Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 68 > Adeela & Adeena


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian ....


Setelah mendapatkan kebahagiaan yang sangat tak ternilai dengan lahirnya dua malaikat kecil tak bersayap yang begitu menggemaskan. Benar, dua malaikat kecil tersebut merupakan bayi kembar Kivandra dengan Kanaya. Keduanya sepakat untuk memberi nama kepada kedua bayi perempuan tersebut dengan Adeela dan Adeena.


Adeela Haneen Dharmendra merupakan bayi yang pertama lahir ke dunia. Sedangkan Adeena Hania Dharmendra adalah adik Adeela sebab kelahirannya setelah sang kakak. Ia hanya beda 5 menit saja. Namun, meski begitu, Adeela tetaplah Kakak Adeena.


Awalnya, Kivandra dan Kanaya tidak mengetahui bahkan membedakan mana Adeela dan Adeena. Sebab keduanya begitu mirip. Parasnya yang cantik dan menggemaskan. Bukan hanya itu, bahkan ketika mereka manangis meminta asi, kedua bayi perempuan tersebut selalu menangis bersamaan.


Untungnya Kanaya dibantu oleh Ibu mertua, Yumna dan dua pengasuh. Kanaya juga memberikan susu formula juga agar tidak merasa keteteran dan kesulitan jika harus meny*s*i kedua putrinya. Bukan Kanaya tidak ingin memberikan asi kepada kedua putrinya, hanya saja karena kedua bayi tersebut selalu menangis bersamaan membuat Kanaya kesulitan jika harus memberikan asi secara bersamaan seperti itu.


Itulah mengapa Naya bergantian memberikan asinya dan memberikan susu formula agar adil untuk kedua putrinya yang sangat lucu dan cantik itu. Meski seperti itu, Kivandra tidak pernah merasa keberatan soal memberikan susu formula untuk kedua putrinya. Asalkan kedua putrinya tumbuh dengan baik dan sehat. Itu sudah lebih dari cukup. Lagi pula ia tidak ingin istrinya terlalu kelelahan merawat kedua putrinya.


****


Malam hari ....


Tin! Tin!


Kanaya yang saat ini tengah berada di kamar dan merias diri langsung berlari keluar dari kamarnya. Dia berlari dan membukakan pintu rumah untuk suaminya. Benar, ia sangat yakin jika klakson yang dia dengar adalah mobil suaminya.


Begitu pintunya terbuka, benar saja jika yang datang adalah suaminya yaitu Kivandra. Naya tersenyum penuh kebahagiaan melihat suaminya yang baru saja pulang dengan kedua tangan disembunyikan ke belakang. Hal itu membuat Naya keheranan dengan mengerutkan keningnya.


"Loh, Mas ... apa yang sedang kamu sembunyikan? Tanganmu kenapa?" tanya Naya dengan sorotan matanya yang cukup lekat.


"Tanganku sedikit terluka, Sayang. Tadi, tidak sengaja tanganku tertimpa bahan proyek," jawab Kivandra dengan santai.

__ADS_1


"Apa? Mas kecelakaan di tempat kerja? Kenapa Mas tidak hubungi aku? Ayo, masuk. Akan aku lihat dan aku obati." Naya menarik lembut lengan Kivandra tanpa melihat tangan yang terluka tersebut.


Kemudian dengan panik dan begitu khawatir dia membawa suaminya menuju ruang tengah. Sesampainya di ruang tengah, ia menyuruh suaminya untuk duduk. Sementara itu, Naya berlari untuk mengambil P3K.


Entah kenapa, melihat istrinya yang begitu panik membuat Kivandra tersenyum kecil sembari menatap ke arah istrinya. Dia terus memandang sang istri yang saat ini penampilan Naya begitu memikat. Setiap ia pulang, istri kecilnya ini selalu menyambutnya dengan penampilan yang mempesona dan menggoda.


Kivandra tidak menyangka jika gadis kampung yang dia nikahi itu bisa menjadi istri idaman. Padahal, awalnya dia tidak pernah mengira jika wanita kampungan seperti Naya akan membuatnya jatuh hati dan membuatnya sangat mencintai, menyayanginya setiap saat. 'Aku harus berterima kasih pada Grandpa karena jika bukan karena beliau, aku tidak akan mendapat istri sebaik dan secantik dirimu, Naya. Sungguh aku semakin mencintaimu. Aku sangat menyayangimu, Ibu dari anak-anakku,' Kivandra bermonolog dalam lamunannya seraya menitikkan air mata kebahagiaan.


Tanpa pria tampan itu sadari, sang istri sudah berada di sebelahnya. "Mas, nangis?" tanya Kanaya yang tiba-tiba menyentuh lengan sang suami.


Sontak, Kivandra yang tengah bermonolog dalam lamunannya itu pun tersadar. Dia segera menoleh ke samping, tempat di mana sang istri berada. Kemudian, Kivandra melemparinya senyuman yang begitu mempesona dibumbui dengan menitikkan air mata.


"Tidak, Sayang." Kivandra tiba-tiba mengelus kepala sang istri dengan kedua tangannya dan diakhiri dengan kecupan lembut di kening istrinya.


"Loh, Mas ... kamu ngeprank aku lagi?" Naya menatap tajam sang suami.


Mendengar itu Kivandra mengangguk kecil disertai dengan senyuman. "Maafin aku ya," hanya kalimat itu yang Kivandra ucapkan dengan wajah tak berdosanya.


Reflek Kanaya langsung mencubit lengan sang suami dengan mengerucutkan bibirnya. "Enggak lucu tahu, Mas!"


"Aku hanya ingin mengetahui apakah istri kecilku ini masih menyayangiku atau tidak?" timpal Kivandra, beralasan.


"Apa maksudmu, Mas?" Naya seketika menoleh ke arah suaminya dengan wajah yang masih terlihat merajuk.


"Ya, aku hanya ingin menguji cintamu saja. Apakah istri kecilku ini masih mencintaiku atau tidak? Aku ingin tahu, apakah aku masih kamu rawat walau kamu sibuk dengan Adeela dan Adeena. Aku hanya ingin tahu saja." Kivandra menggenggam kedua tangan sang istri dengan erat.

__ADS_1


"Ish, kamu ini bicara apa sih, Mas? Mana mungkin aku tidak mencintaimu dan merawatmu, heum? Aku ini istrimu dan kamu itu suamiku. Wajib bagiku untuk selalu mencintaimu, menyayangimu dan merawatmu. Walaupun aku selalu sibuk dan terkadang kewalahan merawat kedua putri kita, kamu tetap tanggungjawabku, Mas. Merawatmu dan membuatmu bahagia adalah tugasku. Apakah selama ini aku lalai dalam merawatmu, Sayang?" jelas Kanaya dengan santun nan lembut.


"Tidak, Istriku. Aku hanya ingin mendengar hal ini saja. Setiap hari kamu tidak pernah lalai dalam merawatku, hanya satu yang tidak kamu lakukan untuk suamimu ini," jawab Kivandra dengan senyuman tipis di bibirnya.


"Benarkah? Tapi ... apa itu?" tanya Kanaya dengan mengerutkan dahinya.


"Ungkapan cintamu dan ci*man manismu itu. Sudah lama sekali kamu tidak mengecupku padahal sebelum kedua putri kita lahir kamu selalu rajin membuat diriku manja, tapi sekarang tidak? Bahkan kamu sering mengecup kedua putri kita tapi kenapa aku tidak? Makanya aku pikir kamu sudah tidak mencintaiku lagi," kekeh Kivandra dengan nada bicara yang bercanda.


"Astaga, Mas. Adeela dan Adeena itu putri kita. Apakah kamu cemburu jika aku lebih sering mengecup kedua putri kita? Kamu cemburu putrimu?" Sontak kedua bola mata Naya terbelalak dengan sempurna.


"Tidak, bukan cemburu. Aku hanya ingin merasakan kasih sayangmu seperti dulu. Apakah tidak boleh?" tanya Kivandra dengan menangkup kedua pipi sang istri disertai tatapan yang lekat.


"Baiklah. Muach!" Tanpa banyak basa-basi lagi, Kanaya langsung mengecup bibir sang suami dengan durasi yang lama.


Mendapat serangan mendadak seperti itu membuat Kivandra terkejut dan membelalakkan kedua matanya. Tubuhnya mematung, seperti terhipnotis dengan bibir manis istrinya. Namun, pada saat Kanaya hendak melepaskan kecupannya tiba-tiba Kivandra menarik tubuh sang istri dan mendudukkan di pangkuannya.


Setelah itu, Kivandra membalas ci*man istrinya itu. Ci*uman yang sudah lama ia nantikan. Kanaya tidak menolaknya, dia mengikuti setiap permainan suaminya. Sehingga tiba-tiba terdengar suara benda jatuh.


Prang!


Setelah mendengar itu, keduanya langsung terperanjat dari duduknya dan menyudahi permainan tersebut. Keduanya melihat ke arah sumber suara. "Maafkan saya, Tuan-Nyonya," ujar seorang wanita dengan kepala yang tertunduk.


****


Stay tune :)

__ADS_1


__ADS_2