Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 37 > Tingkah Konyolnya Kumat!


__ADS_3

Saat ini Naya telah menjadi pusat perhatian banyak orang di mall. Bukan karena cantik saja tapi, saat ini Naya tidak mengenakan alas kaki. Terlebih lagi Naya bertingkah konyol membuat orang yang melihat dan mendengar ucapan Naya ikut tertawa.


"Lihatlah, wajah saja yang cantik tapi sikapnya norak!" celetuk seorang wanita yang melewati Naya.


"Nay, tutup telingamu! Jangan didengar dan dimasukan ke dalam hati ucapan orang itu. Ayo," ajak Chiko.


Naya mengangguk. Dia memegang lengan Chiko kuat-kuat pada saat kakinya mulai menginjak eskalator. "Wah, ini menakutkan." Naya menutup matanya.


Sementara itu, orang yang melihat Naya asyik menertawakan kekonyolan Naya. Chiko menepuk jidatnya sendiri. Dia sedikit malu, tapi mengingat jika Naya adalah istri dari sahabatnya, dia pun tidak masalah jika dia merasa malu sedikit saja. Dia yakin jika Naya akan berubah seiring berjalannya waktu. Naya hanya perlu beradaptasi saja.


"Buka matamu, jika kau menutup mata seperti ini maka dagingmu bisa tergiling nanti," bisik Chiko dengan menakut-nakuti Naya.


Otomatis Naya langsung membuka matanya. Dia menatap serius ke arah Chiko. "Benarkah? Dagingku akan tergiling jika aku menutup mata?" tanya Naya dengan keluguannya yang sedikit bodoh.


"Astaga kau ini. Aku bercanda, Nyonya Kivan! Sudah, jangan banyak bicara, ayo." Chiko menarik pelan tangan Naya dan membawanya ke toko heels.


"Duduklah! Akan kupilihkan heels yang cocok untukmu," ucap Chiko seraya menunjuk ke arah kursi.


Naya mengangguk dan duduk. Sementara itu, Chiko memilih heels yang berpadu dengan warna dress Naya. Setelah pilihannya merasa cocok, Chiko membawa heels itu pada Naya untuk mencobanya terlebih dahulu sebelum dibeli.


"Kak Chiko, ini 'kan heels Naya. Kok bisa ada di toko ini?" Naya membelalakkan matanya melihat heels yang dibawa Chiko sama persis dengan heels miliknya.


"Apakah ini sama persis dengan heels-mu yang hilang?" tanya Chiko.

__ADS_1


Naya mengangguk cepat. "Iya, Naya yakin ini teh heels Naya. Tapi, kok bisa ada di toko ini sih?"


"Sayangnya ini heels bukan milikmu. Heels Ini milik toko ini, dan kau lihat ini! Masih terpasang no size-nya. Itu tandanya heels ini baru dan kebetulan heels ini memang sama persis seperti heels-mu yang hilang." Chiko menunjukkan no size heels itu pada Naya.


"Hehe, maaf." Naya cengengesan.


"Coba pakai heels ini, cocok tidak dengan kakimu!" Chiko jongkok dan mengambil kaki Naya dan memakaikan heels di kaki Naya.


"Kak, itu tidak sopan. Naya bisa memakainya sendiri," ucap Naya.


"Sudah, tidak apa-apa."


Setelah heels itu melekat di kaki Naya, Naya pun berdiri dan coba berjalan. "Bagaimana? Apakah ukurannya pas di kakimu?" Chiko menatap ke arah Naya yang terus menatap heels-nya.


"Mbak, saya mau heels yang ini. Berapa?" tanya Chiko ada pelayan toko.


"Ini 1,5 juta, Tuan," jawab pelayan itu.


Naya yang mendengar harga heels langsung membelalakkan matanya serta membungkam mulutnya. Naya mendekat ke arah Chiko. "Kak, ini sangat mahal. Sebaiknya kita cari toko yang lain aja. Kita beli heels yang seratus ribuan saja," bisik Naya.


"Diamlah," bisik Chiko. Dia menggelengkan kepalanya.


Chiko mengeluarkan dompetnya, lalu dia memberikan kartu credit pada pelayan itu. Sambil menunggu transaksi pembayaran, Chiko berbisik di telinga Naya.

__ADS_1


"Jaman sekarang tidak ada heels yang harganya seratus ribu. Seratus ribu itu hanya cukup untuk membeli martabak biasa, kau paham!"


"Tempat macam apa ini, semuanya mahal. Di kampung Naya bahkan ada sandal yang harganya tiga puluh lima ribu," celetuk Naya.


"Kampung dan kota sangat berbeda Naya! Jangan samakan itu. Tentunya kualitas di sini lebih bagus dan ini barang import!" tegas Chiko.


"Benarkah? Tapi, setahu Naya import itu bukannya bandara ya?" Naya menatap Chiko.


"Oh ya ampun, gadis macam apa kau ini." Chiko mulai geram dengan tingkah Naya.


"Dengarkan aku baik-baik! Bandara itu AIRPORT bukan IMPORT!" tegas Chiko sedikit mendengus kesal.


"Kakak marah sama Naya?" tanya Naya tanpa dosa.


"Naya, aku mohon padamu. Berhenti membuatku kesal! Kepalaku rasanya mau pecah mendengar ocehanmu ini." Chiko menangkup kedua pipi Naya.


"Ini Tuan." pelayan itu memberikan kartu credit Chiko.


Chiko mengambilnya, lalu di membawa Naya pulang. Dia tidak ingin berlama-lama dengan Naya. Tingkah Naya yang mulai membuatnya kesal dan pusing. Dia belum pernah melihat gadis sebawel dan sekocak ini. Dia juga tidak habis pikir, kenapa sahabatnya mau menikah dengan gadis lugu seperti Naya yang bahkan belum mengenal dunia dengan baik.


Sesampai di basement, Chiko dan Naya masuk mobil. Tanpa membuang waktu lagi, Chiko melajukan mobilnya. Dia ingin cepat-cepat mengantarkan gadis kocak ini kembali pada pemiliknya, yaitu Kivandra.


***

__ADS_1


__ADS_2