
Mau tidak mau Agni pun akhirnya mengakui semuanya. "Iya, Tuan. Tujuan saya bekerja di sini hanya untuk menghancurkan rumah tangga Tuan Kivan. Dan saya disuruh oleh Alice untuk melakukan banyak hal selama saya berada di Buana Home. Saya minta maaf, Tuan. Saya tidak punya pilihan lain selain menurutinya," jelas Agni dengan perasaan harap-harap cemas.
"Saya sudah itu. Sejak awal saya sudah tahu jika kau datang ke mari bukan untuk bekerja melainkan untuk menggoda cucuku. Saya juga sudah menduga jika Alice lah yang telah menyuruhmu ke mari." Tuan Liam tersenyum.
"Jika Tuan sudah tahu, kenapa Tuan menerima saya di rumah ini?" Agni mengernyitkan kedua alisnya.
"Saya ingin tahu, seberapa gigih Alice dalam menghancurkan rumah tangga cucuku. Saya tidak pernah takut jika Alice mengirim banyak pelakor untuk menguji cinta cucuku dan juga Naya, sebab cinta mereka itu tulus. Sampai kapan pun tidak ada wanita lain yang bisa merusak hubungannya, termasuk juga kau Agni! Sekarang jelaskan, apa alasanmu menerima tawaran Alice? Apa kau diancam olehnya?" tegas Tuan Liam.
Gleuk!
Agni tertegun mendengar ucapan Tuan Liam. "Saya terpaksa melakukan ini, Tuan. Sebab saya sedang membutuhkan banyak uang untuk pengobatan Ayahku. Selama ini hanya Alice yang telah membiayai pengobatan Ayahku. Maka dari itu, saya menerima tawarannya ini. Saya minta maaf, Tuan. Sejujurnya saya tidak ingin melakukan ini apalagi merusak rumah tangga Tuan Kivan. Maafkan saya, jangan masukkan saya ke penjara," Agni menjelaskan sedetail mungkin disertai wajah yang memelas.
__ADS_1
"Saya sudah tahu itu, saya hanya ingin mendengar dari bibirmu saja. Saya akan memaafkan kau, Agni dan saya juga akan membiayai seluruh pengobatan ayahmu tapi, ada syarat." Tuan Liam tersenyum penuh misteri.
"Katakan, Tuan. Sebisa mungkin akan saya penuhi syaratnya."
"Kau harus berhenti bekerja untuk Alice dan bekerja lah untukku. Jika kau setuju kau akan aman berada di Buana Home serta seluruh beban keluargamu akan saya tanggung, termasuk biaya pengobatan ayahmu. Bagaimana?" tawar Tuan Liam.
"Saya mau bekerja dengan Tuan. Akan tetapi, bagaimana jika Alice nekat menyakiti Ayahku? Saya tidak ingin Ayahku kenapa-kenapa karena wanita itu."
"Baiklah, Tuan. Saya bersedia bekerja bersama Tuan."
****
__ADS_1
Hari demi hari Agni lalui dengan nama aslinya bukan lagi nama samarannya yaitu Yumna. Agni yang tujuan awalnya ingin menghancurkan rumah tangga Kivandra dan Naya kini berbanding terbalik. Sekarang Agni bekerja untuk Tuan Liam dan seluruh keluarganya termasuk juga Kivandra.
Semakin hari, Agni selalu menunjukkan kesetiannya. Dia yang sedari awal sangat tidak menyukai Naya, kini dia sudah berubah. Dia menjadi salah satu orang yang selalu menjaga Naya beserta kandungannya.
Melihat perubahan sikap Agni membuat Kivandra dan juga Naya menjadi senang. Segala kebutuhan Naya selalu dipenuhi oleh Agni. Dia selalu merawat Naya beserta kandungan dengan sangat baik selama Kivandra sedang bertugas.
Hingga tak terasa, kandungan Naya pun semakin membesar. Sudah saatnya Naya melahirkan sang buah hatinya. Seluruh keluarga segera membawa Naya ke rumah sakit dan menunggu kelahiran bayi kembarnya Naya.
Setelah sekian lama, suara tangisan bayi mulai terdengar. Seluruh keluarga terharu dengan berlinang air mata. Semua orang yang menemani Naya lahiran turut mengucapkan rasa syukurnya atas kelahiran bayi kembarnya. Akhirnya setelah berbagai cobaan dalam pernikahan Kivandra dan Naya, mereka bisa merasakan anugrah pernikahan dengan hadirnya bayi kembar yang sangat lucu.
****
__ADS_1