
Setelah mengatakan kalimat yang dianggapnya keramat
untuk waktu dekat itu, Cleo merasa ingin
mengubur dirinya dalam-dalam. Dia merasa benar-benar ceroboh dan tidak bisa
menjadi dirinya yang biasanya rasional. Dia tidak tahu apa yang harus
dilakukannya jika Momo membencinya karena kalimatnya yang terlalu terburu-buru
menurutnya. Dia sadar akan tindakannya, namun dia benar-benar tidak bisa
mengontrol mulutnya yang kadang-kadang akan tidak sesuai dengan pikirannya jika
sudah berhubungan dengan Momo.
Cleo benar-benar gugup sekarang, dia bahkan tidak berani
menatap wajah Momo dan hanya bisa menebak-nebak bagaimana reaksi dan ekspresi
wajahnya sekarang. Apalagi suaranya tadi cukup keras, jadi sangat tidak mungkin
jika Momo tidak mendengarnya.
Sedangkan Momo, sekarang hanya tercengang dan menatap terpaku
pada Cleo. Ucapan Cleo barusan sangat jelas dan cukup lantang, sehingga dia
tidak bis ajika ingin berpura-pura tidak mendengar. Dia tidak tahu harus
bereaksi seperti apa saat ini. Apakah dia harus tertawa? Atau harus menjawab ‘iya’?
Atau harus bagaimana sebaiknya.
Momo tidak bisa menampik perasaan bahagianya setelah
mendengar ucapan Cleo, namun tetap saja itu cukup mengagetkan. Apalagi dengan
gelagat Cleo barusan , benar-benar pemandangan baru baginya. Kokonya adalah
pribadi yang tenang di segala sesuatu, namun barusan dia melihat pria tenang
itu memiliki ekspresi panik dan tergesa-gesa, bahkan terlihat sangat jelas di
wajahnya.
Terlepas dari segalanya, Momo sangat butuh pencerahan
sekarang, dia butuh Cessa di saat-saat seperti ini. Apakah dia harus menelepon
sahabatnya dulu baru menjawab Cleo? Namun itu akan menjadi sangat konyol dan memalukan.
Tidak-tidak, dia tidak bisa melakukan pikiran konyolnya itu. Momo menggeleng-gelengkankan
kepalanya dengan keras untuk menghilangkan pikiran konyolnya.
“Hah?” Akhirnya kalimat yang keluar dari mulut Momo adalah
sebuah kata yang entah apa maknanya namun dengan nada bertanya. Momo bahkan
merutuki kebodohannya dan memukul pelan mulutnya karena kesal dengan kata yang
keluar dari mulutnya secara spontan itu.
Karena kata yang keluar dari mulut Momo itu, Cleo akhirnya
mengangkat kepalanya untuk menatap polos pada wajah gadis cantik di hadapannya.
Cleo sebenarnya ingin tertawa begitu melihat ekspresi wajah Momo sekarang yang
sangat jelas seperti orang bodoh yang sedang kehilangan arah.
Keduanya malah saling berpandangan dengan ekspresi yang
berbeda sekarang. Momo yang memandang Cleo dengan ekspresi yang tidak terbaca,
entah apa yang dipikirkannya saat ini setelah mengeluarkan sebuah kata yang
membuatnya sendiri merasa kesal. Sedangkan Cleo, dengan ekspresi polos menatap wajah
Momo dan pikiran yang kosong sepertinya.
“Koko / Ayy” Ucap keduanya bersamaan.
Karena saling memanggil secara bersamaan, keduanya jadi
tertawa canggung satu sama lain dan mengalihkan pandangan masing-masing karena
salah tingkah.
“Em, Ayy, maaf. Koko terlalu buru-buru. Anggap aja kamu gak
dengar apa-apa barusan.” Kata Cleo pelan penuh penyesalan. Seharusnya dia tidak
gegabah tadi. Namun nasi sudah menjadi bubur, sekarang tinggal bagaimana ending
keduanya saja nanti. Apapun itu, Cleo akan menerima dengan lapang dada.
“Eh, bukan. Itu…” Belum selesai kalimat yang ingin diucapkan
oleh Momo, Cleo kembali memotong ucapannya.
“Ayy, gak papa, anggap aja angin lalu. Jangan marah sama
Koko ya Ayy. Koko gak mau kehilangan kamu. Udah cukup beberapa tahun kamu jauh
dari Koko, sekarang jangan lagi ya. Please.” Pinta Cleo dengan nada memohon.
Dirinya bahkan sudah tidak ingin mendengar tanggapan dari Momo lagi, karena
tidak ingin hubungan keduanya menjadi menjauh nantinya, padahal Momo bahkan
belum mengatakan apa-apa. Dasar Cleo, entah apa kata yang cocok untuknya saat
ini.
Momo yang mendengar permintaan Kokonya malah merasa kesal
dan ingin memukul otak pria tampan di hadapannya sekarang. Bukankah seharusnya
mendengarkan pendapatnya lebih dahulu, benar-benar menyebalkan pikirnya.
“Koko beneran gak mau dengar jawaban Momo?” Tanya Momo pada
akhirnya. Dia ingin Cleo menarik kembali ucapannya barusan.
“Sebenarnya Koko cumin takut penolakan.” Jawab Cleo pelan
sambil menunduk ke bawah, tidak ingin melihat wajah gadis kesayangannya.
Momo terdiam sebentar setelah mendengar jawaban Cleo. Dia
sepertinya baru sadar sekarang, Cleo hanya takut dirinya menolak dan menjauh,
dia jadi semakin merasa bersalah karena mengabaikan Cleo selama beberapa tahun.
Padahal dirinya tidak benar-benar ingin menghindari Cleo, tetapi ingin lebih
fokus dan cepat menyelesaikan belajarnya.
‘Huft, udahlah.’ Batinnya.
Sepertinya Momo sudah memutuskan mengatakan apa yang
dipikirkannya sekarang, sebelum Cleo semakin salah paham.
“Koko, lihat aku. Denger dan jangan motong sampai Momo selesai
ngomong.!” Perintah Momo dengan nada serius dan dituruti oleh Cleo yang
langsung menatap tepat pada mata cantik Momo.
“Momo udah bilang sebelumnya kan kalau Momo gak benar-benar menghindar
dari Koko selama di luar negeri, itu karena Momo pengen fokus biar cepet balik
ke Jakarta. Momo gak pernah deket sama cowok selama ini, selain Papa, Papi, dan
__ADS_1
Koko. Momo cuman punya beberapa teman cowok waktu kuliah dan masih berhubungan
sampai sekarang, tapi Momo gak membuka diri sama mereka, karna kita kebetulan
satu komunitas dan mereka gak bikin Momo terganggu.” Kata Momo lalu berhenti
sejenak untuk mengambil napas panjang.
“Ko, Momo sayang sama Koko. Momo selalu ingat pesan Koko
supaya gak ngelirik cowok lain waktu di bandara Momo ngantar Koko berangkat
kuliah keluar, makanya Momo selalu nutup hati Momo. Dan Momo gak mungkin bisa
bikin Koko kecewa setelah semua yang udah Koko lakuin buat Momo, kenangan kita
berdua dari kecil. Bukannya kita bahkan udah bikin perjanjian waktu kecil? Momo
cumin boleh nikah sama Koko. Gak mungkin Koko lupa itu kan. Beberapa hari ini
Momo gak bisa tenang, pikiran Momo kacau karena mikirin kalau Koko tiba-tiba
bawa cewek lain sebagai pasangan Koko. Mikirin itu aja, Momo sakit hati,
bener-bener kacau. Momo pengen ketemu Koko, pengen ngomong semua hal di pikiran
Momo, dan pengen bilang Koko cuman boleh sama Momo, sampai Momo nekat telepon
Koko padahal Momo tahu Koko lagi sibuk di kota B. Karena udah frustasi banget,
Momo baru mutusin kesini buat nenangin pikiran, tapi Koko malah tiba-tiba bilang
nyusul kesini, bayangin gimana perasaan Momo tadi. Dan saat Koko ngajak pacaran,
Momo bener-bener bahagia, tapi jadi kesal karena Koko ngelantur lagi. Huft,
intinya, Momo mau Koko, Momo gak mau Koko diambil cewek lain, apalagi jadi
pasangan cewek lain. Koko yang bilang kita cuman punya boleh punya satu sama
lain. Udah, itu aja. Koko simpulkan aja sendiri maksud Momo.” Tambah Momo dengan
nada berubah-ubah, dia bahkan sampai menangis karena tidak bisa menahan emosi
yang sudah dipendamnya selama beberapa hari.
Cleo tertegun mendengar kalimat panjang dari Momo. Dia
mendengar semua kata yang keluar dari gaadis kesayangannya dengan seksama dari
awal hingga akhir. Dan dia sangat bahagia, dia ingin berteriak sekarang.
Seluruh organnya serasa berbunga-bunga saking bahagianya dia sekarang.
“Ayy, I love you.” Kata Cleo lalu menarik tangan Momo dan
memeluknya dengan erat, sangat erat sampai tidak ingin membiarkan sedikitpun
jarak diantara mereka berdua.
“Koko so happy now, love you Bebe.” Kata Cleo sambil
mengecup pucuk kepala Momo dengan penuh kasih sayang dan berulang-ulang.
Cleo sangat bahagia. Dirinya bahkan mengeluarkan air mata
saat ini, namun Momo tidak bisa melihatnya karena sedang dipeluk erat oleh
Cleo. Lama keduanya berpelukan dan melepaskan segala perasaan yang dirasakan dalam
diam. Momo menenggelamkan kepalanya pada dada hangat pria tampan yang
dicintainya sejak kecil, dia bahkan bisa mendengar detak jantung Cleo yang
berdetak kencang sehingga membuatnya tersenyum. Hanya dirinya yang tahu
bagaimana perasaannya pada pria yang sedang memeluknya saat ini, karena dia
benar-benar menyembunyikannya dengan sangat rapi.
Setelah merasa puas memeluk gadisnya yang sekarang sudah
Momo dengan kedua tangannya, memaksa gadis itu untuk hanya menatap padanya. Cleo
tersenyum sambil mengelus pipi halus gadisnya membuat Momo balas tersenyum
padanya.
“Jadi kita resmi pacaran?” Tanya Cleo namun dengan nada seperti
pernyataan lebih tepatnya. Dia bertanya dengan menatap langsung pada mata Momo.
Momo yang tidak bisa mengeluarkan kata ‘iya’ entah apa
alasannya, akhirnya hanya menganggukan kepalanya saja. Entahlah, dia bahkan
tidak bisa berkata-kata lagi sekarang karena bahagia, pikirannya hanya berisi
kenangan keduanya sejak kecil sampai hari ini.
Cleo kembali memeluk Momo dan mencium keningnya berulang-ulang
setelah melihat anggukan kepala Momo. Dia benar-benar meluapkan perasaan
bahagia sekarang, dan tidak akan menahan diri lagi.
Setelah momen resmi mereka akhirnya berpacaran, keduanya
kembali ke villa karena hari sudah senja, Cleo bahkan melupakan makan siang
karena ingin segera bertemu gadisnya.
“Ayy, Koko lapar.” Adunya pada Momo dengan manja.
Saat ini keduanya sedang bersantai di sofa yang berada di teras
balkon villa. Momo menghela napas mendengar ucapan Cleo lalu membawa prianya ke
dapur untuk makan.
Untung saja Mbok Siti, istri penjaga villa sudah menyiapkan
makanan, sehingga keduanya bisa langsung makan. Momo terpaksa ikut makan karena
dipaksa oleh Cleo.
“Abis ini langsung pulang?” Tanya Cleo pada Momo di sela-sela
makan.
“Iya, Momo harus ke restoran besok. Cessa udah heboh karna
Momo blokir nomornya.” Jawab Momo sambil tertawa membayangkan ekspresi kesal
Cessa karena diabaikan olehnya.
“Oke sayangku.” Balas Cleo yang sudah merubah panggilannya
membuat Momo merona mendengarnya.
Setelah selesai makan, keduanya beristirahat sebentar, lalu
berpamitan pada suami-istri yang menjaga villa tersebut untuk kembali ke kota.
“Mbok, Momo sama Koko pamit pulang ya. Sehat-sehat di sini
sama si bapak. Kalau ada apa-apa kabarin aja ya.” Pamit Momo pada Mbok Siti.
“Oalah, udah mau balik toh. Yowes, hati-hati di jalan ya. Mas
Cleo bawa mobilnya pelan-pelan aja ya, Mbok titip si Non.” Pesan Mbok Siti.
“Siap Mbok.” Balas keduanya bersamaan.
Setelah berpamitan pada Mbok Siti, mereka lalu menuju ke
parkiran dan langsung melaju meninggalkan villa untuk kembali ke kediaman
__ADS_1
masing-masing. Sebelumnya, mereka juga berpamitan pada bapak penjaga villa di
pos gerbang villa.
Dalam perjalanan, Cleo yang lebih banyak berbicara,
sedangkan Momo hanya mendengar dan kadang memberikan respon. Momo cukup lelah
dan akhirnya tidak bisa menahan ngantuk lagi dan tertidur begitu saja di tengah
perjalanan.
Merasa Momo tidak memberikan respon, Cleo berbalik untuk
melihat Momo. Namun dia tersenyum tidak berdaya karena melihat Momo yang sudah tertidur.
Karena posisi tidur gadisnya dirasa kurang nyaman, Cleo lalu meminggirkan
mobilnya sebentar untuk memperbaiki posisi tidur Momo dan menyelimuti gadis itu
dengan selimut yang selalu ada di mobilnya, itu juga pemberian Momo dulu saat
keduanya masih di bangku SMA.
“Night sayang.” Ucap Cleo pelan lalu mengecup kening Momo
dengan penuh kasih sayang.
Cleo kemudian mengemudikan mobilnya lagi untuk kembali ke
kota. Dia akan menuju ke kediaman Momo untuk mengantar kekasihnya lalu kembali
ke apartemennya.
Beberapa jam kemudian mereka akhirnya tiba di kediaman Momo.
Cleo turun terlebih dahulu, lalu membuka pintu di samping Momo dan menggendong
gadis itu dengan gaya bridal style kemudian masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah, ternyata tuan dan nyonya Alexandra sedang
bersantai di ruang keluarga.
“Pah, Mih, Cleo ngantar Momo.” Sapa Cleo dan memberitahukan
tujuannya langsung.
“Ya ampun sayang, kenapa kalian gak nginap aja? Malah
maksain balik. Langsung bawa ke kamarnya aja Ko” Kata Mami Via yang sudah mengetahui
keduanya bersama di villa tadi dari Mbok Siti.
“Gak papa Mi, Cleo ada urusan besok jadi harus balik malam
ini.” Kata Cleo membohongi calon ibu mertuanya agar cepat selesai dan tidak ada
pembicaraan yang akan menahannya. Dia merasa bersalah, namun dia akan meminta
maaf nanti.
“Oalah ya udah, antar gih tuh bocah, ngerepotin Koko aja
emang kerjaannya.” Kata Mami Via bercanda, sedangakan Papa Alex hanya
mengangguk pada Cleo lalu melanjutkan tontonannya.
“Iya Mi.” Balas Cleo lalu berbalik menuju kamar gadis di
gendongannya.
Cleo sudah biasa masuk ke kamar Momo, jadi tidak ada yang merasa
keberatan. Setelah meletakkan kekasihnya di tempat tidur, Cleo menyempatkan
sedikit waktu untuk memandangi wajah cantik gadisnya, lalu mengecup keningnya
sebentar sebelum akhirnya keluar dari kamar tersebut.
Sampai di ruang keluarga, Cleo mencium tangan Papa Alex dan
Mami Via lalu berpamitan untuk kembali ke apartemennya.
“Cleo balik ke apartemen, Pah, Mi.” Pamit Cleo.
“Hati-hati sayang / Hati-hati Ko” Pesan Mami Via dan Papa Alex bersamaan.
Setelah itu, Cleo keluar dari kediaman keluarga Alexandra
menuju mobil yang diparkirnya. Cleo segera masuk ke dalam mobil dan melajukan
mobilnya meninggalkan kediaman Momo dengan perasaan masih berbunga-bunga sejak
tadi. Semua terasa seperti mimpi indah untuknya, dia bahkan masih belum percaya
dengan kejadian membahagaikan ini.
Cleo bahkan sudah mempersiapkan hati dan pikirannya untuk segala
kemungkin terburuk, namun yang terjadi adalah sebaliknya, yang kemungkinannya
hanya dia pikirkan dengan sambil lalu dan tidak serius.
Namun terlepas dari segala hal yang sudah terjadi, Cleo benar-benar
bersyukur dan bahagia saat ini. Dia akan selalu membahagiakan dan memanjakan
kekasih hatinya sekarang dan seterusnya tanpa harus menahan diri dari Batasan sebuah
hubungan semu, karena mereka berdua sudah resmi berpacaran sekarang. Dia tidak
akan membiarkan Momo bersedih dan hanya boleh merasakan kebahagiaan setelah
resmi berpacaran dengannya. Bahkan sebelum keduanya resmi jadian, Cleo tidak
pernah membiarkan Momo bersedih, apalagi sekarang saat keduanya sudah resmi
terikat dalam sebuah hubungan pacaran. Cleo sudah memiliki banyak rencana
menyenangkan kedepannya yang akan dia lakukan bersama kekasih tercintanya.
Setelah 20 menit berlalu, Cleo akhirnya sampai di apartemennya.
Cleo segera naik ke lantai unit apartemennya menggunakan lift khusus, lalu
membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum menyusul kekasihnya menuju dunia
mimpi dengan perasaan bahagia.
‘Semua akan jadi lebih indah mulai sekarang.’ Batin Cleo
lalu menutup matanya dan berlayar menuju dunia mimpi.
Gimana gengs? Pada puas gak sama eps ini? Sampaikan tanggapan kalian di kolom komentar ya.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan
update terbaru dari author.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow
author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai
bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat
nulisnya.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
.
Salam hangat Author receh.. hehe
.
__ADS_1
Sampai jumpa di episode berikutnya.