Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Kembali Lebih Awal


__ADS_3

Meninggalkan Cleo yang tengah kesal karena penasaran, di


tempat lain, Momo benar-benar menyesal setelah menelepon Cleo. Dia seharusnya


tinggal menyampaikan saja apa yang ingin dikatakannya setelah melalui


berhari-hari pertimbangan. Namun apa yang terjadi, dia malah mengatakan hal-hal


tidak jelas dan bahkan memutuskan panggilan telepon secara sepihak. Ini pertama


kalinya Momo merasa dirinya menjadi tidak rasional lagi beberapa hari terakhir,


dan bahkan menjadi sedikit bodoh.


Bukan itu saja hal aneh yang dialami Momo, yang lebih aneh


lagi adalah dirinya terlalu sering melamun bahkan saat makan bersama orang tuanya.


Tidak hanya itu, Momo juga menjadi kurang fokus dalam bekerja, sampai-sampai masalah


manipulasi data yang dilakukan oleh sekertaris restoran cabang itu belum bisa


dia selesaikan karena moodnya yang sedang kacau.


Momo juga tampak menghindar dari Cessa setelah pertemuan


terakhir mereka. Dia sengaja menghindar karena masih merenungkan kalimat yang


diucapkan Cessa saat itu, dan dia benar-benar butuh waktu sendiri, atau sahabat


gilanya itu akan menertawakan ketidak karuannya saat ini.


“Dasar Momo bego, tinggal ngomong doang padahal. Huft,


kenapa malah dimatiin teleponnya, bodoh.” Rutuk Momo pada dirinya sendiri.


Saat ini Momo merasa tidak menjadi seperti dirinya, dia merasa


menjadi orang yang berbeda. Bagaimana tidak, dirinya yang biasanya adalah


seorang gadis dengan kepribadian yang sangat tenang di segala sesuatu. Tapi


bagaimana dengan sekarang, hanya karena ucapan yang dirasa menusuk dari Cessa,


membuat dirinya kepikiran dan mempengaruhi suasana hatinya. Denar-benar menyebalkan


pikirnya.


“Udahlah, mending aku tidur sekarang. Siapa tahu bangun


nanti moodku udah balik kek biasanya.” Kata Momo pada dirinya sendiri yang


memutuskan untuk membawa semua pikirannya ke dalam mimpi dan berharap saat


bangun nanti suasana hatinya sudah lebih baik.


Tuan dan Nyonya Alexandra mapun orang-orang di rumah itu,


tidak ada yang berani mengganggu Nona Muda Alexandra yang sedang galau. Semua


orang hanya bertindak seperti biasanya dan berpura-pura tidak tahu agar Momo


tetap nyaman. Mbak Naya hanya akan memanggil Nona Mudanya ketika jam makan agar


Momo tidak kelaparan karena melupakan waktu makan.


Kembali ke tempat Cleo berada, setelah panggilan telepon


diputuskan oleh Momo secara sepihak, Cleo sudah tidak bisa lagi mengendalikan


ketenangannya. Dengan tergesa-gesa dia berjalan kembali menuju Kevin yang juga


sedang memperhatikannya melalui layar laptopnya dengan raut wajah heran.


“Kenapa lagi si Cleo, pasti ada hubungannya dengan Momo. Gak


ada yang bisa buat si bos terlihat ekspresif gitu.” Tebak Kevin tepat sasaran.


Namun yang membuat heran adalah raut wajah Cleo yang terlihat kesal dan tidak


sabar, sehingga dia menjadi sangat penasaran denga napa yang terjadi.


Setelah Cleo mendekat, Kevin akhirnya sudah tidak bisa lagi


menahan rasa penasarannya dan segera bertanya pada Cleo.


“Ada masalah apa bos?” Tanya Kevin.

__ADS_1


“Aku balik ke Jakarta sekarang, kamu handle masalah di sini


sampai selesai.” Kata Cleo membuat Kevin tercengang.


“Mendesak banget ya, apa gak sebaiknya besok aja bos


baliknya?” Tanya Kevin sekaligus memastikan keputusan mendadak Cleo, karena


tentu saja dirinya juga yang akan repot mengurus segala hal seperti tiket


pesawat dan lainnya. Bukannya dia keberatan, hanya saja kondisinya saat ini


benar-benar lemah.


“Hm. Istirahat aja dulu, masalah lain udah diurus Bram.”


Kata Cleo yang sudah mengirim pesan pada Bram untuk mengurus keperluan perjalanannya


untuk kembali ke Jakarta.


“Oke bos. Hati-hati, maaf gak bisa ngantar ke bandara.” Kata


Kevin. Dia berharap semuanya baik-baik saja dan tidak ada masalah serius. Dan


dia sedikit tenang karena melihat raut wajah Cleo yang tidak menunjukkan adanya


kepanikan. Jangan heran bagaimana dirinya bisa tahu hal tersebut padahal di mata


orang lain, Cleo tetap terlihat datar, itu semua karena dia sudah lama bersama


Cleo dan sudah mengetahui seluruh gelagat bos sekaligus sahabat kesayangannya


itu.


“Hm.” Jawab Cleo.


Cleo kemudian kembali ke hotel untuk mengambil barang-barang


pribadinya yang dia tinggalkan tadi dan juga barang-barang yang dipesan oleh


Momo tentunya, bersama dengan dua orang anggota mafianya untuk mengawal dan


menjaganya, sedangkan sisanya tetap bersama Kevin untuk menjaganya. Semua orang


yang mendengar Cleo akan kembali lebih dahulu pun segera mengantar Cleo. Kevin


di kota B.


Setelah memberikan sedikit arahan dan perintah, Cleo segera


naik ke mobil dan duduk di kursi belakang. Sedangkan dua orang anggotanya duduk


di kursi depan dan salah satunya berutgas mengemudikan mobil.


Perjalanan kembali ke hotel satu jam lebih cepat


dibandingkan waktu mereka berangkat tadi, karena Cleo yang meminta anggotanya


mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, dan untungnya tidak ada halangan


apapun selama perjalanan kembali ke hotel mereka.


Di tengah perjalanan tadi Cleo sudah mendapat email dari


Bram berisi tiket pesawat dan hal-hal penting lainnya yang dia perlukan selama


perjalanan kembali ke Jakarta. Cleo tidak bisa kembali menggunakan pesawat


perusahaan karena akan membutuhkan waktu lagi, sehingga dia terpaksa menggunakan


pesawat komersial, namun dengan menggunakan tiket dan fasilitas first class


tentunya. Dan kebetulan, Bram mendapatkan pesawat dengan waktu keberangkatan tercepat


sesuai keinginan Cleo.


Cleo segera menuju bandara dengan diantar oleh kedua


pengawalnya. Mereka tidak akan ikut mengawal sampai ke Jakarta karena mereka


memiliki tugas di kota B ini, sehingga mereka hanya mengantar bos besar mereka


ke bandara saja.


Tiba di bandara, Cleo segera melalukan check in, dan perlu


waktu setengah jam lagi sebelum waktu keberangkatan. Cleo memutuskan untuk

__ADS_1


masuk ke ruang tunggu dan duduk di sana setelah meminta kedua pengawalnya untuk


kembali ke tugas mereka.


Akhirnya pesawat yang akan membawa Cleo kembali ke Jakarta


pun take off. Selama di pesawat, jantung Cleo berdebar-debar tidak karuan


karena perasaan penasaran dan takut jika sesuatu yang buruk akan terjadi, dia


tidak bisa berpikir jernih saat ini dan hanya bisa berharap segala hal negatif yang


dipikirkannya tidak terjadi. Sebaliknya, semoga yang ingin dikatakan gadisnya adalah


sesuatu yang menyenangkan hatinya, biarkan dia sedikit berkhayal sekarang untuk


sedikit menenangkan hatinya.


Dua jaman lebih akhirnya pesawat yang ditumpangi oleh Cleo


landing di bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Bram sudah menunggunya untuk


menjemput bosnya, lalu keduanya segera menuju apartemen Cleo. Karena waktunya


ternyata sudah sore hari, Cleo mengurungkan niatnya untuk langsung  pergi ke kediaman Momo untuk menemui


gadisnya. Sebaliknya dia menuju ke ruang kerjanya dan menenangkan dirinya


sekaligus menyiapkan segala hal untuk nanti ketika bertemu dengan Momo. Dia


harus merencanakan dan mempersiapkan segala kemungkinan mulai dari yang


terburuk sampai yang terbaik sekarang, agar apapun yang terjadi nanti, dirinya


telah mempersiapkan diri dengan baik. Jikapun adalah sesuatu yang buruk,


setidaknya dia sudah mempersiapkan hati dan pikirannya untuk menerimanya nanti,


begitu pikir Cleo.


‘Jangan terlalu maksain diri.’ Pesan chat yang dikirim Cleo pada


Kevin sekaligus menyiratkan bahwa dirinya sudah tiba di apartemen dengan


selamat dan aman agar Kevin tidak khawatir dan meneror dirinya nanti.


‘Siap bos.’ Balas Kevin yang merasa lega karena Cleo sudah


tiba dengan selamat. Dirinya sekarang sudah dalam perjalanan kembali ke hotel,


dan semua mobil berjalan dengan pelan untuk mencegak Kevin mengalami mabuk


perjalanan lagi nanti.


Cleo segera menyalakan komputer kesayangannya yang jarang


dia gunakan untuk mengalihkan pikiran kacaunya. Malam ini Cleo akan


menghabiskan waktu dengan mengerjakan sesuatu menggunakan komputer kesayangannya.


Yah, tidak salah lagi, dia melakukan hobinya sebagai seorang programmer. Cleo berharap


waktu berjalan lebih cepat agar hari esok segera datang.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan


update terbaru dari author.


Para readers sekalian…


Jangan lupa like, comment, follow


author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai


bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat


nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


Salam hangat Author receh.. hehe


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2