
Selama perjalanan, Cleo terus memikirkan nama-nama yang memiliki kemungkinan dibalik penyerangan malam ini. Dua diantaranya adalah kandidat yang paling memungkinkan karena memang selalu mencari gara-gara dengan perusahaan Cleo. Dan yang menguatkan dugaan Cleo mengenai kedua orang itu adalah karena Cleo yang menolak kerjasama yang orang itu tawarkan, sedangkan satunya adalah karena berani menyelidiki dan ingin menyerang perusahaan milik Cleo diam-diam beberapa waktu lalu.
Setelah sampai di gedung apartemen mewah dimana seluruh unit di lantai penthousenya adalah milik Cleo dan gedung apartemen itu sendiri merupakan milik keluarga Grissham, Cleo segera menuju unitnya setelah meminta Kevin dan para bawahannya untuk kembali dan menyelidiki masalah ini di kediaman masing-masing. Kevin tidak tinggal di gedung apartemen yang sama dengan Cleo, sehingga dia diantar oleh Jabby ke apartemennya. Mereka semua kembali ke tempatnya masing-masing setelah bos besar mereka sudah masuk ke dalam lift pribadi gedung apartemen itu yang langsung menuju lantai dimana Cleo tinggal.
Begitu sampai di kamarnya, Cleo segera mengirim pesan pada Maminya bahwa dia tidak akan pulang ke rumah untuk sementara karena tinggal di apartemennya, lalu sang Mami membalasnya dengan mengatakan hal-hal seperti jangan sampai telat makan, tidur lebih awal, dan bentuk perhatian lainnya sehingga membuat Cleo tersenyum membaca balasan pesan dari Mami tercintanya, wanita yang selalu dilindunginya dan Papinya.
Cleo tidak memberitahukan masalah penyerangan tadi karena tidak ingin Maminya khawatir, sedangkan untuk Papinya pasti sudah mengetahui kabar ini dari orang-orang kepercayaannya sehingga Cleo hanya mengirim pesan agar sang Papi tidak perlu turun tangan membantunya karena dia masih bisa melakukannya sendiri dengan bantuan orang-orang kepercayaannya dan mencegah munculnya kecurigaan sang Mami. Sang Papi akhirnya hanya bisa menyetujui permintaannya dan berpesan agar selalu hati-hati dalam bertindak.
Cleo kemudian menelpon Momo untuk mengabari gadis kecilnya bahwa dia sudah sampai di apartemennya. Momo yang saat itu baru selesai membersihkan diri dan mengobati tangannya yang sedikit bengkak akibat pertarungan tadi segera mengangkat telpon saat melihat nama penelpon yang adalah Kokonya.
“Halo Koko, udah nyampe?” Tanya Momo setelah mengangkat telponnya.
“Halo Ayy, iya Koko baru nyampe apartemen. Ayy, udah obatin tanganmu?” Kata Cleo.
“Udah Koko, baru aja selesai. Koko kenapa ga chat aja?” Jawab Momo sekaligus balik bertanya pada Cleo yang repot-repot menelponnya padahal bisa saja dengan mengirim pesan atau chat saja.
“Koko gak bisa tidur kalo belum dengar suara Ayy.” Jawab Cleo sambil tersenyum manis membayangkan ekspresi Momo saat mendengar jawabannya.
“Lebay.” Balas singkat Momo padahal wajahnya sudah memerah mendengar ucapan Cleo itu.
Cleo yang mendengar jawaban singkat Momo hanya tertawa karena sudah menduganya. Dia ingin sekali mencubit pipi Momo saat gadis itu kesal karena ekspresinya malah terlihat imut dan menggemaskan ketika kesal atau marah bukan menyeramkan seperti yang ditunjukkan pada musuh-musuhnya. Cleo tidak tahu saja, ekpresi yang menurutnya menggemaskan itu, tetap saja terlihat menakutkan untuk orang lain. Dasar pria bucin akut yang sudah tidak tertolong lagi tingkat kebucinannya.
“Ya sudah, Ayy istirahat ya. Koko mau bersih-bersih dan menyelidiki pelaku dibalik penyerangan tadi.” Kata Cleo meminta agar Momo segera istirahat karena pasti kelelahan akibat pertarungan tadi.
“Okedeh Koko. Koko jangan kelamaan begadangnya. Night Koko.” Balas Momo.
“Siap tuan putri. Night Ayy. Jangan lupa berdoa dan mimpiin Koko, hehe.” Kata Cleo.
Momo hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Cleo dan langsung mematikan telpon karena sudah tidak ada yang dibahas lagi. Cleo tidak mempermasalahkan Tindakan gadisnya karena memang begitulah Momo, dia tidak suka berbasa basi. Cleo pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum memulai penyelidikan.
Lima belas menit kemudian, Cleo sudah tampan dengan menggunakan kaos berwarna hitam senada dengan celana pendek rumahnya sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk. Dia segera menuju ruangan rahasia di kamarnya untuk memulai penyelidikan setelah menyimpan handuk kecil yang digunakan untuk mengeringkan rambutnya itu kembali ke kamar mandi.
__ADS_1
Ruangan yang dimasuki Cleo sangat gelap sehingga Cleo terlebih dahulu menekan tombol saklar untuk menyalan lampu ruangan itu. Lalu terlihatlah sebuah ruangan yang penuh dengan layar monitor dan teknologi tingkat tinggi seperti sebuah ruangan milik hacker handal. Di dalam ruangan itu juga tersimpan berbagai jenis senjata mulai dari pedang, pisau, hingga senjata api berbagai ukuran lengkap dengan peluru-peluru yang terlihat mematikan. Tidak hanya itu, di ruangan itu juga terdapat brankas berisi uang dan berkas-berkas penting yang disimpan oleh Cleo. Tidak ada orang yang mengetahui keberadaan ruangan itu kecuali dirinya sendiri. Bahkan Kevin yang notabenenya paling dia percayai juga tidak tahu karena Cleo tidak berniat memberitahukannya. Satu-satunya orang yang akan dia beritahukan sudah pasti adalah gadisnya, karena hanya Momo yang pantas mengetahuinya.
Monitor-monitor itu langsung menyala setelah Cleo menghidupkan salah satu computer yang menjadi pusat untuk mengendalikan monitor-monitor lain. Monitor-monitor itu berisi CCTV seluruh kota dan tempat-tempat di dalam kota, identitas seluruh penduduk kota maupun pendatang lengkap dengan Riwayat hidupnya masing-masing, perkembangan harga saham dunia maupun lokal, informasi rahasia seluruh perusahaan sampai kejahatan-kejahatannya, informasi mengenai kelompok-kelompok mafia seluruh dunia, informasi para buronan negara maupun dunia, bahkan informasi orang-orang penting dunia pun ada di situ. Rasanya Cleo seperti memegang kendali orang-orang yang informasinya dia miliki. Semua itu dia dapatkan dari kegiatan meretasnya dan penyelidikan rahasia yang hanya bisa dilakukan dirinya dan orang-orang kepercayaannya. Selama mendapatkan informasi-informasi tersebut, Cleo dan para bawahan tidak pernah ketahuan karena menggunakan program yang diciptakan Cleo sendiri yang sangat aman dan tidak memiliki celah sedikitpun untuk dirusak atau resiko ketahuannya nol persen. Kemampuan meretasnya memang sudah tidak mengherankan lagi di kalangan para hacker, salah satunya adalah Momo yang tidak pernah bisa mengalahkan Kokonya.
Segera Cleo memulai penyelidikannya. Dia menggerakan jari-jarinya, mengetik dengan sangat cepat dengan bahasa yang sulit dipahami orang awam karena berisi bahasa pemrograman, lalu mulai membuka informasi kedua orang yang dicurigainya sebagai pelaku dibalik penyerangannya tadi. Dia mulai membaca informasi mengenai pergerakan keduanya baru-baru ini, dan juga pergerakan perusahaan keduanya. Semua informasi sangat lengkap bahkan sampai kegiatan sehari-hari keduanya juga ada di dalam monitor itu, entah bagaimana Cleo mendapatkan itu semua, namun itu memang sangat mudah dia dapatkan dengan kemampuannya saat ini.
Cleo juga menyelidiki pelaku penyerangan perusahaannya melalui sistem keamanan perusahaan yang hanya bisa diakses oleh dirinya karena dia memang memasangnya secara rahasia dan tidak diketahui oleh siapapun.
Rupanya si pelaku cukup pintar karena tidak meninggalkan jejak agar tidak bisa dilacak. Namun sayang sekali, tindakan pencegahan itu tidak bisa menghentikan Cleo untuk mengetahui siapa pelakunya. Salahkan saja dirinya yang terlalu jenius. Cleo selalu memiliki cara jika berhubungan dengan teknologi yang rekam jejaknya pasti selalu memiliki celah kecuali program yang dibuatkan karena selalu memiliki tingkat keamanan sempurna atau 100%. Jika orang-orang tahu kemampuan rahasia Cleo ini, tidak akan ada yang berani menyerang dirinya melalui teknologi. Bahkan para hacker atau orang-orang terdekat Cleo sendiri hanya tahu dia memiliki kemampuan meretas tapi tidak tahu bahwa kemampuannya itu sudah diluar nalar manusia karena seperti menguasai teknologi di tangannya. Hanya Momo yang tahu kemampuannya itu karena pernah dia tunjukkan saat keduanya di bangku sekolah menengah atas sebelum keduanya berpisah karena pendidikan lanjutan masing-masing.
Baru lima belas menit Cleo melakukan penyelidikannya, dia sudah menemukan pelaku penyerangan perusahaannya dan dalang dibalik penyerangan tadi yang ternyata merupakan orang yang sama. Dia tidak mengenal orang itu, bahkan namanya cukup asing di kalangan pengusaha. Setelah melihat perusahaannya, Cleo akhirnya tahu kenapa dia tidak mengenalnya. Ternyata itu adalah perusahaan baru, dan pemiliknya yang merupakan pelaku penyerangan juga orang yang baru memulai bisnis di tanah air, pantas saja berani menyinggungnya pikir Cleo.
Setelah membaca keseluruhan informasi dan menemukan motif penyerangan orang itu, Cleo segera menyalin bukti-bukti kejahatannya untuk diberikan pada tangan kanannya. Cleo tersenyum sinis sambil memegang flashdisk berisi informasi dan bukti kejahatan orang itu dengan ekspresi dingin di wajahnya.
‘Semut baru yang tidak mengenal lawan dengan baik. Nantikan saja kehancuranmu besok pagi.’ Isi pesan sekali baca yang dikirim Cleo sebagai anonim kepada orang itu.
Cleo segera kembali ke kamarnya setelah menghancurkan saham perusahaan orang itu hingga 60%, sisanya akan dia biarkan Kevin dan Jabby yang melakukannya. Dia sudah cukup puas memberikan pelajaran pada orang itu dengan menghancurkan pergerakan sahamnya.
‘Semut kecil yang benar-benar berani menyerang Tuan Muda ini pantas mendapatkan kehancurannya.’ Batin Cleo setelah duduk di meja kamarnya sambil membuka laptop untuk mengirim informasi yang didapatnya kepada Kevin.
“Halo bos, kami sudah berusaha menyelidiki pelaku penyerangan perusahaan, tapi belum menemukannya karena dia cukup pintar sehingga menghilangkan jejaknya sebelum dilacak. Untuk dalang penyerangan tadi, pelakunya adalah manager perusahaan baru PT MC. Berdasarkan pengakuan para penjahat tadi, mereka menerima bayaran dari manajer itu untuk membunuh bos.” Lapor Jabby setelah Cleo mengangkat panggilan telponnya.
“Hm, bagus. Berikan telponnya ke Kevin.” Balas Cleo yang cukup puas dengan kinerja tangan kanannya itu.
“Halo bos. Langkah selanjutnya gimana?” Tanya Kevin yang tahu alasan Cleo ingin berbiacara dengannya.
“Dalangnya sama. Gua kirim informasinya ke Lu. Habisi seperti biasa besok pagi.” Perintah Cleo.
“Siap bos. Sorry, skill kita gak sebehat bos.” Balas Kevin yang merasa bersalah karena membuat Cleo harus turun tangan sendiri.
“Hm.” Jawab Cleo singkat dan langsung memutuskan panggilan telpon tersebut.
__ADS_1
Cleo merasa maklum dengan hal itu, karena memang pelakunya tidak bisa dilacak dan hanya bisa dia lacak dengan program rahasianya. Dia lalu mengirim informasi yang dia dapatkan tadi ke Kevin dan bergegas istirahat karena mengingat pesan dari gadis kecilnya untuk tidak terlalu lama begadang. Padahal baru satu jam sejak dia sampai di apartemen dan sudah menemukan pelakunya.
‘Night Bebe. Love you.’ Batin Cleo setelah puas menatap foto Momo dan bergegas menuju dunia mimpi.
Kevin yang menerima informasinya langsung membacanya bersama Jabby dan orang-orang kepercayaan Cleo lainnya. Mereka berada di ruangan rapat di markas besar mafia mereka saat ini. Kevin tadi hanya singgah untuk membersihkan dirinya di apartemennya dan mengikuti Jabby ke markas mereka. Mereka semua merasa kagum dengan kemampuan bos mereka yang bisa menemukan pelaku penyerangan dengan sangat cepat. Mereka saja sangat kesulitan menemukan pelaku penyerangan perusahaan karena tidak ada jejaknya, namun Cleo dengan mudah malah bisa menemukannya. Belum lagi dengan dalang di balik penyerang tadi, mereka hanya tahu bahwa itu manager perusahaan PT MC setelah susah payah menginterogasi para penyerang tadi, tetapi Cleo malah dengan mudah menemukan pelaku sebenarnya yang ternyata orang yang sama, bahkan manager itu hanya orang suruhan bosnya saja yang menjadi kambing hitam, tapi sayang sekali Cleo sudah menemukan pelaku sebenarnya, sehingga tidak ada gunanya orang itu mengorbankan managernya agar dirinya tidak terlibat.
Mereka benar-benar penasaran dengan apa saja yang dimiliki Cleo sehingga selalu bisa menemukan apa saja yang dia cari. Mereka menjadi semakin kagum dengan bos besar mereka, dan tidak ada sedikitpun niat mereka untuk menghianati Cleo. Mereka sangat tahu apa akibat dari menghianati Cleo, sehingga orang-orang yang berada di bawah naungan Cleo sangat setia kepadanya.
“Bos bener-bener hebat. Gua jadi ngerasa gak berguna.” Puji Jabby pada kemampuan Cleo.
“Gak heran lagi gua. Dia emang ‘monster’.” Balas Kevin menimpali ucapan Jabby.
“Gak salah emang gua kerja ama bos. Udah kehidupan terjamin, keamanan juga terjamin.” Balas Jabby lagi.
“Yah, itulah Tuan Muda kita.” Ucap Kevin dengan senyum bangga.
Tidak ada yang menyesal bekerja atau mengikuti Cleo, karena mereka benar-benar terjamin kesejahteraan dan keamanannya. Bahkan keluarga mereka juga mendapat perlindungan yang sama dengan mereka. Walaupun ujian yang diterima sebelum bekerja pada Cleo sangat berat, namun mereka merasa itu pantas dengan apa yang mereka dapatkan.
“Sekarang semuanya istirahat dulu. Kata bos eksekusinya besok pagi.” Kata Kevin pada semua yang ada di situ.
Mendengar itu, mereka segera kembali ke kamar masing-masing untuk tidur dan hanya tersisa Kevin dan Jabby yang masih harus mempersiapkan eksekusi besok pagi. Keduanya lanjut bekerja sampai persiapannya selesai lalu menuju kamar masing-masing untuk beristirahat. Mereka sangat menantikan hari esok dan kehancuran PT MC yang berani-beraninya menyinggung CM Corp. bahkan Cleo bos besar yang sangat mereka hormati dan lindungi. Apalagi Kevin yang sudah tidak sabar ingin menghancurkan pengganggu yang tidak tahu diri itu. Berani sekali menyerang sahabatnya yang sudah seperti saudara kandungnya untuknya. Dia tidak akan memberi ampun pada orang itu.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.
Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.
.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
Salam hangat Author receh.. hehe
__ADS_1
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.