
Meninggalkan Cleo yang tengah kesal karena penasaran, di
tempat lain, Momo benar-benar menyesal setelah menelepon Cleo. Dia seharusnya
tinggal menyampaikan saja apa yang ingin dikatakannya setelah melalui
berhari-hari pertimbangan. Namun apa yang terjadi, dia malah mengatakan hal-hal
tidak jelas dan bahkan memutuskan panggilan telepon secara sepihak. Ini pertama
kalinya Momo merasa dirinya menjadi tidak rasional lagi beberapa hari terakhir,
dan bahkan menjadi sedikit bodoh.
Bukan itu saja hal aneh yang dialami Momo, yang lebih aneh
lagi adalah dirinya terlalu sering melamun bahkan saat makan bersama orang tuanya.
Tidak hanya itu, Momo juga menjadi kurang fokus dalam bekerja, sampai-sampai masalah
manipulasi data yang dilakukan oleh sekertaris restoran cabang itu belum bisa
dia selesaikan karena moodnya yang sedang kacau.
Momo juga tampak menghindar dari Cessa setelah pertemuan
terakhir mereka. Dia sengaja menghindar karena masih merenungkan kalimat yang
diucapkan Cessa saat itu, dan dia benar-benar butuh waktu sendiri, atau sahabat
gilanya itu akan menertawakan ketidak karuannya saat ini.
“Dasar Momo bego, tinggal ngomong doang padahal. Huft,
kenapa malah dimatiin teleponnya, bodoh.” Rutuk Momo pada dirinya sendiri.
Saat ini Momo merasa tidak menjadi seperti dirinya, dia merasa
menjadi orang yang berbeda. Bagaimana tidak, dirinya yang biasanya adalah
seorang gadis dengan kepribadian yang sangat tenang di segala sesuatu. Tapi
bagaimana dengan sekarang, hanya karena ucapan yang dirasa menusuk dari Cessa,
membuat dirinya kepikiran dan mempengaruhi suasana hatinya. Denar-benar menyebalkan
pikirnya.
“Udahlah, mending aku tidur sekarang. Siapa tahu bangun
nanti moodku udah balik kek biasanya.” Kata Momo pada dirinya sendiri yang
memutuskan untuk membawa semua pikirannya ke dalam mimpi dan berharap saat
bangun nanti suasana hatinya sudah lebih baik.
Tuan dan Nyonya Alexandra mapun orang-orang di rumah itu,
tidak ada yang berani mengganggu Nona Muda Alexandra yang sedang galau. Semua
orang hanya bertindak seperti biasanya dan berpura-pura tidak tahu agar Momo
tetap nyaman. Mbak Naya hanya akan memanggil Nona Mudanya ketika jam makan agar
Momo tidak kelaparan karena melupakan waktu makan.
Kembali ke tempat Cleo berada, setelah panggilan telepon
diputuskan oleh Momo secara sepihak, Cleo sudah tidak bisa lagi mengendalikan
ketenangannya. Dengan tergesa-gesa dia berjalan kembali menuju Kevin yang juga
sedang memperhatikannya melalui layar laptopnya dengan raut wajah heran.
“Kenapa lagi si Cleo, pasti ada hubungannya dengan Momo. Gak
ada yang bisa buat si bos terlihat ekspresif gitu.” Tebak Kevin tepat sasaran.
Namun yang membuat heran adalah raut wajah Cleo yang terlihat kesal dan tidak
sabar, sehingga dia menjadi sangat penasaran denga napa yang terjadi.
Setelah Cleo mendekat, Kevin akhirnya sudah tidak bisa lagi
menahan rasa penasarannya dan segera bertanya pada Cleo.
“Ada masalah apa bos?” Tanya Kevin.
__ADS_1
“Aku balik ke Jakarta sekarang, kamu handle masalah di sini
sampai selesai.” Kata Cleo membuat Kevin tercengang.
“Mendesak banget ya, apa gak sebaiknya besok aja bos
baliknya?” Tanya Kevin sekaligus memastikan keputusan mendadak Cleo, karena
tentu saja dirinya juga yang akan repot mengurus segala hal seperti tiket
pesawat dan lainnya. Bukannya dia keberatan, hanya saja kondisinya saat ini
benar-benar lemah.
“Hm. Istirahat aja dulu, masalah lain udah diurus Bram.”
Kata Cleo yang sudah mengirim pesan pada Bram untuk mengurus keperluan perjalanannya
untuk kembali ke Jakarta.
“Oke bos. Hati-hati, maaf gak bisa ngantar ke bandara.” Kata
Kevin. Dia berharap semuanya baik-baik saja dan tidak ada masalah serius. Dan
dia sedikit tenang karena melihat raut wajah Cleo yang tidak menunjukkan adanya
kepanikan. Jangan heran bagaimana dirinya bisa tahu hal tersebut padahal di mata
orang lain, Cleo tetap terlihat datar, itu semua karena dia sudah lama bersama
Cleo dan sudah mengetahui seluruh gelagat bos sekaligus sahabat kesayangannya
itu.
“Hm.” Jawab Cleo.
Cleo kemudian kembali ke hotel untuk mengambil barang-barang
pribadinya yang dia tinggalkan tadi dan juga barang-barang yang dipesan oleh
Momo tentunya, bersama dengan dua orang anggota mafianya untuk mengawal dan
menjaganya, sedangkan sisanya tetap bersama Kevin untuk menjaganya. Semua orang
yang mendengar Cleo akan kembali lebih dahulu pun segera mengantar Cleo. Kevin
di kota B.
Setelah memberikan sedikit arahan dan perintah, Cleo segera
naik ke mobil dan duduk di kursi belakang. Sedangkan dua orang anggotanya duduk
di kursi depan dan salah satunya berutgas mengemudikan mobil.
Perjalanan kembali ke hotel satu jam lebih cepat
dibandingkan waktu mereka berangkat tadi, karena Cleo yang meminta anggotanya
mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, dan untungnya tidak ada halangan
apapun selama perjalanan kembali ke hotel mereka.
Di tengah perjalanan tadi Cleo sudah mendapat email dari
Bram berisi tiket pesawat dan hal-hal penting lainnya yang dia perlukan selama
perjalanan kembali ke Jakarta. Cleo tidak bisa kembali menggunakan pesawat
perusahaan karena akan membutuhkan waktu lagi, sehingga dia terpaksa menggunakan
pesawat komersial, namun dengan menggunakan tiket dan fasilitas first class
tentunya. Dan kebetulan, Bram mendapatkan pesawat dengan waktu keberangkatan tercepat
sesuai keinginan Cleo.
Cleo segera menuju bandara dengan diantar oleh kedua
pengawalnya. Mereka tidak akan ikut mengawal sampai ke Jakarta karena mereka
memiliki tugas di kota B ini, sehingga mereka hanya mengantar bos besar mereka
ke bandara saja.
Tiba di bandara, Cleo segera melalukan check in, dan perlu
waktu setengah jam lagi sebelum waktu keberangkatan. Cleo memutuskan untuk
__ADS_1
masuk ke ruang tunggu dan duduk di sana setelah meminta kedua pengawalnya untuk
kembali ke tugas mereka.
Akhirnya pesawat yang akan membawa Cleo kembali ke Jakarta
pun take off. Selama di pesawat, jantung Cleo berdebar-debar tidak karuan
karena perasaan penasaran dan takut jika sesuatu yang buruk akan terjadi, dia
tidak bisa berpikir jernih saat ini dan hanya bisa berharap segala hal negatif yang
dipikirkannya tidak terjadi. Sebaliknya, semoga yang ingin dikatakan gadisnya adalah
sesuatu yang menyenangkan hatinya, biarkan dia sedikit berkhayal sekarang untuk
sedikit menenangkan hatinya.
Dua jaman lebih akhirnya pesawat yang ditumpangi oleh Cleo
landing di bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Bram sudah menunggunya untuk
menjemput bosnya, lalu keduanya segera menuju apartemen Cleo. Karena waktunya
ternyata sudah sore hari, Cleo mengurungkan niatnya untuk langsung pergi ke kediaman Momo untuk menemui
gadisnya. Sebaliknya dia menuju ke ruang kerjanya dan menenangkan dirinya
sekaligus menyiapkan segala hal untuk nanti ketika bertemu dengan Momo. Dia
harus merencanakan dan mempersiapkan segala kemungkinan mulai dari yang
terburuk sampai yang terbaik sekarang, agar apapun yang terjadi nanti, dirinya
telah mempersiapkan diri dengan baik. Jikapun adalah sesuatu yang buruk,
setidaknya dia sudah mempersiapkan hati dan pikirannya untuk menerimanya nanti,
begitu pikir Cleo.
‘Jangan terlalu maksain diri.’ Pesan chat yang dikirim Cleo pada
Kevin sekaligus menyiratkan bahwa dirinya sudah tiba di apartemen dengan
selamat dan aman agar Kevin tidak khawatir dan meneror dirinya nanti.
‘Siap bos.’ Balas Kevin yang merasa lega karena Cleo sudah
tiba dengan selamat. Dirinya sekarang sudah dalam perjalanan kembali ke hotel,
dan semua mobil berjalan dengan pelan untuk mencegak Kevin mengalami mabuk
perjalanan lagi nanti.
Cleo segera menyalakan komputer kesayangannya yang jarang
dia gunakan untuk mengalihkan pikiran kacaunya. Malam ini Cleo akan
menghabiskan waktu dengan mengerjakan sesuatu menggunakan komputer kesayangannya.
Yah, tidak salah lagi, dia melakukan hobinya sebagai seorang programmer. Cleo berharap
waktu berjalan lebih cepat agar hari esok segera datang.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan
update terbaru dari author.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow
author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai
bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat
nulisnya.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
.
Salam hangat Author receh.. hehe
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.
__ADS_1