
ALICE?
Nama yang terpampang jelas di layar ponselnya membuat Kivandra terperanjat dan langsung duduk. Kivandra merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dia mengucek kedua matanya dan kembali melihat layar ponselnya kembali untuk memastikan apakah benar Alice yang mengiriminya pesan. Setelah terbukti jika itu nyata, Kivandra langsung membuka pesannya.
Alice Claretta Diandra adalah mantan pacar Kivandra, hubungan mereka awalnya romantis dan mereka sudah berniat akan melangsungkan pertunangan. Namun, Alice memiliki scandal yang membuat Kivandra mengakhiri hubungannya. Kenapa? Itu karena Scandal Alice itu berselingkuh dengan salah satu teman masa kecilnya Kivandra yang bernama Chiko Adrian Bart.
Menurut Kivandra dari pada persahabatannya yang hancur lebih baik kisah cintanya yang berakhir. Kivandra tidak menyangka jika Alice akan kembali menghubunginya setelah setahun lamanya dia menghilang. Benar, setelah hubungannya berakhir, Alice bagaikan ditelan bumi. Tidak pernah ada yang tahu ke mana Alice pergi? Lalu, kenapa dia harus kembali lagi setelah kekacauan yang dia lakukan dan membuat hati seorang Kivandra terluka?
Kivandra langsung membaca pesan yang Alice kirimkan. Setelah beberapa menit membaca pesannya, Kivandra tampak terburu-buru dan pergi meninggalkan kamarnya. Entah apa yang membuat Kivandra terburu-buru seperti itu dan apa isi pesannya?
Sementara itu, Naya baru saja sampai di depan kamar Kivandra. Sebelum masuk, tentunya Naya mengetuk pintu kamar Kivandra beberapa kali. Namun, tak ada jawaban sama sekali. Karena penasaran, dia pun membuka pintu dan langsung masuk. Begitu berada di dalam kamar, Naya begitu terpana melihat seisi kamar Kivandra yang begitu rapi, wangi dan terdapat lukisan dirinya yang terlihat begitu gagah dan sangat tampan. Naya tidak tahu jika Kivandra tidak ada di kamarnya.
"MasyaAllah ... meuni kasep kitu Tuan Kivan teh (Tuan muda benar-benar sangat tampan)," puji Naya sembari memegang lukisannya.
Setelah menyadari jika Kivandra tidak ada di kamar, dia mencari suaminya di setiap sudut kamarnya. Karena Kivandra tidak ada di kamar, Naya pun langsung mencari suaminya di balkon. Namun, tetap saja Naya tidak menemukan suaminya. Entah harus merasa senang atau tidak karena suaminya tidak ada di kamar. Sambil menunggu pemilik kamar datang, Naya tidak menyiakan kesempatan emas ini.
Naya berniat untuk beristirahat sebentar di sebuah sofa panjang yang berada di kamar. Kenapa tidak tidur di ranjang? Jawabannya sudah jelas jika dia tidak mau suaminya marah. Walaupun Tuan Kivan adalah suaminya tetap saja pernikahan mereka itu karena terpaksa dan sangat mendadak.
Perlahan Naya mulai merebahkan tubuhnya, dia pejamkan matanya dengan tangan kanan menutupi wajahnya. Tak lama kemudian, Naya sudah terlelap dalam tidurnya di sofa yang empuk. Naya tidur dengan pulas dan tidak memikirkan apa akibat jika dia tertidur di kamar Tuan Kivandra apalagi jika Tuan Kivandra melihat Naya ada di kamarnya.
***
Sebuah mobil yang melaju begitu kencang tengah menyapu jalanan dengan secepat kilat. Terlihat dengan jelas di mata pria yang mengemudikan mobilnya ada kesedihan, kekecewaan serta marah yang menjadi satu. Siapa lagi kalau bukan Kivandra. Dia terus memukul stirnya karena kesal.
__ADS_1
"Berani sekali dia datang lagi setelah aku melupakannya! Aarrgghh!" pekik Kivandra dengan menambah kecepatan mobilnya.
Kivandra memakai sebuah earphone dan menghubungi seseorang yang tak lama kemudian teleponnya diangkat.
Telepon terhubung!
"Kau di mana?" tanya Kivandra to the point. Dia tidak suka bertele-tele.
"Aku ada di cafe, ada apa?"
"JANGAN PERGI KE MANAPUN! AKU AKAN MENEMUIMU! Tutt!" Kivandra mengakhiri panggilan singkatnya itu.
Telepon terputus!
Setelah bicara di telepon, Kivandra memutar balik dan melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. Entah siapa yang akan Kivandra temui?
***
"Tuan muda! Apa yang mau Tuan muda lakukan?" Naya melangkah mundur dengan wajah yang sedikit ketakutan dan bercucuran keringat dingin.
"Aku ingin meminta hakku! Kemarilah! Kenapa menghindariku?" Kivandra berjalan mendekati Naya.
Naya menggelengkan kepalanya dengan menyilangkan kedua tangan di dadanya. "Enggak! Naya enggak mau! Tuan muda harus ingat, kalau pernikahan ini hanyalah di atas kertas. Apakah Tuan muda sudah lupa itu?" Naya kembali mengingatkan tentang pernikahan paksanya itu, agar Tuan muda Kivandra tidak meminta haknya sebagai suami.
__ADS_1
Tuan muda hanya menyunggingkan senyumannya tanpa mengatakan apapun. Dia terus mendekati Naya dengan gerakan tangan kanan yang tengah membuka sabuknya. Begitu dia sudah berada di hadapan Naya, tangan Kivandra langsung menarik pinggang Naya sampai tubuh Naya tersentak.
Kini mata mereka saling bertemu dan memandang satu sama lain. Naya tertegun melihat jakun suaminya yang menari naik turun dengan indah membuat matanya tak berkedip sedikitpun. Tiba-tiba hidung mancung Naya mencium bau alkohol di mulut Kivandra.
"Apa Tuan muda sedang mabuk? Tuan muda minum berapa banyak sampai baunya menyengat seperti ini, hah? Apa Tuan muda ingin mati? Tuan muda tahu 'kan jika minuman Alkohol sangat tidak baik untuk kesehatan?" Naya mulai cerewet di hadapan Kivandra.
Mendengar itu Kivandra tersenyum simpul. Tangan kekar Kivandra menarik tengkuk Naya dan menatap mata Naya dengan tatapan yang mematikan serta memabukkan orang yang ditatap. Naya tentu saja ketar-kerir karena perbuatan suaminya. Naya terus menghindari tatapan Kivandra.
"Kamu itu bawel sekali, tapi--"
Kivandra mendekatkan bibirnya di telinga Naya. "Aku menyukai sikap menggemaskanmu ini. Aku menyukaimu," bisik Kivandra membuat Naya merinding mendengarnya.
"Itu tidak benar! Tuan muda sedang tidak sadar, lepaskan aku!" tegas Naya seraya berusaha melepaskan tangan Kivandra yang melingkar di pinggangnya.
"Aku masih sadar, CUP!" Kivandra langsung mengecup bibir mungil dan ranum Naya.
Naya membulatkan matanya dengan sempurna. Dia terdiam bagaikan patung, hanya matanya saja yang berkedip-kedip. Jantungnya sudah tidak bisa di kondisikan lagi. 'Sepertinya aku akan mati setelah ini'
Sementara itu, Kivandra tidak mungkin membiarkan kesempatan emas ini terlewat begitu saja. Dia melanjutkan permainan bibirnya itu. Naya mulai memejamkan matanya saat bibir suaminya menempel dan lidah Kivandra bermain di dalam rongga mulutnya.
Naya bukannya menikmati permainan itu, lebih tepatnya dia merasa malu. Benar-benar malu, karena ini pertama kali dalam hidupnya dikecup oleh seorang pria. Kemudian Kivandra menggendong tubuh ramping Naya ke ranjang berukuran king size dan memulai aksinya.
Setelah beberapa menit kemudian, Naya mendorong tubuh Kivandra sampai terjatuh. Naya segera mengambil selimut tebal dan menutupi tubuhnya. Sedangkan Kivandra bangun kembali dan mendekati Naya seraya menarik selimut yang menutupi tubuh seksi Naya. Lagi-lagi Naya selalu berada di kukungan suaminya.
__ADS_1
Naya tidak mau pasrah begitu saja membiarkan suami arrogant itu mengambil haknya, perlahan Naya merosot ke bawah. Kejadian tak terduga terjadi, Naya tidak sengaja melihat dan berpapasan dengan sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat. "TIDAK!" teriak Naya dengan memejamkan matanya.
***