan hatinya, dia sangat tidak peka untuk ukuran seorang pria yang sudah dewasa. Ditambah lagi, sahabatnya itu terlalu serius dalam pekerjaan dan sangat mengabdi padanya dan perusahaan
sehingga tidak pernah memikirkan untuk memiliki pasangan atau hubungan asmara yang merepotkan. Cleo sangat menyayangkan sikap sahabatnya itu. Namun dia tidak mempermasalahkan itu dan tidak berniat ikut campur pada urusan pribadi Kevin, dia hanya akan mendukung apapun yang dilakukan sahabat sekaligus asistennya itu.
Acara makan malam itu berakhir dengan perdamaina Kevin dan Cessa yang akhirnya terpaksa berdamai karena mereka harus memikirkan rencana bersama untuk menguras dompet Cleo sebagai perayaan resminya hubungan Cleo dan Momo yang saat ini sudah resmi menjadi pasangan kekasih alias berpacaran.
Setelah berpamitan, Kevin lalu mengantar Cessa kembali ke rumahnya sebelum akhirnya dirinya juga pulang ke apartemennya. Sama dengan Cleo yang terlebih dahulu mengantar Momo ke rumahnya lalu kembali ke apartemennya.
__ADS_1
Keesokan harinya, kabar hubungan keduanya pun beredar dan diketahui semua orang karena mulut licin Cessa dan Kevin yang sengaja mengupload momen kebersamaan Cleo dan Momo ke sosial media keduanya dengan caption pasangan baru, dan berbagai kalimat romantis lainnya. Dan tentu saja, postingan keduanya menghebohkan dan bahkan dilihat oleh orangtua Cleo dan Momo.
Semua orang sangat bahagia mengetahui berita itu, mereka tentu saja terkejut namun lebih ke perasaan bahagia karena keduanya akhirnya bersatu dalam hubungan yang lebih serius. Semua orang mendoakan dan mendukung hubungan keduanya.
"Wah, congrats buat kalian berdua, langgeng terus dan bahagia selalu." Komentar orang-orang pada postingan Cessa dan Kevin.
"Akhirnya pasangan surgaku bersatu. Bahagia selalu kakak berdua, cepet-cepet nikah biar kita dapat ponakan lucu." Komentar yang lain
.
"Langgeng selalu berdua, akhirnya setelah bertahun-tahun penantian tuan muda Cleo, sekarang sudah bisa bersama gadis impiannya, hehe." Komentar yang lainnya lagi.
Untuk saat ini, hubungan Cleo dan Momo sudah diketahui oleh keluarga dan orang-orang terdekat mereka. Publik dan media belum mengetahui fakta membahagiakan namun juga menyedihkan untuk beberapa pihak ini, karena Kevin dan Cessa tentu saja membatasi siapa saja yang boleh melihat postingan keduanya, alias sudah memprivat berita tersebut.
Orang-orang yang mengetahui hubungan Momo dan Cessa dari dulu, dan bagaimana Cleo berjuang selama tidak ada sosok penyemangatnya sangat bahagia dan ikut merayakan momen bahagia ini dengan cara mereka masing-masing. Mereka juga berharap yang terbaik untuk keduanya, dan ingin keduanya untu cepat-cepat melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi.
Momo dan Cleo juga tidak mempermasalahkan tindakan kedua orang itu, karena menurut mereka tidak ada yang perlu disembunyikan dari hubungan keduanya, sehingga mereka membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Orangtua keduanya juga memberi selamat dan dukungan pada keduanya, sehingga mereka bisa tenang dan ikut bahagia bersama yang lain.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai
bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
.
Salam hangat Author receh.. hehe
__ADS_1
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.