
Kivandra menarik Naya ke dalam pelukannya dan membisikkan sesuatu. "Nay, mulai hari ini aku akan menunjukkan diriku yang sebenarnya."
Kivandra melepaskan pelukannya. Naya terdiam bak patung, dia tidak mengatakan apapun pada Kivandra. 'Apa maksud ucapan Tuan muda? Ada apa ini sebenarnya? Kenapa dia mengajakku ke tempat seperti ini?'
"Ingatlah, Naya. Mulai malam ini, jangan memanggilku Tuan muda lagi. Panggil aku dengan sebutan yang lain," bisik Kivandra lagi.
"Iya, Mas. Naya paham," jawab Naya.
"Ayo, akan kuperkenalkan dirimu pada teman-temanku." Kivandra memegang tangan Naya dan membawanya bergabung dengan teman-temannya.
Begitu Kivandra sudah sampai di hadapan teman-temannya, semua orang yang ada di kapal saat ini tertuju pada Naya. Kenapa? Karena Naya adalah gadis yang masih sangat belia. Bukan hanya itu saja, malam ini Naya terlihat sangat cantik.
Badannya yang ideal serta dress-nya yang cocok ditubuhnya membuat Naya terlihat bak seorang model. Mereka tidak tahu jika wanita yang saat ini sedang bersama Kivandra adalah gadis yang berasal dari kampung. "Woiiy, Kivan! Siapa gadis cantik yang lo bawa ini? Apa ini target lo selanjutnya?" tanya seorang pria bernama Rico. Dia menatap nakal ke arah Naya, dia memang pria playboy yang sering bermain dengan banyak wanita.
"Ric, jaga mata lo! Jangan liatin istri gue kek gitu!" tegas Kivandra.
Semua orang yang mendengar ucapan Kivandra, membulatkan matanya. Tidak terkecuali dengan Naya. Dia juga sama terkejutnya dengan teman Kivandra yang lainnya. Sebab, ini hal pertama kalinya Kivandra mengakui dirinya sebagai seorang istri. Ingin rasanya Naya bertanya pada suaminya. Namun, dia urungkan niatnya.
"Apa? Istri?" Rico terlonjak kaget.
__ADS_1
Rico belum pernah mendengar hal ini yang keluar dari bibir seorang Kivandra. Bukan hanya Rico, tapi semua teman Kivandra yang lain ikut terkejut dengan ucapan Kivandra. Sementara itu, Kivandra hanya tersenyum. Dia sudah menduga kalau reaksi ini akan terjadi.
"Sorry, gue lupa memperkenalkan istri gue. Baiklah, kenalin ini istri gue Kanaya, kami sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Pernikahan kami begitu mendadak," jelas Kivandra.
"Tega lo, kenapa enggak undang kami semua ke pesta pernikahan lo?"
"Barusan gue bilang kalau pernikahan kami itu mendadak, lagian pernikahan kami juga tidak mewah."
"Why? Apa cewek lo hamil duluan?" celetuk Rico.
"Sembarangan! Bukan begitu, kami menikah karena saat itu permintaan Grandpa yang mendadak. Tadinya gue mau membuat pernikahan yang megah tapi waktunya tidak mepet," jelas Kivandra.
Naya hendak berjabat tangan dengan Rico tapi Kivandra yang berjabatan tangan dengan Rico lebih dulu. "Naya!" Kivandra menatap tajam ke arah Rico.
"Astaga, sampai segitunya lo, Kivan. Tenang aja, gue enggak bakalan macam-macam kok sama ratu lo, haha." Rico tertawa meledek.
Tiba-tiba datang Alice dan menyenggol Naya dari samping Kivandra. Naya menoleh ke arah Alice. Ingin rasanya dia menjambak rambutnya saat ini juga tapi, dia tidak ingin mempermalukan suaminya karena sikap cemburu. Kivandra tidak mungkin membiarkan Naya terkucilkan seperti ini.
Dia berjalan mendekati istrinya dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Naya. Naya menatap tangan Kivandra yang sedang melingkar. Kemudian tatapan itu beralih ke matanya Kivandra.
__ADS_1
Kivandra menatap teduh istrinya, di dalam matanya dia berusaha menunjukkan cinta yang mulai tumbuh itu. Sementara semua orang yang melihat ini bersorak. Bagi teman Kivandra, moment seperti ini itu adalah moment paling langka karena selama ini Kivandra belum pernah menatap seorang wanita dengan tatapan teduh seperti ini.
"Cium! Cium! Cium!" teriak semua orang dengan sangat antusias.
Sedangkan Alice, dia hanya menyinggungkan senyumannya seraya memicingkan mata ke arah Kivandra dan Naya. "Aku yakin jika mereka tidak akan melakukan itu! Pernikahannya hanyalah pura-pura!" gumam Alice dengan pelan.
Namun, Kivandra mendengar gumaman Alice. Tanpa berpikir panjang dia langsung menarik pinggang Naya dan memiringkan wajahnya. Sehingga bibir Kivandra menyentuh bibir istrinya. Mata Naya membola dengan sempurna.
Sebelum menciuumnya, Kivandra mengatakan sesuatu. "Aku mencintaimu, Naya!"
Deg! Deg!
Jantung Naya langsung berdegup dengan kencang. Wajahnya sudah merona bak kepiting rebus. Tanpa membuang waktu lagi, Kivandra langsung menciuum bibir Naya dengan sangat lembut. Dia ingin membuat Alice merasa tertampar kenyataan dengan apa yang dia lihat malam ini.
Naya tidak bisa membalas ciumaan Suaminya, sebab dia tidak tahu cara berciumaan itu seperti apa. Naya hanya mengikuti arahan yang suaminya berikan padanya. Semua orang mengabadikan moment ini dengan memotretnya.
Berbeda dengan Alice, saat ini hatinya terasa panas melihat pria yang dia cintai menciuum wanita lain yang merupakan istri sahnya. Kivandra sekilas melihat wajah Alice terlihat merah padam seperti menahan amarahnya. Itulah tujuan Kivandra membuat pesta ini, bertujuan untuk menyadarkan Alice serta dia ingin mengumumkan tentang pernikahannya dengan Naya. Bukan hanya itu, Kivandra juga ingin mengungkapkan perasaannya pada Naya.
****
__ADS_1