Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 50 > Pria Second


__ADS_3

Pagi Hari ....


Saat ini Naya tengah menyisir rambutnya di depan meja rias. Sedangkan, Kivandra baru selesai mandi. Dia mendekati Naya dengan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya. Sementara dada bidang dan roti sobeknya terpampang jelas.


Naya melihat tubuh atletis suaminya melalui pantulan cermin. Wajahnya langsung berubah merona disertai debaran jantungnya pada saat kedua tangan Kivandra memegang bahu Naya. Naya langsung menundukkan kepalanya, dia benar-benar malu melihat suaminya yang tidak mengenakan pakaian.


"Ada apa? Kenapa terlihat gelisah?" Kivandra memeluk istrinya dari belakang.


Deg!


Jantung Naya benar-benar tidak aman sekarang. Bisa-bisa dia tremor sama suaminya sendiri. 'Ya Tuhan, aku bisa mati jika terus seperti ini.'


"Mas, pakai bajumu! Aku mau pergi ke pasar," ucap Naya seraya melepaskan tangan suaminya yang melingkar di tubuhnya. Kemudian dia beranjak dari duduknya.


"Tetap di sini! Aku akan pakai baju dengan cepat, aku juga akan ikut ke pasar," ujar Kivandra.


"Apa?" Naya yang saat ini sedang tertunduk malu langsung mengangkat wajahnya dah menatap suaminya.


'Sejak kapan dia mau pergi ke pasar?'


"Iya, aku akan menemanimu ke pasar. Kau jangan menolaknya!"

__ADS_1


"Tapi, apa Mas yakin akan menemaniku ke pasar? Di pasar becek dan bau loh," timpal Naya sembari menakut-nakuti suaminya agar dia tidak ikut.


Bukan dia tidak ingin suaminya ikut, sebenarnya dia senang jika Kivandra ikut hanya saja untuk saat ini hatinya sedang dalam bahaya. Dia terlalu gugup jika terus berdekatan dengan suaminya.


"No problem! Aku akan tetap ikut, aku akan membiasakan hal itu." Kivandra mengambil pakaiannya dan meletakkan di ranjang.


"Ya sudah, jika Mas mau ikut. Naya tidak akan melarangnya," ucap Naya.


Kivandra dengan santainya membuka handuk yang menutupi tubuh bagian bawah. Naya terlonjak kaget. "Mas!" pekik Naya sembari menutup matanya.


"Apa yang Mas lakukan? Apa Mas tidak malu membuka itu di hadapanku?"


"Kenapa harus malu? Sekarang aku sepenuhnya milikmu. Apa kau lupa, jika kita sudah menikah? Ngapain mesti malu? Biasakan untuk melihat tubuh ini, istri kecilku." Kivandra berjalan mendekati Naya.


"Kenapa? Kenapa kau terlihat sangat takut. Cobalah lihat sekali saja, wanita lain saja sampai mau mengantri untuk melihat tubuhku. Tapi, kenapa istriku sendiri tidak mau melihat tubuhku?" pancing Kivandra agar Naya mau melihat tubuhnya.


"Apa? Jadi, Mas suka liatin tubuhmu pada wanita lain?" Naya kesal mendengar itu sampai dia pun membuka matanya dan menatap suaminya. Begitu matanya terbuka, alangkah terkejutnya dia melihat suaminya yang belum mengenakan pakaian dan barang berharga suaminya terlihat jelas di mata Naya.


"Aaarrgghhh!" teriak Naya seraya berlari meninggalkan suaminya. Dia keluar dari kamar dan pintunya terbuka lebar.


Kivandra yang saat ini belum mengenakan pakaian langsung ketar-ketir mengambil handuknya kembali untuk menutupi tubuhnya. Untung saja tidak ada yang melewati kamarnya, jika tidak harga dirinya akan jatuh. Bukan hanya itu, mungkin dia akan merasa malu 7 turunan.

__ADS_1


"Astaga gadis kocak itu. Dia kejam sekali, sudah tahu suami belum memakai pakaian maen dibuka saja itu pintu." Kivandra menggelengkan kepalanya seraya menghela napas panjang.


****


Naya berlari menuruni anak tangga. Wajahnya merona bak kepiting rebus. Dia berlari ke dapur dan meneguk segelas air putih dengan durasi yang cepat.


"Woah, Mas Kivan sudah tidak waras! Dia benar-benar menakutkan jika di kamar, lebih baik dia menjadi Kivandra yang galak dari pada menjadi suami yang seperti ini. Ini sangat mengerikan." Naya menggidikkan bahunya.


Tiba-tiba Farel datang dan tertawa kecil. Dia memperhatikan Nona muda Naya yang sedang menggerutu. Farel berdiri tepat di belakang Naya.


"Apa yang terjadi, Nona muda? Apa Tuan muda berbuat sesuatu?" pancing Farel.


"Kau tahu, Kak Farel? Dia sudah tidak waras! Bagaimana bisa dia memakai pakaian di depanku, dia sudah tidak punya malu. Dia juga mengatakan jika banyak gadis yang mengantri hanya ingin melihat tubuhnya. Dia kira dia dagangan apa yang bisa dilihat banyak orang." Naya kesal dengan menghembuskan napasnya yang kasar.


"Haha, itu semua tidak benar. Tuan muda itu pria yang baik. Dia tidak pernah menunjukkan tubuhnya pada siapapun kecuali Nona muda. Memang benar, banyak gadis yang ingin mengencani Tuan muda tapi, tidak ada satupun gadis yang berhasil meluluhkan hatinya. Dan gadis yang pertama kali berhasil meluluhkan hatinya adalah Nona muda sendiri. Nona muda ini lucu sekali, kenapa harus lari jika suamimu menunjukkan barang berharganya? Kalian ini suami istri kenapa malah main kejar-kejaran," kekeh Farel.


"Jadi, apa yang dia katakan itu bohong? Semua itu tidak benar?" Naya menatap Farel.


"Astaga, tentu saja itu tidak benar."


"Ah, syukurlah. Aku hanya takut dinikahi pria second aja," celetuk Naya dengan ekspresinya yang polos.

__ADS_1


"Ya ampun, Tuan muda dikatain pria second. Durjana sekali kau Nona muda," Farel tertawa terbahak-bahak mendengar celetukan Nona muda Naya.


****


__ADS_2