Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 63 > Kekesalan Kivandra


__ADS_3

Buana Home ....


Setelah beberapa jam kemudian, Kivandra dan Naya kini akhirnya sudah sampai di Buana Home. Mereka keluar secara bersamaan. Sementara itu, Farel yang baru saja keluar dari rumah langsung menghampiri tuannya dengan cepat.


"Tuan muda sudah sampai. Biar saya yang bawa kopernya." Farel berjalan cepat ke arah bagasi untuk mengambil koper Kivandra.


"Terima kasih, Rel. Antarkan kopernya ke kamar kami. Kami masuk dulu," ujar Kivandra seraya merangkul istrinya.


"Baik, Tuan muda."


Begitu Kivandra dan Naya masuk rumah, mereka berjalan ke arah ruang tengah disertai ucapan salam. Namun, sebelum sampai di ruang tengah, tiba-tiba seorang gadis muda yang seksi menabrak Kivandra. Gadis seksi itu terjatuh tepat di bawah kaki Kivandra membuat Kivandra dan Naya terkejut.


"Aww," gadis seksi itu meringis.


"Kau tidak apa-apa?" Naya mengulurkan tangannya pada gadis seksi itu.


Namun, gadis itu hanya memicingkan matanya ke arah Naya. "Kau tidak apa-apa?" Kivandra mencoba mengulurkan tangannya pada gadis seksi itu.


Gadis seksi itu langsung memegang tangan Kivandra dan bangun. Dia lebih memilih dibantu oleh Kivandra dari pada Naya. Meski begitu, Naya terlihat sangat santai tidak ada rasa cemburu melihat seorang gadis menatap suaminya dengan tatapan yang nakal.


"Kau siapa? Ngapain ada di rumahku?" tanya Kivandra tanpa berekspresi dan langsung melepaskan tangannya dari pegangan gadis seksi itu.


"Aku Yumna, ART baru di rumah ini." Yumna tersenyum nakal pada Kivandra.


"Siapa yang memperkerjakanmu di sini?" tanya Kivandra dengan nada yang ketus.


"Nyonya Thalia, yang menerimaku bekerja di sini, Tuan muda," jawab Yumna.


"Aku peringatkan padamu untuk menjaga tatapanmu itu! Jangan menatapku seperti itu! Paham!" tegas Kivandra pada Yumna dengan nada tinggi.


"Paham, Tuan muda." Yumna menundukkan kepalanya.


"Loh, Sayang. Kalian sudah pulang? Kapan kalian pulang?" tanya Thalia yang baru saja datang.


"Baru aja, Mami. Oh iya, Mami ... aku mau bicara sama Mami," ujar Kivandra.


"Iya, boleh. Ayo duduklah dulu," ucap Thalia.


"Kau, ngapain masih di sini? Pergilah!" Kivandra mengusir Yumna di hadapan Thalia dan istrinya.


Mendengar itu, Yumna pun segera pergi dari hadapan Kivandra. Sementara itu Naya dan Thalia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Kivandra. "Sayang, kenapa jutek seperti itu? Jangan galak-galak seperti itu nanti ART di sini bisa enggak betah bekerja di sini. Bersikap ramahlah sedikit, ya." Naya tersenyum seraya mengelus lengan suaminya.

__ADS_1


"Aku hanya bersikap ramah pada istriku saja. Tidak pada orang lain," timpal Kivandra.


"Oh ya ampun ... sejak kapan putraku berubah seperti ini? Mami senang melihat perubahanmu seperti ini, Nak." Thalia tersenyum melihat tingkah putranya yang sudah mulai berubah.


"Mami, kenapa sih memperkerjakan gadis seperti itu di rumah ini? Dari mana Mami mengenal gadis itu?" tanya Kivandra dengan mengalihkan pembicaraan.


"Memangnya kenapa, Nak? Yumna gadis yang baik. Apa ada yang salah dengannya?" tanya Thalia.


"Aku tidak suka caranya berpakaian. Beri tahu dia untuk memakai pakaian yang lebih sopan. Ini rumah bukan bar, jangan seenaknya memakai pakaian ini." Kivandra neyelonong pergi meninggalkan Thalia dan juga istrinya.


"Mami, maafkan Mas Kivan. Dia tidak bermaksud mengatakan itu, mungkin Mas Kivan merasa lelah saja," ucap Naya.


"Tidak perlu meminta maaf seperti itu, Sayang. Mami sudah tidak heran dengan sikap putraku itu. Dia kalau bicara memang tidak pernah difilter," timpal Thalia.


****


Di kamar ....


Kivandra menjatuhkan tubuhnya di di sofa yang ada di kamarnya. Dia merogoh ponselnya yang berada di saku. Kemudian dia mengetik pesan untuk Farel.


{Farel, datanglah ke kamarku!}


Pintu terbuka dan masuklah Farel. "Tuan muda memanggil saya?" tanya Farel setelah berada di hadapan tuannya.


"Ya, duduklah! Ada hal yang perlu aku tanyakan padamu." Kivandra mempersilakan Farel untuk duduk.


Farel duduk di kursi kosong yang berhadapan dengan tuannya. "Tuan muda mau bertanya tentang apa?"


"Tentang mata-mata yang dikirim Alice. Apa mata-mata itu adalah Yumna gadis tak tahu diri itu?" tebak Kivandra.


"Iya, Tuan muda. Mata-mata yang dikirim Alice adalah Yumna," jawab Farel.


"Aku akan memberikanmu tugas. Kau harus mencari tahu latar belakang Yumna! Apa tujuannya datang ke rumah ini dan kenapa dia mau menuruti perintah Alice? Awasi terus gerak-geriknya! Aku tidak ingin dia menyentuh apalagi menyakiti istriku."


"Baik, Tuan muda. Saya akan mengawasi dan mencari tahu gerak gerik gadis itu. Tuan muda jangan cemas, tidak akan saya biarkan dia menyentuh dan menyakiti Nona muda,"


"Satu hal yang harus kau lakukan,"


"Apa itu, Tuan muda?"


"Tolong rahasiakan ini dari istriku. Aku tidak ingin gadis kocakku cemas akan hal ini. Hubunganku dengannya sudah membaik, aku tidak ingin membuatnya ragu lagi padaku."

__ADS_1


"Baik, Tuan muda. Aku akan merahasiakan ini dari Nona muda."


"Apa yang sedang kalian bicarakan? Apa yang sedang kalian rahasiakan dariku?" sahut Naya yang tiba-tiba memasuki kamarnya.


Seketika Kivandra dan Farel terkejut dan menoleh ke arah Naya secara bersamaan. Farel beranjak dari duduknya dan menundukkan kepalanya sebelum akhirnya dia keluar dari kamar tuannya. Sementara itu, Naya berjalan mendekati suaminya.


"Mas, ada apa?" tanya Naya setelah berada di hadapan suaminya.


Kivandra menarik tubuh istrinya dan mendudukkan dipangkuannya. "Bukan apa-apa, lupakan itu dan peluklah aku." Kivandra memegang tengkuk istrinya disertai tatapannya yang dalam.


"Mulai deh. Kita baru aja sampai, jangan aneh-aneh."


"Suruh siapa cantik dan menggoda, heum? Aku 'kan jadi bergairah melihat istriku yang menggoda ini." Kivandra mendekatkan tubuh Naya dengan tubuhnya.


"Mas, nanti malam saja. Aku lelah, Mas."


"Sebentar saja kok, setelah itu kita bisa beristirahat bersama."


Belum sempat Naya menjawab, Kivandra sudah menarik wajah Naya dan menciumnya dengan lembut. Naya tidak menolaknya, dia membalas ciumaan suaminya dengan lembut. Setelah puas bermain bibir, Kivandra hendak melucuti pakaian istrinya namun tiba-tiba.


Tok! Tok! Tok!


Pintu kamar diketuk dari luar. Kivandra yang hendak memulai permainan kuda-kudaannya pun terpaksa berhenti dan berjalan untuk melihat siapa yang datang. Begitu dia membukanya, dia semakin kesal.


"Berani sekali mau menggangguku dengan datang ke kamarku? Sedang apa kau di depan kamarku?" tanya Kivandra dengan nada yang tinggi.


Mendengar itu, Naya langsung berlari menghampiri sukanya. "Ada apa, Mas? Siapa yang datang?" tanya Naya seraya mengikat rambutnya yang berantakan.


"Gadis tak tahu diri ini berani mengganggu kita."


"Jangan kesal seperti itu. Mas tunggu di dalam saja."


"Baiklah, beri tahu aku jika dia berani menyentuhmu!" dibalas anggukan oleh Naya.


"Yumna, ada apa? Apa yang membuatmu datang ke kamar kami?" tanya Naya dengan lembut.


"Saya kemari untuk membawakan makanan ini untuk Tuan muda, Nona muda." Yumna memberikan nampan yang berisi makanan itu pada Naya.


Naya tersenyum ramah. "Sebelumnya terima kasih banyak untuk niat baiknya. Tapi, kami berdua sudah makan. Sebaiknya kau makan sendiri makanannya. Aku tidak bisa menerima makanan dari sembarang orang apalagi itu untuk suamiku."


****

__ADS_1


__ADS_2