
"Agni!" bentak Alice dari seberang telepon.
"Tidak, Alice! Sudah cukup! Aku tidak mau tinggal di Buana home lagi. Kau tau bukan, jika Akandra dan Naya sudah keluar dari rumah ini? Dia sudah pindah rumah, lalu untuk apa aku masih bertahan di rumah ini?" timpal Agni.
"Sabarlah dulu. Aku sedang memikirkan cara agar kau bisa dipindahkan ke rumah Kivandra dan menjalankan misiku kembali. Bertahanlah di rumah itu. Kalau perlu kau berpura-pura baik pada semua orang di rumah itu agar semua percaya padamu dan Tuan Liam sendiri yang akan menugaskanmu ke rumah Kivandra. Saat itulah misi kita dimulai."
"Okay, aku akan stay di Buana Home. Tapi, awas saja jika itu tidak berhasil. Akan aku tuntut kau, Alice! Sahabat enggak ada akhlak! Tutt!" Agni mengakhiri obrolannya.
Dengan kesal dia melemparkan ponselnya ke ranjang. Agni atau yang terkenal Yumna di Buana Home ini pun merebahkan diri di kasur dan menatap langit-langit kamarnya. "Gila, aku belum pernah membayangkan jika hidupku akan terjebak dalam misi gila si Alice. Awas saja jika rencana kali ini tidak berhasil, akan aku tuntut kau, Alice!" gumam Agni.
Tok! Tok! Tok!
Pintu kamarnya diketuk dari luar. Agni segera beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju pintu. Sebelum membuka pintu, dia mengatur napasnya terlebih dahulu serta ekspresi wajahnya agar tetap terlihat baik dan ramah.
Ceklek!
Agni memegang handle pintu dan membukanya. Terlihat seorang pria tampan yang tidak lain dan tidak bukan adalah Farel Darka Listu, yaitu orang kepercayaan Tuan Liam dan juga Tuan Kivandra. Agni mengerutkan keningnya melihat Farel yang tengah berdiri di depan kamarnya.
"Ada apa? Apa kau ingin membuatku malu lagi? Apa kau belum luas mempermalukanku di hadapan semua orang?" celetuk Agni dengan tatapan yang sinis.
__ADS_1
"Tenanglah dulu, Nona ART. Saya datang ke mari hanya ingin memberi tahumu jika Tuan Liam ingin bertemu denganmu. Beliau menyuruhmu datang ke ruang kerjanya," jelas Farel dengan nada bicara yang baik dan masih terkontrol.
"Ada apa? Apa Tuan Liam ingin memecatku?" tanya Agni pada Farel.
"Jangan tanyakan padaku. Temui saja, kau akan tahu nanti." Farel nyelonong pergi meninggalkan kamar Agni.
"Iih! Dasar nyebelin! Dasar cowok mayat!" pekik Agni pada Farel.
Setelah puas memaki Farel, dia pun menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju ruang kerja Tuan Liam. Dia merasa sedikit takut karena dia tahu seperti apa Tuan Liam jika marah. Agni bisa saja dijebloskan ke penjara jika Tuan Liam mau.
Dengan hatinya yang berkecamuk, tak terasa dia sudah sampai di depan pintu ruang kerja tuannya. Sebelum masuk, dia perlahan mengetuk pintunya terlebih dahulu. Setelah ia mengetuk pintu sebanyak tiga kali, barulah dia mendengar sahutan Tuan Liam.
Agni pun membuka pintu secara perlahan. Setelah itu, dia menutup kembali pintunya. "Kemarilah!" perintah Tuan Liam.
Agni hanya menuruti perintah tuannya dengan berjalan mendekati meja kerja Tuan Liam dengan kepala yang tertunduk. Dia benar-benar takut, bukan takut kehilangan pekerjaan akan tetapi dia takut dihukum atas apa yang dia lakukan akibat perintah Alice. Tuan Liam menatap tajam Agni yang tengah berdiri di hadapannya.
'Haruskah aku jujur saja jika semua ini atas permintaan Alice? Tapi, jika aku bilang begitu maka siapa yang akan membiayai pengobatan ayahku kalau bukan Alice?' Agni bermonolog dalam lamunannya.
"Apa kau tahu kenapa saya memanggilmu ke mari?" tanya Tuan Liam.
__ADS_1
Agni dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Tidak, Tuan. Farel tidak memberi tahu saya," jawab Agni dengan kepala masih tertunduk.
"Bagus. Sekarang kau duduklah dan satu lagi ... angkat kepalamu dan tatap mata saya jika saya sedang berbicara!" tegas Tuan Liam.
Seketika Agni langsung mengangkat wajahnya dan menatap tuannya. "Baik, Tuan. Maafkan saya," ucap Agni.
"Saya tidak akan bertele-tele. Saya memintamu ke mari hanya ingin tanyakan sesuatu. Dan kau harus menjawabnya dengan jujur."
"Saya akan menjawabnya dengan jujur, Tuan."
"Apa tujuanmu melamar pekerjaan di Buana Home? Apa kau datang ke mari karena diutus oleh Alice untuk menghancurkan rumah tangga cucuku?"
Deg!
'Dari mana Tuan Liam tahu jika Alice yang menyuruhku dengan memasuki Buana Home?'
****
Stay tune :)
__ADS_1