Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Makan Malam


__ADS_3

Jam enam sore, Momo akhirnya bangun lebih dulu. Saat membuka matanya, pemandangan yang pertama kali masuk ke matanya adalah wajah tampan pria yang sudah resmi menjadi kekasihnya. Momo sedikit terkejut karena mereka berdua tidur di satu ranjang yang sama dengan posisi saling berpelukan, namun dia tidak terlalu terganggu


karena mereka tidak melakukan apapun. Lagipula dirinya dibungkus dengan selimut oleh Cleo, sedangkan pria itu tidur dengan posisi tubuhnya berada diluar selimut. Dia percaya Kokonya tidak akan melakukan apapun padanya sebelum mereka resmi menikah.


Momo tersenyum sambil mengelus lembut wajah tampan di depannya saat ini. Membelai alisnya yang tajam, turun ke hidungnya, lalu ke bibirnya yang seksi. Momo benar-benar menikmati indahnya ciptaan Tuhan itu.


“Udah puas natapnya?” Tanya Cleo yang ternyata sudah bangun karena sentuhan lembut Momo.


Momo terkejut dan tangannya menjadi kaku. Sedangkan Cleo yang mulai membuka matanya perlahan, langsung mengambil tangan mungil di pipinya untuk dikecup lembut.


“Selamat sore sayang.” Kata Cleo.


Momo masih dalam kondisi terkejut sehingga hanya terdiam. Dia bahkan tidak bisa menggerakan tubuhnya karena merasa kaku. Cleo yang merasakannya pun jadi merasa bersalah karena sudah mengejutkan gadis kesayangannya.


“Mau makan apa malam ini?” Tanya Cleo berusaha mengalihkan pikiran Momo dan menenangkan gadis itu.


Karena pertanyaan itu, Momo akhirnya menjadi lebih rileks. Rasanya dia ingin memukul pria di depannya karena sudah mengejutkannya. Momo menghela napas sebelum menjawab.


“Chinese food plus seafood di restoran hotel Papi Key.” Jawab Momo.


Cleo tersenyum lalu menganggukan kepalanya setuju. Dia senang karena Momo selalu mengatakan apa yang ingin dimakannya tanpa perlu memberinya teka-teki lebih dulu.


“Aku ajak Cessa boleh? Ada yang mau kita bicarain sekalian.” Tanya Momo.


“Boleh sayang. Kalau gitu Koko ajak Kevin juga biar temenmu gak sendirian nanti.” Jawab Cleo.


“Okedeh.” Kata Momo.


Setelah itu, barulah keduanya bangkit dari tempat tidur. Momo langsung mengambil ponselnya untuk menelepon Cessa, sedangkan Cleo hanya mengirim pesan pada Kevin.


 “Halo, Moy.” Sapa Cessa setelah menjawab panggilan telepon sahabatnya.


“Ce, makan malam bareng. Nanti aku kirim alamatnya.” Kata Momo langsung pada intinya.


“Elah, to the point amat sih mbanya, basa basi dulu kek. Okedeh, bareng siapa aja btw?” Tanya Cessa.


“Koko sama Kak Kevin.” Jawab Momo.


“Okedeh siap bebikuu.” Kata Cessa.


Lalu panggilan telepon mereka diputuskan oleh Momo seperti biasanya. Cessa hanya menghela napas pasrah karena kebiasaan buruk sahabatnya itu. Padalah masih ada hal yang ingin dia tanyakan tadinya.


“Dahlah, emang dasar ice queen, udah gak tertolong cueknya.” Keluhnya.

__ADS_1


Setelah menelepon Cessa, Momo langsung mengirimkan alamat restoran hotel pada sahabatnya. Momo lalu keluar dari kamar sambil menunggu Cleo membersihkan dirinya sebelum mengantarnya pulang. Momo berjalan menuju dapur untuk minum air karena merasa haus, lalu kembali ke ruang tengah untuk menunggu Kokonya selesai bersiap-siap.


Lima belas menit kemudian, Cleo keluar dari kamar dengan pakaian rapi karena setelah mengantar Momo pulang dan bersiap, mereka akan langsung menuju restoran tempat mereka akan makan malam bersama.


“Ayo sayang.” Ajak Cleo lalu menggandeng tangan Momo.


Momo sudah terbiasa dengan ketampanan dan pesona prianya sehingga dia biasa saja ketika melihatnya, hanya sedikit mengagumi Kokonya yang tidak pernah terlihat buruk. Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan, sampai di tempat parkir barulah genggaman tangan itu terlepas. Cleo membukakan pintu mobil untuk kekasihnya,


lalu menyusul masuk ke kursi kemudi.


Lima belas menit kemudian, mereka tiba di kediaman Momo. Orangtua Momo belum kembali dari luar kota, sehingga Cleo hanya menyapa Mang Ujang dan Mbak Naya, lalu menunggu Momo bersiap-siap di ruang keluarga.


Tidak butuh waktu yang lama untuk Momo mandi dan bersiap-siap, hanya dua puluh menit saja dia sudah keluar dari kamar menuju ke ruang keluarga dengan penampilan rapi dan memukau seperti biasanya.


Cleo yang sudah mencium wangi parfum khas Momo langsung mengangkat kepalanya, dan seketika dirinya terpaku karena terpesona dengan betapa menawannya gadisnya. Momo mengenakan gaun biru malam selutut senada dengan warna celana yang dipakai Cleo, dan memakai high heels, yang semakin menambah keanggunan gadis mungil itu. Momo tidak menggunakan riasan tebal, namun tetap saja terlihat semakin menawan dengan riasan natural. Gadis itu jarang berdandan dengan feminim seperti ini, sehingga Cleo merasa sedikit tersanjung.


Cleo tidak berhenti memuji pesona gadisnya dalam hatinya. Ingin rasanya dia mengunci kekasihnya hanya untuknya tanpa membiarkan orang lain menatap pesona indah kekasihnya.


“Ayo berangkat Koko.” Ajak Momo.


“Hah, oh, iya, ayo.” Kata Cleo gagap.


Cleo langsung memeluk pinggang Momo dengan posesif, dan keduanya pun berjalan keluar dari kediaman Momo. Momo sudah memberitahukan Mbak Naya dirinya akan keluar bersama Cleo, sehingga mereka tidak perlu berpamitan lagi.


Sepasang kekasih itu lalu meninggalkan kediaman si gadis untuk menuju restoran tempat mereka akan melakukan acara makan malam bersama.


“Moy, sumpah kamu cantik banget banget banget.” Kata Cessa heboh karena terpesona dengan pesona Momo.


Bahkan Kevin juga sampai tidak bisa mengedipkan matanya karena kecantikan Momo. Terakhir dia melihat Momo berdandan adalah ketika gadis itu merayakan hari ulang tahunnya yang ketujuh belas. Auranya terasa berbeda dan makin mahal ketika berdandan seperti ini, dan betapa beruntungnya Cleo memiliki gadis sesempurna Momo


pikirnya.


Sedangkan Cleo yang sudah tidak tahan dengan tatapan memuja dari Kevin dan pengunjung pria lain yang berada di meja dekat mereka pun segera terbatuk.


Uhuk, uhuk.


Kevin langsung tersadar sambil menggarukan kepalanya yang tidak gatal untuk menghilangkan kecanggungan. Dia jadi merasa bersalah pada Cleo karena mengagumi gadis bosnya, namun jangan salahkan dirinya, itu adalah reaksi alami pria ketika melihat keindahan seperti Momo pikirnya.


Beda dengan Cleo yang risih dengan pandangan orang-orang lalu memberikan tatapan penuh peringatan kepada mereka dan berhasil membuat mereka takut dan tersadar, Momo tetap tenang dan santai sejak awal. Dia sudah terlalu terbiasa dengan tatapan-tatapan seperti itu, makanya dia tenang-tenang saja.


Tidak lama kemudian, sang koki datang untuk menyajikan langsung makanan yang akan menjadi menu makan malam mereka. Sambil makan, Cessa dan Kevin menikmati pertunjukan yang dibuat oleh sang koki sedangkan Cleo hanya melayani gadisnya sejak awal, dan Momo tentu saja menerima pelayanan Cleo dengan senang hati dan menikmati makan malamnya dengan tenang.


“Chef pesulap berkedok koki ya?” Tanya Cessa penasaran.

__ADS_1


“Hehe, saya koki nona, bukan pesulap, ini hanya kebiasaan di dapur yang terbawa saja.” Jawab koki itu rendah hati.


“Wah, keren banget chef, mantap.” Puji Cessa sambil memberikan dua jempol tangannya pada sang koki.


“Hehe, terima kasih nona. Silahkan menikmati hidangan restoran kami. Katakan saja jika ada yang ingin dibantu, saya selalu siap di samping.” Kata sang koki lalu berpindah ke samping meja seperti biasa.


Kevin juga memberikan jempol dan pujian pada sang koki karena makanan yang disediakan benar-benar enak. Dia dan Cessa terus menambah makanan mereka karena rasa enak tersebut, dan kebetulan mereka sangat suka makan, jadilah sang koki lebih banyak melayani keduanya dibandingkan tuan mudanya. Cleo sendiri yang tidak ingin dilayani, karena selagi dirinya bisa melakukan itu sendiri, dia akan melakukannya. Lagipula dia ingin melayani gadisnya dengan tangannya sendiri, makanya tidak meminta bantuan dari sang koki.


“Koko, mau itu.” Kata Momo sambil menunjuk pada salah satu piring berisi lobster, dia memang penyuka seafood.


“Iya sayang.” Jawab Cleo lalu mengambil piring itu, kemudian mengeluarkan dagingnya untuk dia berikan pada Momo.


Karena sibuk melayani Momo, Cleo jadi tidak banyak makan. Melihat itu, Momo akhirnya menyuapi Kokonya dan juga dirinya. Dan sudah pasti, Cleo dengan senang hati menerima suapan demi suapan yang diberikan Momo.


Pemandangan keduanya tidak menjadi perhatian Cessa dan Kevin, karena mereka berdua sudah teralihkan dengan berbagai makanan yang dihidangkan untuk dinikmati. Keduanya benar-benar puas memanjakan perut mereka.


Setelah kenyang dengan berbagai makanan yang disantap, Cleo memberi isyarat pada si koki untuk kembali karena mereka sudah selesai makan. Sisa-sisa piring mereka kemudian diangkat, lalu mereka disajikan lagi dengan berbagai minuman dan dessert sebagai pencuci mulut.


“Moy, mereka jadi datang besok?” Tanya Cessa pada Momo.


“Hm. Jam sebelas nyampe.” Jawab Momo.


“Oke, jemput aku ya Moy.” Kata Cessa.


“Hm.” Jawab Momo sambil menganggukan kepalanya.


Sedangkan Cleo dan Kevin sibuk membicakaran urusan pekerjaan yang tidak dimengerti oleh keduanya.


“Semua udah diatur sesuai pesananmu. Gak ada yang berani protes, termasuk Pak Eko.” Kata Kevin.


“Hm, baguslah.” Balas Cleo puas dengan kinerja kerja Kevin.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.


Para readers sekalian…


Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


Salam hangat Author receh.. hehe

__ADS_1


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2