Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Resmi


__ADS_3

Setelah mengatakan kalimat yang dianggapnya keramat


untuk  waktu dekat itu, Cleo merasa ingin


mengubur dirinya dalam-dalam. Dia merasa benar-benar ceroboh dan tidak bisa


menjadi dirinya yang biasanya rasional. Dia tidak tahu apa yang harus


dilakukannya jika Momo membencinya karena kalimatnya yang terlalu terburu-buru


menurutnya. Dia sadar akan tindakannya, namun dia benar-benar tidak bisa


mengontrol mulutnya yang kadang-kadang akan tidak sesuai dengan pikirannya jika


sudah berhubungan dengan Momo.


Cleo benar-benar gugup sekarang, dia bahkan tidak berani


menatap wajah Momo dan hanya bisa menebak-nebak bagaimana reaksi dan ekspresi


wajahnya sekarang. Apalagi suaranya tadi cukup keras, jadi sangat tidak mungkin


jika Momo tidak mendengarnya.


Sedangkan Momo, sekarang hanya tercengang dan menatap terpaku


pada Cleo. Ucapan Cleo barusan sangat jelas dan cukup lantang, sehingga dia


tidak bis ajika ingin berpura-pura tidak mendengar. Dia tidak tahu harus


bereaksi seperti apa saat ini. Apakah dia harus tertawa? Atau harus menjawab ‘iya’?


Atau harus bagaimana sebaiknya.


Momo tidak bisa menampik perasaan bahagianya setelah


mendengar ucapan Cleo, namun tetap saja itu cukup mengagetkan. Apalagi dengan


gelagat Cleo barusan , benar-benar pemandangan baru baginya. Kokonya adalah


pribadi yang tenang di segala sesuatu, namun barusan dia melihat pria tenang


itu memiliki ekspresi panik dan tergesa-gesa, bahkan terlihat sangat jelas di


wajahnya.


Terlepas dari segalanya, Momo sangat butuh pencerahan


sekarang, dia butuh Cessa di saat-saat seperti ini. Apakah dia harus menelepon


sahabatnya dulu baru menjawab Cleo? Namun itu akan menjadi sangat konyol dan memalukan.


Tidak-tidak, dia tidak bisa melakukan pikiran konyolnya itu. Momo menggeleng-gelengkankan


kepalanya dengan keras untuk menghilangkan pikiran konyolnya.


“Hah?” Akhirnya kalimat yang keluar dari mulut Momo adalah


sebuah kata yang entah apa maknanya namun dengan nada bertanya. Momo bahkan


merutuki kebodohannya dan memukul pelan mulutnya karena kesal dengan kata yang


keluar dari mulutnya secara spontan itu.


Karena kata yang keluar dari mulut Momo itu, Cleo akhirnya


mengangkat kepalanya untuk menatap polos pada wajah gadis cantik di hadapannya.


Cleo sebenarnya ingin tertawa begitu melihat ekspresi wajah Momo sekarang yang


sangat jelas seperti orang bodoh yang sedang kehilangan arah.


Keduanya malah saling berpandangan dengan ekspresi yang


berbeda sekarang. Momo yang memandang Cleo dengan ekspresi yang tidak terbaca,


entah apa yang dipikirkannya saat ini setelah mengeluarkan sebuah kata yang


membuatnya sendiri merasa kesal. Sedangkan Cleo, dengan ekspresi polos menatap wajah


Momo dan pikiran yang kosong sepertinya.


“Koko / Ayy” Ucap keduanya bersamaan.


Karena saling memanggil secara bersamaan, keduanya jadi


tertawa canggung satu sama lain dan mengalihkan pandangan masing-masing karena


salah tingkah.


“Em, Ayy, maaf. Koko terlalu buru-buru. Anggap aja kamu gak


dengar apa-apa barusan.” Kata Cleo pelan penuh penyesalan. Seharusnya dia tidak


gegabah tadi. Namun nasi sudah menjadi bubur, sekarang tinggal bagaimana ending


keduanya saja nanti. Apapun itu, Cleo akan menerima dengan lapang dada.


“Eh, bukan. Itu…” Belum selesai kalimat yang ingin diucapkan


oleh Momo, Cleo kembali memotong ucapannya.


“Ayy, gak papa, anggap aja angin lalu. Jangan marah sama


Koko ya Ayy. Koko gak mau kehilangan kamu. Udah cukup beberapa tahun kamu jauh


dari Koko, sekarang jangan lagi ya. Please.” Pinta Cleo dengan nada memohon.


Dirinya bahkan sudah tidak ingin mendengar tanggapan dari Momo lagi, karena


tidak ingin hubungan keduanya menjadi menjauh nantinya, padahal Momo bahkan


belum mengatakan apa-apa. Dasar Cleo, entah apa kata yang cocok untuknya saat


ini.


Momo yang mendengar permintaan Kokonya malah merasa kesal


dan ingin memukul otak pria tampan di hadapannya sekarang. Bukankah seharusnya


mendengarkan pendapatnya lebih dahulu, benar-benar menyebalkan pikirnya.


“Koko beneran gak mau dengar jawaban Momo?” Tanya Momo pada


akhirnya. Dia ingin Cleo menarik kembali ucapannya barusan.


“Sebenarnya Koko cumin takut penolakan.” Jawab Cleo pelan


sambil menunduk ke bawah, tidak ingin melihat wajah gadis kesayangannya.


Momo terdiam sebentar setelah mendengar jawaban Cleo. Dia


sepertinya baru sadar sekarang, Cleo hanya takut dirinya menolak dan menjauh,


dia jadi semakin merasa bersalah karena mengabaikan Cleo selama beberapa tahun.


Padahal dirinya tidak benar-benar ingin menghindari Cleo, tetapi ingin lebih


fokus dan cepat menyelesaikan belajarnya.


‘Huft, udahlah.’ Batinnya.


Sepertinya Momo sudah memutuskan mengatakan apa yang


dipikirkannya sekarang, sebelum Cleo semakin salah paham.


“Koko, lihat aku. Denger dan jangan motong sampai Momo selesai


ngomong.!” Perintah Momo dengan nada serius dan dituruti oleh Cleo yang


langsung menatap tepat pada mata cantik Momo.


“Momo udah bilang sebelumnya kan kalau Momo gak benar-benar menghindar


dari Koko selama di luar negeri, itu karena Momo pengen fokus biar cepet balik


ke Jakarta. Momo gak pernah deket sama cowok selama ini, selain Papa, Papi, dan

__ADS_1


Koko. Momo cuman punya beberapa teman cowok waktu kuliah dan masih berhubungan


sampai sekarang, tapi Momo gak membuka diri sama mereka, karna kita kebetulan


satu komunitas dan mereka gak bikin Momo terganggu.” Kata Momo lalu berhenti


sejenak untuk mengambil napas panjang.


“Ko, Momo sayang sama Koko. Momo selalu ingat pesan Koko


supaya gak ngelirik cowok lain waktu di bandara Momo ngantar Koko berangkat


kuliah keluar, makanya Momo selalu nutup hati Momo. Dan Momo gak mungkin bisa


bikin Koko kecewa setelah semua yang udah Koko lakuin buat Momo, kenangan kita


berdua dari kecil. Bukannya kita bahkan udah bikin perjanjian waktu kecil? Momo


cumin boleh nikah sama Koko. Gak mungkin Koko lupa itu kan. Beberapa hari ini


Momo gak bisa tenang, pikiran Momo kacau karena mikirin kalau Koko tiba-tiba


bawa cewek lain sebagai pasangan Koko. Mikirin itu aja, Momo sakit hati,


bener-bener kacau. Momo pengen ketemu Koko, pengen ngomong semua hal di pikiran


Momo, dan pengen bilang Koko cuman boleh sama Momo, sampai Momo nekat telepon


Koko padahal Momo tahu Koko lagi sibuk di kota B. Karena udah frustasi banget,


Momo baru mutusin kesini buat nenangin pikiran, tapi Koko malah tiba-tiba bilang


nyusul kesini, bayangin gimana perasaan Momo tadi. Dan saat Koko ngajak pacaran,


Momo bener-bener bahagia, tapi jadi kesal karena Koko ngelantur lagi. Huft,


intinya, Momo mau Koko, Momo gak mau Koko diambil cewek lain, apalagi jadi


pasangan cewek lain. Koko yang bilang kita cuman punya boleh punya satu sama


lain. Udah, itu aja. Koko simpulkan aja sendiri maksud Momo.” Tambah Momo dengan


nada berubah-ubah, dia bahkan sampai menangis karena tidak bisa menahan emosi


yang sudah dipendamnya selama beberapa hari.


Cleo tertegun mendengar kalimat panjang dari Momo. Dia


mendengar semua kata yang keluar dari gaadis kesayangannya dengan seksama dari


awal hingga akhir. Dan dia sangat bahagia, dia ingin berteriak sekarang.


Seluruh organnya serasa berbunga-bunga saking bahagianya dia sekarang.


“Ayy, I love you.” Kata Cleo lalu menarik tangan Momo dan


memeluknya dengan erat, sangat erat sampai tidak ingin membiarkan sedikitpun


jarak diantara mereka berdua.


“Koko so happy now, love you Bebe.” Kata Cleo sambil


mengecup pucuk kepala Momo dengan penuh kasih sayang dan berulang-ulang.


Cleo sangat bahagia. Dirinya bahkan mengeluarkan air mata


saat ini, namun Momo tidak bisa melihatnya karena sedang dipeluk erat oleh


Cleo. Lama keduanya berpelukan dan melepaskan segala perasaan yang dirasakan dalam


diam. Momo menenggelamkan kepalanya pada dada hangat pria tampan yang


dicintainya sejak kecil, dia bahkan bisa mendengar detak jantung Cleo yang


berdetak kencang sehingga membuatnya tersenyum. Hanya dirinya yang tahu


bagaimana perasaannya pada pria yang sedang memeluknya saat ini, karena dia


benar-benar menyembunyikannya dengan sangat rapi.


Setelah merasa puas memeluk gadisnya yang sekarang sudah


Momo dengan kedua tangannya, memaksa gadis itu untuk hanya menatap padanya. Cleo


tersenyum sambil mengelus pipi halus gadisnya membuat Momo balas tersenyum


padanya.


“Jadi kita resmi pacaran?” Tanya Cleo namun dengan nada seperti


pernyataan lebih tepatnya. Dia bertanya dengan menatap langsung pada mata Momo.


Momo yang tidak bisa mengeluarkan kata ‘iya’ entah apa


alasannya, akhirnya hanya menganggukan kepalanya saja. Entahlah, dia bahkan


tidak bisa berkata-kata lagi sekarang karena bahagia, pikirannya hanya berisi


kenangan keduanya sejak kecil sampai hari ini.


Cleo kembali memeluk Momo dan mencium keningnya berulang-ulang


setelah melihat anggukan kepala Momo. Dia benar-benar meluapkan perasaan


bahagia sekarang, dan tidak akan menahan diri lagi.


Setelah momen resmi mereka akhirnya berpacaran, keduanya


kembali ke villa karena hari sudah senja, Cleo bahkan melupakan makan siang


karena ingin segera bertemu gadisnya.


“Ayy, Koko lapar.” Adunya pada Momo dengan manja.


Saat ini keduanya sedang bersantai di sofa yang berada di teras


balkon villa. Momo menghela napas mendengar ucapan Cleo lalu membawa prianya ke


dapur untuk makan.


Untung saja Mbok Siti, istri penjaga villa sudah menyiapkan


makanan, sehingga keduanya bisa langsung makan. Momo terpaksa ikut makan karena


dipaksa oleh Cleo.


“Abis ini langsung pulang?” Tanya Cleo pada Momo di sela-sela


makan.


“Iya, Momo harus ke restoran besok. Cessa udah heboh karna


Momo blokir nomornya.” Jawab Momo sambil tertawa membayangkan ekspresi kesal


Cessa karena diabaikan olehnya.


“Oke sayangku.” Balas Cleo yang sudah merubah panggilannya


membuat Momo merona mendengarnya.


Setelah selesai makan, keduanya beristirahat sebentar, lalu


berpamitan pada suami-istri yang menjaga villa tersebut untuk kembali ke kota.


“Mbok, Momo sama Koko pamit pulang ya. Sehat-sehat di sini


sama si bapak. Kalau ada apa-apa kabarin aja ya.” Pamit Momo pada Mbok Siti.


“Oalah, udah mau balik toh. Yowes, hati-hati di jalan ya. Mas


Cleo bawa mobilnya pelan-pelan aja ya, Mbok titip si Non.” Pesan Mbok Siti.


“Siap Mbok.” Balas keduanya bersamaan.


Setelah berpamitan pada Mbok Siti, mereka lalu menuju ke


parkiran dan langsung melaju meninggalkan villa untuk kembali ke kediaman

__ADS_1


masing-masing. Sebelumnya, mereka juga berpamitan pada bapak penjaga villa di


pos gerbang villa.


Dalam perjalanan, Cleo yang lebih banyak berbicara,


sedangkan Momo hanya mendengar dan kadang memberikan respon. Momo cukup lelah


dan akhirnya tidak bisa menahan ngantuk lagi dan tertidur begitu saja di tengah


perjalanan.


Merasa Momo tidak memberikan respon, Cleo berbalik untuk


melihat Momo. Namun dia tersenyum tidak berdaya karena melihat Momo yang sudah tertidur.


Karena posisi tidur gadisnya dirasa kurang nyaman, Cleo lalu meminggirkan


mobilnya sebentar untuk memperbaiki posisi tidur Momo dan menyelimuti gadis itu


dengan selimut yang selalu ada di mobilnya, itu juga pemberian Momo dulu saat


keduanya masih di bangku SMA.


“Night sayang.” Ucap Cleo pelan lalu mengecup kening Momo


dengan penuh kasih sayang.


Cleo kemudian mengemudikan mobilnya lagi untuk kembali ke


kota. Dia akan menuju ke kediaman Momo untuk mengantar kekasihnya lalu kembali


ke apartemennya.


Beberapa jam kemudian mereka akhirnya tiba di kediaman Momo.


Cleo turun terlebih dahulu, lalu membuka pintu di samping Momo dan menggendong


gadis itu dengan gaya bridal style kemudian masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah, ternyata tuan dan nyonya Alexandra sedang


bersantai di ruang keluarga.


“Pah, Mih, Cleo ngantar Momo.” Sapa Cleo dan memberitahukan


tujuannya langsung.


“Ya ampun sayang, kenapa kalian gak nginap aja? Malah


maksain balik. Langsung bawa ke kamarnya aja Ko” Kata Mami Via yang sudah mengetahui


keduanya bersama di villa tadi dari Mbok Siti.


“Gak papa Mi, Cleo ada urusan besok jadi harus balik malam


ini.” Kata Cleo membohongi calon ibu mertuanya agar cepat selesai dan tidak ada


pembicaraan yang akan menahannya. Dia merasa bersalah, namun dia akan meminta


maaf nanti.


“Oalah ya udah, antar gih tuh bocah, ngerepotin Koko aja


emang kerjaannya.” Kata Mami Via bercanda, sedangakan Papa Alex hanya


mengangguk pada Cleo lalu melanjutkan tontonannya.


“Iya Mi.” Balas Cleo lalu berbalik menuju kamar gadis di


gendongannya.


Cleo sudah biasa masuk ke kamar Momo, jadi tidak ada yang merasa


keberatan. Setelah meletakkan kekasihnya di tempat tidur, Cleo menyempatkan


sedikit waktu untuk memandangi wajah cantik gadisnya, lalu mengecup keningnya


sebentar sebelum akhirnya keluar dari kamar tersebut.


Sampai di ruang keluarga, Cleo mencium tangan Papa Alex dan


Mami Via lalu berpamitan untuk kembali ke apartemennya.


“Cleo balik ke apartemen, Pah, Mi.” Pamit Cleo.


“Hati-hati sayang  / Hati-hati Ko” Pesan Mami Via dan Papa Alex bersamaan.


Setelah itu, Cleo keluar dari kediaman keluarga Alexandra


menuju mobil yang diparkirnya. Cleo segera masuk ke dalam mobil dan melajukan


mobilnya meninggalkan kediaman Momo dengan perasaan masih berbunga-bunga sejak


tadi. Semua terasa seperti mimpi indah untuknya, dia bahkan masih belum percaya


dengan kejadian membahagaikan ini.


Cleo bahkan sudah mempersiapkan hati dan pikirannya untuk segala


kemungkin terburuk, namun yang terjadi adalah sebaliknya, yang kemungkinannya


hanya dia pikirkan dengan sambil lalu dan tidak serius.


Namun terlepas dari segala hal yang sudah terjadi, Cleo benar-benar


bersyukur dan bahagia saat ini. Dia akan selalu membahagiakan dan memanjakan


kekasih hatinya sekarang dan seterusnya tanpa harus menahan diri dari Batasan sebuah


hubungan semu, karena mereka berdua sudah resmi berpacaran sekarang. Dia tidak


akan membiarkan Momo bersedih dan hanya boleh merasakan kebahagiaan setelah


resmi berpacaran dengannya. Bahkan sebelum keduanya resmi jadian, Cleo tidak


pernah membiarkan Momo bersedih, apalagi sekarang saat keduanya sudah resmi


terikat dalam sebuah hubungan pacaran. Cleo sudah memiliki banyak rencana


menyenangkan kedepannya yang akan dia lakukan bersama kekasih tercintanya.


Setelah 20 menit berlalu, Cleo akhirnya sampai di apartemennya.


Cleo segera naik ke lantai unit apartemennya menggunakan lift khusus, lalu


membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum menyusul kekasihnya menuju dunia


mimpi dengan perasaan bahagia.


‘Semua akan jadi lebih indah mulai sekarang.’ Batin Cleo


lalu menutup matanya dan berlayar menuju dunia mimpi.


Gimana gengs? Pada puas gak sama eps ini? Sampaikan tanggapan kalian di kolom komentar ya.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan


update terbaru dari author.


Para readers sekalian…


Jangan lupa like, comment, follow


author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai


bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat


nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


Salam hangat Author receh.. hehe


.

__ADS_1


Sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2