Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 14 > Mimpi Yang Tercyduk


__ADS_3

"Kivan!" panggil seorang wanita cantik seraya melambaikan tangan. Gadis itu duduk di kursi pojok ditemani dengan secangkir cappucino.


Pria yang bernama Kivan menoleh ke arah gadis itu, lalu dia berjalan menghampirinya dengan langkah kaki yang cepat. Terlihat jelas sebuah senyuman di bibir gadis itu untuk membuat Kivandra kembali luluh.


Kivandra berdiri tepat di hadapan gadis itu seraya menggebrak meja membuat gadis itu tersenyum licik. "Hei, apa yang kau lakukan? Tenanglah, lebih baik kau duduk dan temani aku minum." Gadis itu menaik-turunkan alisnya.


"Jangan bertele-tele! Katakan, apa maumu? Kenapa kau menghubungiku lagi, Nona Alice Claretta Diandra!" Kivandra menyorotkan tatapan matanya yang tajam.


Ternyata gadis itu tidak lain adalah mantan tunangan Kivandra yang menghilang setelah hubungannya kandas. "Aku mau kita balikan lagi kek dulu, kamu masih cinta 'kan sama aku?" tanya Alice disertai tatapan yang sedikit menggoda.


"Ck. Balikan?" Kivandra berdecak kesal seraya memutar bola matanya malas. "JANGAN HARAP! Asal kau tau saja, Nona ALICE! Aku sudah lama melupakanmu, aku sudah menyukai gadis lain yang lebih baik darimu!" tegas Kivandra dengan nada bicara yang marah. Dia terpaksa berbohong agar Alice percaya dan tidak berani mengganggunya lagi.


"Oh, jadi kamu lebih memilih menikah dengan gadis kampungan itu dari pada aku, eoh?" skak Alice.


Mendengar itu, Kivandra membulatkan matanya dengan sempurna. 'Bagaimana gadis beracun ini bisa tahu jika aku menikah dengan gadis aneh itu? Siapa yang memberi tahunya?'


"Tidak perlu terkejut seperti itu, Mantanku. Kamu mungkin bertanya-tanya, bagaimana aku bisa tahu mengenai pernikahan dadakanmu ini. Kamu jangan lupa, jika aku ini adalah ALICE. Apa sih yang tidak aku ketahui mengenai dirimu?" Alice mengedipkan sebelah matanya.


"Jika kau menghubungi hanya untuk membahas pernikahanku maka aku peringatkan padamu untuk tidak ikut campur mengenai pernikahanku! Kau sudah membuang-buang waktuku saja!" Kivandra geram mendengar perkataan gadis berbisa itu.


Tanpa berlama-lama lagi, Kivandra membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Alice. Dia berjalan dengan mengepalkan kedua tangannya. 'Siapa yang telah berani bermain-main denganku? Siapa yang telah memberikan informasi tentang kehidupanku padanya?'


"Mantanku, tunggu!" panggil Alice sedikit berteriak.


Kivandra menghentikan langkahnya, dia terdiam tanpa menoleh sedikitpun pada Alice. Saat ini Kivandra sudah berada di depan mobilnya. "Sayang, ayolah ... aku tahu jika kamu tidak mencintai gadis kampung itu, mana mungkin selera seorang Kivandra murahan seperti itu! Sudahlah, tinggalkan gadis kampung itu. Untuk apa kau masih mempertahankannya? Kau tau jika kau terus mempertahankan pernikahanmu, itu akan membuat hatimu terluka dan tersiksa," bujuk Alice seraya memegang lengan KIvandra.


Kivandra menghempaskan tangan gadis berbisa itu. "Apakah di rumahmu tidak ada cermin, Nona Alice?" Kivandra tersenyum smirk.

__ADS_1


Alice tentu saja mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari pria tampan dengan ciri khas senyuman yang mematikan itu. "Apa maksudmu, Sayang?" Alice terus mendekati Kivandra. Kali ini dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Kivandra.


"Menjauhlah dariku, gadis beracun!" Kivandra mendorong tubuh Alice dengan kasar.


Brugghh!


Alice terjatuh, bokongnya mencium aspal akibat dorongan dari Kivandra. Sementara itu, Kivandra tidak mempedulikan Alice. Dia hanya sibuk menepuk jasnya, menurutnya jas yang dia kenakan kotor karena Alice bersandar padanya. Kivandra perlahan berjalan mendekati Alice. Setelah sampai di hadapan Alice, dia berjongkok dan menatapnya dengan tatapan yang tajam.


"Aku tegaskan padamu, Nona Alice! Pernikahanku memang mendadak, aku memang belum bisa mencintai Naya tapi aku percaya jika pilihan Grandpa adalah yang terbaik. Tentunya Naya bukanlah gadis murahan seperti yang kau katakan tadi. Walaupun istriku sedikit kampungan tapi dia masih bisa menjaga kehormatannya. Seharusnya kau malu, Alice! Gadis murahan yang sebenarnya adalah dirimu! Kau tidak pantas menghina istriku seperti itu! Menyedihkan sekali hidupmu, aku harap kau bisa move on dariku!" skak Kivandra dengan senyuman meledeknya.


Alice diam tak berkutik, tubuhnya terasa lemas apalagi jantungnya serasa ditusuk dengan tombak. Dia masih setia duduk di atas aspal, matanya berkaca-kaca melihat kepergian mantan tunangannya. Tak lama kemudian, mata itu berubah menjadi merah tanda dia sudah mencapai puncak kemarahan. Kedua tangannya mengepal. "Kivandra, kau sudah melukai hatiku! Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada istrimu!" gerutu Alice seraya berdiri.


***


Sebuah mobil berhenti tepat di hadapan rumah mewah yang bertuliskan BUANA HOME ...


Buana Home sudah seperti kediaman para Mafia yang memiliki ruangan-ruangann yang luas. Buana Home juga memiliki basement yang berbeda. Sementara itu, Kivandra masuk melalui pintu privasi. Hanya dengan elevator dia bisa langsung berada di hadapan kamarnya.


Ting!


Pintu elevator terbuka, Kivandra keluar dan segera memasuki kamarnya. Begitu berada di kamarnya, dia terkejut bukan main pada saat melihat gadis yang dia tidak sukai ada di kamarnya. Naya tengah tertidur pulas dengan memeluk guling di sofa panjang.


Kivandra membuka sepatu dan menggantinya dengan sandal khusus di kamarnya. Perlahan dia berjalan mendekati Naya, dia berjongkok dan menatap Naya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Setelah memperhatikan wajah Naya, kini senyuman kecil mulai terlihat di bibir Kivandra. Entah dia mneyadarinya atau tidak. "Apa yang akan Tuan muda lakukan padaku? Apa Tuan muda lupa, jika pernikahan ini hanya di atas kertas saja? Jangan lakukan itu!" Naya mengigo dengan mata masih terpejam.


Kivandra mengernyitkan alisnya. "Hah? Dia bilang apa? Tentu saja aku tidak lupa, memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Kivandra dengan wajah yang heran.


"TIDAK!" teriak Naya.

__ADS_1


Kivandra otomatis terlonjak kaget dan tubuh Naya jatuh menimpa tubuh Kivandra. "Hei! Apa-apaan ini!" teriak Kivandra.


Naya yang masih mengumpulkan kesadarannya perlahan membuka mata dan mengelus jidatnya yang terjedag hidung mancung Kivandra. Naya membulatkan matanya, dia benar-benar terkejut saat melihat wajah suaminya. Dia seakan tidak percaya, kini tangannya mulai mengucek-ngucek matanya untuk memastikan jika apa yang dia lihat benar.


"Minggirlah, gadis aneh! Apa kau sudah gila? Tubuhku masih segel!" pekik Kivandra.


Naya langsung berdiri. Matanya terus berkedip dengan kedua tangan memegang dadanya. Saat ini Naya tengah menetralkan debaran jantungnya. 'Apakah aku bermimpi? Jadi Tuan muda dan aku tidak melakukan itu?' Naya bermonolog dalam lamunannya.


TAK!


Kivandra menyentil dahi Naya. "Apakah kau bermimpi jika kita melakukan malam pertama?" celetuk Kivandra dengan menatap tajam Naya.


Naya tertegun mendengar pertanyaan itu. 'Apa yang harus aku jawab? Haruskah aku jujur jika aku memang bermimpi seperti itu? Bagaimana jika Tuan muda marah?'


"Jangan melamun seperti orang bodoh! Katakan!" timpal Kivandra.


"Tidak tidak, Tuan muda. Aku tidak bermimpi seperti itu. Eumm ... apakah aku mengigo sesuatu? Apa aku mengatakan hal yang membuat Tuan muda marah?" bukannya menjawab, Naya malah balik bertanya.


"KONYOL! Kau bertanya padaku? Hah, gadis kocak. Sudahlah lupakan itu! Sekarang katakan, apa maksudmu dengan tidur di kamarku? Siapa yang telah mengizinkanmu untuk masuk ke kamarku? Dan kenapa barang-barangmu ada di kamarku?" tanya Kivandra. Naya dibanjiri banyak pertanyaan oleh Kivandra.


Naya kebingungan, dia bingung harus menjawab yang mana dulu. "Kenapa diam saja? Apa kau tuli?"


"Ih, nyebelin banget. Naya teh tidak tuli! Naya bingung atuh, Naya harus jawab pertanyaan Tuan muda yang mana dulu? Kalau nanya itu satu-satu, bikin pusing aja," celetuk Naya dengan nada bicara khas sundanya.


"Haha, aku lupa kalau kau itu gadis bodoh. Baiklah, sekarang katakan ... siapa yang telah mengizinkanmu masuk ke kamarku dan menaruh semua barang-barangmu di kamar ini?" Kivandra kembali bertanya disertai tawanya. Sedangkan Naya terlihat gugup, dia meremas jemarinya disertai keringat dingin.


***

__ADS_1


__ADS_2