
Farel melihat jelas jika Alice memberikan uang pada seorang wanita paruh baya. Setelah itu Alice membisikkan sesuatu pada wanita itu. Entah apa yang dia bisikkan.
Tak lama kemudian Alice hendak keluar dari rumah itu. Farel yang saat ini sedang mengintip dan menguping, langsung segera bersembunyi agar Alice tidak melihatnya. Setelah Alice pergi meninggalkan rumah itu, Farel langsung mengetuk pintu rumah yang masih terbuka lebar.
"Permisi," ucap Farel seraya mengetuk pintunya sebanyak 3 kali.
Wanita paruh baya itu beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Farel. Terlihat jelas di wajah wanita paruh baya itu kebingungan pada saat melihat Farel. "Maaf, anda cari siapa ya?" tanya wanita paruh baya.
"Apa benar ini kediaman orang tuanya Yumna?" tanya Farel dengan sedikit tersenyum agar terkesan ramah.
"Yumna? Siapa dia?" alih-alih menjawabnya, wanita paruh baya itu justru balik bertanya pada Farel.
Hal ini cukup mengejutkan untuk Farel. Karena sejak awal dia sangat yakin jika rumah ini adalah rumah orang tuanya Yumna. Tapi, mendengar hal itu, Farel merasa bingung. Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres. Karena sebelum pergi Alice sempat membisikkan sesuatu pada wanita paruh baya itu.
'Mungkinkah wanita ini telah diancam oleh Alice untuk tidak memberi tahukan siapa anaknya dan rencana ini? Atau mungkin Alice sudah menyadari jika aku sedang mengikutinya? Jika benar, maka ini akan menjadi hal yang sangat gawat. Alice akan melakukan sesuatu yang lebih berani lagi. Sekarang apa yang harus aku lakukan sekarang?' Farel bermonolog dalam lamunannya.
"Nak, Nak!" Wanita paruh baya itu menepuk pelan lengan Farel.
Farel tersadar dari monolognya. "Eh, iya. Maaf, Bu ... jika saya boleh tahu, ini rumah siapa ya? Dan apakah Ibu mengenal gadis ini?" Farel menunjukkan foto Yumna pada wanita itu.
__ADS_1
"Loh, ini 'kan putri saya Agni. Bagaimana kau bisa memiliki fotonya?" Terlihat jelas keterkejutan pada wanita paruh baya.
"Apa? Agni?" Farel pun turut terkejut dengan pengakuan wanita itu.
Wanita itu mengangguk. "Benar, ini Agni. Putri saya," jawab wanita itu.
"Boleh saya masuk, Bu? Ada hal yang ingin saya tanyakan pada Ibu,"
"Ya, silakan." Wanita paruh baya itu mempersilakan Farel untuk masuk.
Farel masuk dan duduk di kursi panjang. Dia duduk berhadapan dengan wanita itu. "Oh iya, Bu ... kalau saya boleh tahu, nama Ibu siapa?" tanya Farel sembari mengklik perekam suara di ponselnya.
"Saya ingin memberi tahu Ibu bahwa gadis yang ada di foto ini berada di Buana Home. Dia bekerja sebagai ART," jelas Farel dengan tatapan yang serius.
"Apa? ART?" Bu Hazna terkejut mendengar itu. "Itu tidak mungkin, Nak. Agni ini bekerja di salah satu perusahaan yang cukup terkenal. Agni tidak mungkin mau bekerja seperti itu, sebab dia itu anak yang manja. Dia tidak bisa melakukan pekerjaan rumah apapun," ucap Hazna. Dia membantah penjelasan Farel.
"Itu benar, Bu. Dan Ibu tahu, wanita yang barusan memberikan uang padamu itu adalah orang yang menyuruh Yumna maksud saya Agni untuk menghancurkan rumah tangga Tuan saya sekaligus sebagai ART,"
"Tidak mungkin! Kau tahu, wanita yang barusan memberiku uang adalah sahabat dekat Agni. Dia memberikan uang ini karena hasil dari kerja keras Agni untuk membiayai pengobatan ayahnya!"
__ADS_1
"Sepertinya Ibu telah di tipu oleh Alice. Asal Ibu tahu ya, Alice bukan wanita yang baik. Dia memperalat Agni agar tujuannya tercapai."
"Untuk apa Alice memperalat sahabatnya sendiri? Aku rasa itu tidak mungkin! Kau pasti sudah salah orang."
"Alice adalah mantan tunangan Tuan Kivandra dan asal Bu Hazna tahu saja ya ... saya memiliki bukti jika Agni benar-benar bekerja di Buana Home. Bahkan aku memiliki bukti jika Agni selalu mencampur obat di makanannya Tuan muda. Bukan hanya itu saja, Agni sering sekali berpakaian seksi untuk menggoda Tuan Kivan!"
"Lihat dan dengarkan ini baik-baik!" Farel menunjukkan bukti itu kepada Hazna.
****
Setelah menemukan titik terang, Farel memberi tahu seluruh keluarga Buana. Tuan Liam memutuskan agar pernikahan cucunya dan Naya baik-baik aja, Tuan Liam memberikan sebuah rumah besar yang telah dia beli beberapa bulan yang lalu. Dan benar saja, setelah Naya dan Kivandra pindah dari Buana Home mereka tampak bahagia.
Kivandra dan Naya mulai menata rumah tangganya. Mereka tinggal hanya berdua di rumah besar itu. Sehingga pada suatu hari, sebuah kabar gembira pun datang. Setelah beberapa bulan tinggal di rumah itu, Naya akhirnya hamil.
Berita itu menyebar dengan sangat cepat. Keluarga Buana benar-benar diselimuti oleh kebahagiaan. Karena dua malaikat kecil akan segera lahir ke dunia.
Semua orang tidak sabar menantikan kelahiran bayi kembar Naya. Yup, Naya mengandung bayi kembar. Setelah kehamilan itulah, kini rumah mereka tidak pernah sepi. Mereka sering ditemani Thalia guna ikut menjaga kandungan menantunya.
****
__ADS_1
Stay tune :)