
Bathroom ....
Saat ini Kivandra dan Naya sudah berada di kamar mandi. Kivandra sudah melucuti pakaiannya dan langsung masuk ke bathup. Sementara itu, Naya masih berdiri seraya menyilangkan kedua tangan di dada dan di bukit gundulnya.
Wajahnya sudah merona bak kepiting rebus. Dia hanya berdiri seraya menatap ke atau suaminya. Dia sebenarnya malu dengan keadaan seperti ini tapi, mau bagaimana lagi. Sekarang dia sudah menikah dan wajib untuk berhubungan badan dengan suaminya.
Kivandra memandang istrinya yang masih yang masih berdiri. Dia tersenyum mempesona ke arah Naya. "Sayang, sini! Kita berendam bareng," ajak Kivandra pada istrinya.
Perlahan Naya berjalan ke arah suaminya dan masuk ke dalam bathup. Naya duduk di depan suaminya, sedangkan Kivandra duduk di belakang istrinya. Kivandra merasa senang karena Naya tidak perlu dibujuk atau dipaksa lagi untuk memenuhi kebutuhannya.
Kedua tangan Kivandra memeluk Naya serta memainkan benda kembar yang super kenyal dan menantang. Tongkat golfnya pun sudah mengeras dan menusuk b*k*ng istrinya. Naya terus membenarkan posisi duduknya karena dia merasa ada benda keras yang menusuk b*k*ngnya.
"Ada apa? Kenapa kau seperti kurang nyaman, Gadis kocak?" tanya Kivandra dengan pura-pura tidak tahu.
"Mas, itu ih. Anunya Mas nusuk-nusuk terus, aku takut," jawab Naya dengan polos.
"Anu apa sih?" goda Kivandra.
"Itu loh, Mas tongkat golfnya Mas sudah mengeras begitu. Aku takut," celetuk Naya.
"Ini maksudmu." Kivandra menarik tangan kanan Naya dan menuntunnya memegang tongkat golfnya yang sudah mengeras.
"Mas, ih. Aku enggak mau!" pekik Naya dengan wajah yang terkejut.
"Tidak apa-apa, enggak bakalan gigit kok. Dia itu baik, dia akan membuatmu serasa terbang di udara karena saking nikmatnya," goda Kivandra dengan tak membiarkan tangan Naya melepaskan tongkat golfnya.
Kivandra menuntun istrinya untuk melakukan gerakan maju mundur di tongkat golfnya. Tangannya pun tidak tinggal diam, dia menulusuri bukit gundul Naya. Tentu saja hal itu membuat Naya merasakan geli dan nikmat bercampur menjadi satu. Tubuh Naya mulai menggelinjang membuatnya terlihat cantik dan seksi.
__ADS_1
Ketika keduanya sudah merasa tidak tahan, mereka pun mulai melakukan penyatuan. Karena ini hubungan kedua kalinya, Kivandra memasukkan tongkat golfnya sembari menciuum bibir Naya untuk mengalihkan rasa sakit dan perih yang istrinya rasakan. Kedua tangan Naya melingkat di leher suaminya dengan mengeluarkan suara d*s*h*n yang menggoda. Mendengar suara seksi istrinya, Kivandra semakin bersemangat untuk mengaduk" terowongan sempit itu.
Setelah kurang lebih setengah jam, mereka pun sampai puncak. Keduanya mencapai ******* secara bersamaan. Kivandra menyemburkan lahar panas ke rahim istrinya.
Setelah itu, mereka pun saling berpelukan karena lutut mereka merasa lemas. Kivandra menatap wajah Naya yang berkeringat, dia pun mengusap keringat itu. Kemudian dia menciuum lembut kening istrinya.
"Terima kasih, Gadis kocakku. Kau adalah milikku, kau akan selalu menjadi milikku. Aku menyayangimu, muach!" Kivandra membanjiri istrinya dengan banyak ciumaan di wajahnya.
"Aku juga menyayangimu, Mas. Mas janji ya, kalau Mas tidak akan pernah tinggalin Naya? Mas juga harus janji untuk tidak berhubungan dengan Nona Alice lagi ya." Naya mengangkat wajahnya dan menatap lekat suaminya.
"Aku janji, aku tidak akan meninggalkan apalagi berhubungan sama ular berbisa itu. Ratuku hanya satu dan itu adalah kau, Naya." Kivandra mencolek dagu istrinya.
"Aku percaya dan aku akan pegang janjimu. Oh iya, Mas .... bagaimana jika aku hamil?" tanya Naya dengan kecemasan di wajahnya.
Kivandra tersenyum gemas. Saking gemasnya, dia pun mencubit istrinya dengan gemas. "Dengerin aku baik-baik ya. Jika kau hamil, maka aku akan menjadi calon ayah dan kau akan menjadi calon ibu. Aku akan merasa sangat bahagia karena aku akan memiliki keturunan yang sangat aku nantikan sejak dulu. Usiamu sudah cocok untuk memiliki seorang anak. Kau jangan takut, karena aku akan selalu menemanimu. Aku akan ikut menjaga anak kita nanti. Bahkan jika kau beneran hamil, aku akan membeli rumah idaman untuk keluarga kecil kita nantinya. Semoga aja kita diberikan momongan secepatnya. Aku sudah tidak sabar ingin mendengar kabar baik itu." Kivandra mengelus lembut wajah istrinya.
"Kau jangan lupa, usiaku sudah cocok untuk menjadi seorang ayah. Aku akan mendidiknya. Kita akan merawat dan mendidik anak kita bersama. Aku akan mengajarimu cara mengasuh anak dan mendidiknya. Aku yakin kau pasti akan menjadi seorang ibu yang baik untuk anak-anakku nantinya. Kau ini 'kan seorang guru mengaji, aku ingin anak-anakku taat dalam agama. Jangan takut, ada aku bersamamu." Kivandra memeluk Naya dengan penuh kehangatan.
"Kalau boleh aku tahu, Mas menginginkan anak berapa dariku?" tanya Naya dengan kepolosannya.
"Aku sih pengennya 6 anak, 2 anak kembar, 2 anak laki-laki dan 2 lagi anak perempuan," jawab Kivandra dengan membayangkan keenam anaknya yang lucu-lucu.
Glek!
Naya yang mendengar itu langsung menelan salivanya.
****
__ADS_1
"Kak Farel, boleh Yumna minta tolong tidak?" tanya Yumna kepada Farel yang sedang duduk di body depan mobilnya.
"Minta tolong apa?" tanya Farel tanpa berekspresi.
"Antar Yumna ke supermarket, Yumna ditugaskan untuk membeli bahan-bahan dapur," jawab Yumna.
"Ya udah, ayo. Mumpung aku belum mendapat tugas dari Tuan Liam." Farel turun dari body depan mobilnya.
"Terima kasih, Kak." Yumna pun masuk dan duduk di kursi depan sebelah Farel.
Setelah melihat Yumna masuk mobil, Farel mengitari mobilnya dan masuk melalui pintu kemudi. Begitu dia masuk mobil, dia langsung memakai seat belt. Sebelum melajukan mobilnya, dia menoleh ke samping untuk memastikan apakah Yumna sudah memakai seat belt atau belum.
Farel cukup terkejut dengan Yumna, ternyata dia sudah memakai seat belt. Dia kembali curiga dan merasa ada yang aneh dengan Yumna. Biasanya seorang ART selalu lupa untuk memakai seat belt dan harus selalu diingatkan. Namun, berbeda dengan Yumna, dia seperti sudah terbiasa melakukan hal ini.
Dia yakin jika Yumna bukanlah gadis sembarangan. Farel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di tengah perjalanan, dia memikirkan cara untuk membongkar siapa Yumna sebenarnya.
Kenapa hatinya begitu yakin jika Yumna bukan gadis yang baik. Dia merasa sepertinya Yumna disuruh seseorang untuk memasuki Buana Home. Tiba-tiba terlintas sesuatu di benaknya. Dia pun tersenyum miring ke arah Yumna.
"Yumna, boleh aku ikut mengirim pesan pada Tuan muda? Ada hal yang harus aku sampaikan." Farel menatap Yumna dengan tatapannya yang membujuk.
"Iya, boleh. Ini." Yumna memberikan ponselnya pada Farel.
Farel tidak melewati kesempatan ini, dia pun mulai mengotak-atik ponselnya Yumna. Alangkah terkejutnya dia, pada saat melihat riwayat telepon dari ponselnya Yumna. Ternyata dugaannyanya, jika Yumna adalah gadis suruhan. Namun, dia tidak tahu siapa orang yang telah mengirim Yumna ke Buana Home.
Nomor telepon yang sering menghubungi Yumna tidak diberi nama. Hal itu membuat Farel semakin penasaran tentang bosnya Yumna. Farel segera screenshot riwayat telepon itu dan mengirimkan screenshot itu pada nomornya sendiri. Setelah itu, dia pun menghapus kembali foto dan bukti chat itu agar Yumna tidak merasakan curiga.
****
__ADS_1