Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 31 > Apa Yang Naya Lihat?


__ADS_3

Setelah dua hari kemudian, Naya semakin cemas memikirkan Kivandra. Meskipun Kivandra hanyalah suami di atas kertas tapi, tetap saja Kivandra adalah suami sahnya. Naya tak bisa lagi menyimpan rahasia ini sendirian, dia pun mencoba menemui Farel perihal foto menjijikan yang dia terima.


"Kak Farel," panggil Naya setelah melihat Farel yang sedang berjalan menuju ke basement.


Farel yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh ke arah sumber suara. Dia menghentikan langkahnya sembari menatap heran ke arah Naya. "Nona muda memanggil saya?" Farel menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, apakah kita bisa bicara sebentar? Ada hal penting yang ingin aku diskusikan dengan Kakak,"


"Kita bicara di taman saja agar tidak ada yang salah paham jika melihat kita berduaan, mari," ajak Farel seraya berjalan lebih dulu menuju ke taman.


"Iya." Naya mengikuti langkah Farel dari belakang.


Begitu sampai di taman belakang Buana Home, Naya dan Farel pun duduk di kursi panjang besi berwarna putih. "Hal penting apa yang ingin Nona muda diskusikan denganku? Nona muda baik-baik saja, 'kan?" Farel menatap serius istri tuannya.


Naya mengangguk disertai senyuman manisnya. "Iya, Kak. Naya baik-baik saja. Yang mau Naya diskusikan itu tentang hubungan Tuan muda dan Nona Alice," ujar Naya.


UHUK! UHUK!


Farel tiba-tiba terbatuk-batuk begitu mendengar ucapan Naya. "Saya sarankan Nona muda untuk tidak membahas tentang hubungan Tuan muda dengan Alice," timpal Farel.


"Kenapa? Apakah aku tidak boleh mengetahui masa lalu suamiku?"


"Tidak baik membuka box gelap yang akan membuat Tuan muda merasakan rasa sakitnya lagi."


"Kak Farel ini apa-apaan sih? Siapa yang mau membuka box gelap sih? Naya teh hanya ingin mengetahui tentang hubungan Tuan muda dan Nona Alice saja. Apakah Naya salah jika ingin mengetahuinya saja?" Naya mengerucutkan bibirnya.


"Astaga, Nona muda." Farel menepuk jidatnya sendiri.


"Bukan itu maksud saya, maksud saya ... tidak ada gunanya mendiskusikan masalah ini karena hubungan Tuan muda dan Alice sudah berakhir beberapa tahun yang lalu, jauh sebelum Nona muda datang ke kehidupan Tuan muda. Dan asal Nona muda tahu saja, jika saat ini Tuan muda sudah tidak menyukai Alice lagi. Tuan muda sudah move on, bahkan Tuan muda sangat membencinya jadi, Nona muda jangan khawatir karena Tuan muda akan membuka hatinya untuk Nona muda suatu saat nanti, percayalah." Farel meyakinkan Naya dengan ucapan dan tatapannya.

__ADS_1


Naya tersenyum kecut. "Apa Kak Farel yakin, jika Tuan muda tidak memiliki perasaan apapun pada Nona Alice?"


"Tentu saja, Nona muda bahkan sudah melihat reaksi Tuan muda pada saat Alice menganggunya dengan Nona muda,"


Naya merogoh saku untuk mengambil ponselnya. Tanpa membuang waktu lagi, Naya langsung menunjukkan foto-foto menjijikan yang dia dapatkan dari nomor yang tidak dia kenal.


"Apa Kak Farel bisa menjelaskan tentang foto ini? Apa Tuan muda benar-benar tidak membenci Nona Alice atau hanya akal-akalannya saja agar aku tidak penasaran dengan masa lalunya?" Naya menyodorkan ponselnya pada Farel.


Farel mengambil ponsel Naya dan melihat foto menjijikan di layar ponsel Naya. Alangkah terkejutnya Farel pada saat melihat foto Tuan muda Kivandra yang tengah tertidur dengan Alice di ranjang yang sama dalam kondisi tidak memakai pakaian apapun. Dalam foto itu, Kivandra dan Alice tengah berpelukan dengan Kivandra mencium kening Alice dan Alice melingkarkan tangannya di perut Kivandra.


Farel sejenak terdiam, dia berpikir tentang dari mana Naya mendapatkan foto ini? Dan apakah benar jika foto yang ada di layar ponsel Naya itu benar-benar Tuan muda atau hanya editan saja. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Tuan muda Kivandra? Naya tidak menunggu jawaban Farel, dia pun langsung mengambil ponselnya kembali dan pergi meninggalkan Farel.


Selang beberapa jam kemudian, sebuah mobil berhenti di depan Buana Home. Kemudian supir mobil itu keluar dan membukakan pintu kursi penumpang yang ada di belakang dan keluarlah seorang pria tampan nan gagah dengan memakai kacamata hitam. Pria itu tidak lain adalah Kivandra Galaxy Dharmendra.


Kivandra berjalan memasuki kediamannya, diikuti oleh supir dengan membawakan koper milik tuannya. Begitu Kivandra berada di ruang utama, Kivandra melihat Tuan Liam ada di hadapannya dengan berkaca pinggang. Kivandra menelan ludahnya kasar, dia sudah yakin jika dia akan mendapatkan hukuman dari kakeknya.


"Grandpa mau bicara, ayo!" Tuan Liam membalikkan badannya dan berjalan menuju ruang privasinya.


"Baik, Tuan muda."


Tak lama kemudian, Kivandra dan Tuab Liam sudah sampai di private room. Mereka masuk dan duduk di sofa panjang yang ada di dalam ruangan itu. Kivandra terdiam, dia tidak berani mengajukan pertanyaan saat melihat mata kakeknya sedang menyorot tajam ke arahnya. Kivandra hanya menundukkan kepalanya.


"Kivandra Galaxy Dharmendra!" panggil Tuan Liam dengan memanggil nama lengkap cucunya.


"Iya, Grandpa Liam Buana Darel." Kivandra mengangkat wajahnya dan menatap kakeknya.


"Jelaskan pada Garndpa, apa yang telah terjadi padamu di sana? Apakah kau masih berhubungan dengan wanita lintah itu?"


Kivandra tertegun mendengar pertanyaan kakeknya. 'Tidak salah lagi, ini pasti kerjaan Farel. Berani sekali dia telah mengingkari janjinya. Awas saja kau Farel.'

__ADS_1


Tiba-tiba Tuan Liam menggebrak meja membuat Kivandra tersadar dari lamunannya. "Euh ... iya, Grandpa."


"Apa? Jadi, kau ...." Tuan Liam berdiri dengan wajahnya yang merah padam.


"Tidak, Grandpa. Maksud Kivandra, Kivan tidak berhubungan lagi dengan Alice. Kivan hanya tidak sengaja bertemu dengannya."


"Jangan berbohong! Katakan yang sebenarnya! Jangan membuat Grandpa marah, Kivan!"


***


Tok! Tok! Tok!


Supir yang diperintahkan Kivandra untuk mengantarkan kopernya ke kamar langsung mengetuk pintu kamarnya karena saat ini bukan hanya Tuan muda Kivandra yang meninggali kamarnya, melainkan juga ada istrinya, yaitu Asti Kanaya.


Tak lama kemudian Naya membukakan pintunya. "Iya, Pak. Ada apa?" tanya Naya seraya menatap ke arah supir.


"Maafkan saya, Nona muda. Saya mengganggu Nona muda. Saya datang ke mari untuk mengantarkan koper Tuan muda," jawab Pak supir.


"Tuan muda sudah pulang?" Naya membelalakkan matanya. Rasanya dia tidak percaya jika suaminya sudah pulang karena Kivandra sebelumnya sudah bilang jika dia akan kembali dalam satu minggu.


"Iya, Nona muda. Saat ini Tuan muda sedang berada di private room bersama Tuan Liam," jelas Pak supir.


"Baiklah, berikan kopernya. Biar Naya yang merapikan pakaiannya," pinta Naya,


Pak supir itu memberikan kopernya dan Naya langsung mengambilnya. "Terima kasih, Pak." Naya tersenyum.


"Iya, Non. Saya permisi."


Dibalas dengan anggukan oleh Naya. Setelah Pak supir pergi, Naya segera menutup pintunya. Dia mulai merapikan pakaian suaminya. Begitu dia membuka kopernya, Naya begitu terkejut bukan main. Matanya membola seakan hendak loncat dari tempatnya.

__ADS_1


***


__ADS_2