Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 57 > Diprank Suami


__ADS_3

Di pagi hari ....


Sinar mentari telah bersinar menyinari jendela kamar Kivandra. Sinar yang berasal dari pantulan cermin ini membangunkan Kivandra yang masih tertidur pulas bersama istrinya. Setelah membuka kedua matanya, dia memandang teduh wajah istrinya yang tampak kelelahan.


Jangan ditanya, kenapa kelelahan karena sudah jelas semalam mereka berdua melakukan hubungan suami istri. Kivandra tidak memberi celah sedikit pun untuk Naya tidur lebih awal. Dia terus menggempur istrinya sampai pagi. Itulah kenapa di jam 10.00 pagi ini mereka masih tidur.


Sambil menunggu istrinya bangun, Kivandra mandi lebih dulu. Setelah beberapa saat, Naya bangun. Dia membuka kedua matanya dan melihat tubuhnya yang hanya tertutupi selimut.


Senyuman mengembang di bibirnya yang tipis. Dia teringat moment semalam yang dia lakukan dengan suaminya. Dia pun menutup wajahnya dengan selimut saking malunya mengingat moment itu. Wajahnya kembali merona mengingat kejadian malam pertamanya.


Tak lama kemudian, Kivandra keluar dari kamar mandi. Seketika Naya langsung kembali pura-pura tidur. Dia belum siap untuk melihat suaminya. Apalagi mengingat jika malam itu, dirinya begitu agresif.


Namun, meskipun dia pura-pura tidur, Kivandra mengetahui jika istrinya sudah bangun dan hanya berpura-pura tidur saja. Kivandra membiarkan istrinya untuk bersandiwara. Sedangkan dia memakai pakaian lebih dulu dengan menghadap ke cermin meja rias membelakangi Naya. Setelah selesai memakai celana, dia hendak memakai kemeja tapi, di sela-sela itu, dia justru melihat istrinya yang sedang mengintip dari balik selimut.


'Menggemaskan sekali, istri kecilku ini.' Kivandra tersenyum menyimpulkan.


Sesekali Kivandra melihat jika mata Naya berkedip beberapa kali dan tertegun melihat tubuhnya yang sangat atletis itu. "Kau sudah bangun, Sayang," ucap Kivandra seraya memakai kancing kemejanya satu persatu dan menatap ke arah istrinya dari pantulan cermin.


Naya langsung ketar ketir begitu mendengar pertanyaan suaminya. Dia benar-benar merasa malu saat Kivandra mengetahui jika dirinya sedang memperhatikan tubuh suaminya. Naya tidak menjawab ucapan suaminya, dia hanya membalasnya dengan senyuman.


'Bodoh sekali, bisa-bisanya aku tidak menyadari jika Mas Kivan mengetahui aku sedang memperhatikannya,'


Selesai memakai kemejanya, Kivandra pun berjalan menghampiri istrinya. Dia duduk di tepi ranjang dan memandang istrinya dengan tatapan yang teduh. Perlahan dia mengelus lembut wajah Naya dan tersenyum.


"Mas Kivan kenapa? Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Naya.


"Di matamu ada kotoran," ucap Kivandra dengan menjahili istrinya.


Mendengar itu tentu saja Naya langsung terperanjat bangun dan berlari ke arah cermin untuk memastikan perkataan suaminya. Apakah benar jika di matanya ada kotoran. Begitu Naya berlari ke arah cermin, Kivandra tertawa gemas melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan itu.


"Astaga, Sayang. Kau lucu sekali." Kivandra tertawa terbahak-bahak dengan memegangi perutnya.

__ADS_1


Menurutnya ini sangat lucu. Bagaimana tidak, istrinya berlari tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Dan yang paling lucunya itu, Naya tidak menyadari hal itu.


"Aargghh!" teriak Naya seraya menyilangkan tangan di dada dan menutupi bukit gundulnya.


Naya baru menyadari pada saat dia sedang bercermin untuk memastikan kotoran di matanya, seperti yang suaminya bilang tadi. Namun, bukan kotoran yang dia lihat melainkan tubuh polosnya yang dia lihat. Kivandra yang melihat keterkejutan istrinya langsung membawa satu handuk dan menutupi tubuh istrinya dengan handuk yang dia bawa.


"Kau tau, Sayang? Kau itu wanita yang paling menggemaskan yang pernah aku temui di dunia ini. Kau selalu saja membuatku tertawa gemas melihat tingkahmu yang super lucu itu." Kivandra memeluk Naya dan mencium keningnya.


"Selain Tuan Alien, ternyata Mas itu cocok untuk dipanggil Tuan Jahil. Seneng banget liat istrimu seperti ini." Naya mengangkat wajahnya dan menatap suaminya dengan mengerucutkan bibirnya.


"Maafin aku ya, aku tidak tahu jika kau akan langsung berlari untuk memastikan ucapanku. Kau ini, bisa-bisanya tidak menyadari jika tubuhmu belum memakai pakaian." Kivandra masih tertawa kecil.


"Aku tadi malu tau, Mas. Aku kira beneran ada kotoran di mataku taunya Mas cuma prank aku." Naya menjebik.


"Haha, maafin aku ya, Sayang." Kivandra menangkup kedua pipi istrinya.


Cup!


Satu kecupan mendarat di bibirnya Naya. "Mas, aku mandi dulu ya."


"Mas, jangan gitu dong. Aku belum mandi, bau loh," timpal Naya.


"Enggak apa-apa, ayo kiss dulu setelah itu aku lepasin." Kivandra menyodorkan pipinya untuk Naya cium.


Namun, begitu Naya hendak menciumnya, dengan cerdasnya dia membalikkan pipinya sehingga ciumaan Naya mendarat tepat di bibir Kivandra. "Ih Mas mah," rengek Naya yang lagi-lagi kena prank suaminya.


****


Buana Home ....


Sebuah mobil terparkir di depan mobil Buana Home. Kemudian, keluar seorang pria tampan yang tidak lain dan tidak bukan adalah Farel. Dia berjalan memasuki rumah Tuan Liam.

__ADS_1


Setelah memasuki rumah, Farel hendak menemui Tuan Liam di ruangan pribadinya. Namun, tiba-tiba dia berpapasan dengan gadis cantik dan terlihat usianya yang masih muda. Tentu saja Farel yang melihat gadis cantik itu langsung bertanya-tanya di dalam hatinya.


'Siapa gadis ini? Apakah dia keluarga Tuan Liam?'


Sementara itu, gadis yang berpapasan dengan Farel hanya melemparkan senyumannya yang manis. Farel membalas senyuman itu, lalu dia melanjutkan langkahnya menuju ruangan Tuan Liam. Begitu sampai di depan ruangan tuannya, Farel segera mengetuk pintunya.


Tok! Tok! Tok!


Farel mengetuk pintunya sebanyak tiga kali. "Masuklah," ucap Tuan Liam dari dalam ruangan.


Setelah mendengar itu, Farel membuka pintunya dan masuk. "Permisi, Tuan Liam." Farel menundukkan kepalanya tanda hormat.


"Farel, kapan kau pulang?" tanya Tuan Liam seraya menutup dokumen yang sedang dia baca.


"Baru saja, Tuan. Oh iya Tuan muda dan Nona muda masih di kampung, mereka ingin menghabiskan waktu bersama di sana. Mungkin mereka akan kembali dalam beberapa hari lagi," jelas Farel.


"Baguslah jika Kivandra merasa betah di sana dan ingin menghabiskan waktu di sana bersama istrinya. Mungkin dengan begitu, dia akan sedikit mempelajari sesuatu ketika berada di kampung istrinya. Kau duduklah, saya ingin bermain catur denganmu." Tuan Liam mempersilakan Farel untuk duduk di sofa yang berada di ruangannya.


Tuan Liam pun beranjak dari kursi kerjanya dan berjalan menuju sofa. Mereka duduk secara bersamaan dan duduk di kursi yang saling berhadapan. Saat ini di meja sudah ada catur yang siap untuk mereka mainkan.


"Tuan, saya tadi berpapasan dengan gadis muda di rumah ini. Apakah gadis itu keluarga Tuan?" tanya Farel dengan wajahnya yang penasaran.


"Oh gadis itu. Dia bukan keluargaku tapi ART baru di Buana Home. Nama gadis itu Yumna, dia yang akan menggantikan pekerjaan Nek Aminah karena Nek Aminah sudah tidak bekerja lagi di rumah ini," jelas Tuan Liam.


"Kalau boleh saya tahu, berapa usia gadis itu, siapa tadi namanya Yum--"


"YUMNA," sela Tuan Liam.


"Nah iya, Yumna." Farel menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari cengengesan.


"Dia masih muda. Usianya kalau tidak salah sekitar 21 tahun."

__ADS_1


"21 tahun?" Farel tercengang mendengar usia gadis itu.


****


__ADS_2