Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 40 > Belajar Menyetir


__ADS_3

"Kivan, hari ini Mami ingin kamu mengajari Naya cara mengemudi," ucap Mami Thalia.


"Apa? Kivan? Kenapa harus Kivan?" Kivandra membelalakkan matanya.


"Apa kau menolak permintaan Mami, Kivan?" Mami Thalia menatap tajam ke arah Kivandra.


"Bukan begitu, Mami. Kivandra 'kan harus ke kantor."


"Urusan kerjaan biar Grandpa aja yang urus. Kau pergilah bersama istrimu. Ajari Naya mengemudi, sesekali tunjukkan Naya dunia luar agar dia terbiasa," timpal Tuan Liam.


Mau tidak mau, Kivandra harus menuruti permintaan Mami dan Grandpa. "Baiklah, kalau kalian sangat ingin aku mengajari Naya. Aku akan mengajarinya. Aku tunggu kau di basement," ucap Kivandra pada Naya.


Kivandra beranjak dari duduknya dan berjalan menuju basement. Sementara itu Naya menatap kepergian suaminya dengan wajah yang keheranan. 'Ada apa dengan Tuan muda? Tumben sekali dia tidak protes? Sepertinya otak dia sedang koslet,'


"Habiskan sarapannya, Nay!" Mami Thalia menatap Naya yang tatapannya masih tertuju pada Kivandra.


"Eh ... iya, Mami." Naya tersenyum dan segera menghabiskan sarapannya.


Selesai menghabiskan sarapannya, Naya berpamitan kepada Tuan Liam dan Mami Thalia. "Naya berangkat dulu ya, Mami-Grandpa."


"Iya, hati-hati di jalannya."


"Iya Mami." Naya pergi menuju basement khusus mobil Kivandra.


Sesampainya di basement, Naya mencari Kivandra. Tiba-tiba terdengar suara klakson, Naya menoleh ke salah satu mobil yang lampunya menyala. Dengan cepat Naya berjalan mendekati mobil itu.


"Kenapa diam aja? Buruan masuk!" perintah Kivandra seraya membuka pintu mobilnya.


Naya terlonjak kaget melihat pintu mobil Kivandra yang membukanya ke atas. "Wah, mobil ini aneh sekali. Mobil ini persis seperti mobil di film-film." Naya membulatkan matanya dengan sempurna.

__ADS_1


"Malah melongo kek gitu, buruan masuk! Mau masuk atau aku tinggal nih?" ancam Kivandra.


"Iya, iya. Naya masuk." Naya langsung masuk dan duduk di sebelah Kivandra.


Kivandra menutup pintu mobilbya, lalu dia melajukan mobilnya. Naya kebingungan dengan mobil yang dia tumpangi. Melihat istrinya yang terlihat bingung, Kivandra pun menoleh.


"Kenapa wajahmu seperti orang kebingungan?" tanya Kivandra dengan mata yang masih fokus pada jalanan.


"Naya teh bingung, kenapa Tuan Muda beli mobil yang jelek kek gini? Ini mobil enggak normal, aneh pula."


"Apa? Kau bilang apa? Mobilku jelek, tidak normal dan aneh?" Kivandra memelototi Naya.


"Sembarangan sekali kau, mobil ini harganya sangat mahal."


"Mahal kalau jelek percuma. Buang-buang uang saja," celetuk Naya.


"Jeleknya di mana?"


"Astaga kau ini norak sekali. Coba mau perhatikan ini baik-baik!" Kivandra menutup atap mobilnya.


Naya membungkam mulutnya. Ternyata dugaannya salah, Naya cengengesan saat melihat Kivandra menatap dia dengan tatapan yang sinis. "Hehe Naya salah. Mobil Tuan muda sangat unik." Naya mengacungkan kedua jempolnya.


"Ck, tadi ngatain mobilku jelek," Kivandra berdecak.


"Maaf, Naya salah. Oh iya, Tuan muda ...."


"Apa?"


"Apakah mobil ini bisa berubah?" tanya Naya, konyol.

__ADS_1


"Berubah bagaimana maksudmu?" tanya Kivandra, heran.


"Apa mobil Tuan Muda juga bisa berubah menjadi robot? Soalnya Naya pernah nonton film transformer dan mobilnya mirip sekali dengan mobil Tuan muda."


"Astaga, Naya! Kau ini bodohnya tingkat dewi! Di dunia nyata mana ada mobil yang bisa berubah. Jangan ngadi-ngadi kamu. Itu hanya di film saja," jawab Kivandra disertai dengan kepalanya.


"Hehe, kali aja mobil Tuan muda juga bisa berubah." Naya tertawa luas.


***


Setelah beberapa menit kemudian, Naya dan Kivandra sudah sampai di jalanan khusus belajar mobil. Kivandra menepikan mobilnya dan keluar. Begitupun dengan Naya.


Mereka keluar dan berpindah posisi. Kali ini Naya yang akan menyetir. Ada sedikit rasa takut pada diri Naya karena ini pertama kalinya akan menyetir.


"Tenanglah. Tidak perlu takut, ada aku di sini yang akan mengajarimu. Tarik napas lalu buang. Sebelum itu berkonsentrasi dan lihat ke depan. Perhatikan jalanan dengan baik!" tutur Kivandra.


"Huft! Bismillah, Naya pasti bisa!" Naya menghembuskan napasnya kasar.


Perlahan Naya mulai menghidupkan mesin mobilnya. Dia menginjak pedal gas secara perlahan. Mobil melaju begitu lambat.


Naya melajukan mobilnya dengan kecepatan yang begitu lambat. Kivandra masih bisa memaklumi itu. "Tuan muda, ke arah mana kita akan pergi?" tanya Naya tanpa menoleh.


"Lurus terus nanti di depan sana ada pertigaan. Kemudian belok kanan," jawab Kivandra.


"Baik, Tuan muda."


Naya terlihat sudah mulai nyaman menyetir mobil. Tepat sebelum pertigaan, Naya menyalakan sen kanan. Setelah itu barulah Naya membelokkan mobilnya.


"Bagus. Belokanmu sudah mulus. Nanti di depan sana ada resto, kita beristirahat dulu sambil makan," ujar Kivandra.

__ADS_1


"Baik, Tuan muda."


***


__ADS_2