
Kamar ...
Saat ini Kivandra dan Kanaya sudah berada di kamarnya. Keduanya tertawa bersama mengingat kelakuan mereka yang tercyduk oleh Yumna. Keduanya tertawa terbahak-bahak menertawakan masing-masing.
"Mas, kamu ini ya ... tidak bisa menahan diri. Untung saja cuma kissing yang Yumna pergoki kalau lebih dari itu aku tidak bisa membayangkan gimana malunya kita saat itu," Naya terkekeh dengan kedua mata yang menyipit.
"Ya, mana aku tahu kalau Yumna akan memergoki kita. Tapi, ya enggak apa-apa sih, toh kita sudah menikah ini. Seharusnya yang malu itu bukan kita tapi Yumna. Aku yakin deh, Sayang ... kalau malam ini Yumna tidak akan bisa tidur," timpal Kivandra disertai tawa kecilnya.
"Kamu bisa aja, Mas. Oh iya, Mas ... kamu mau makan apa? Biar aku masakin sekarang sambil nunggu kamu mandi," Naya bertanya kepada suaminya yang tengah membuka kancing kemejanya satu persatu.
"Tidak perlu, Sayang. Tadi, aku sudah makan di luar sebelum pulang ke rumah," jawab Kivandra tanpa menoleh.
"Loh, kok gitu sih, Mas. Kenapa tidak mengajakku? Aku 'kan belum makan tahu," ujar Naya dengan nada bicara yang sedikit dimanja-manjakan. Tidak lupa, Naya juga mengerucutkan bibirnya karena bete.
"Seriusan kamu belum makan? Tahu gitu tadi aku bawa makanan buat kamu," timpal Kivandra seraya cengengesan.
"Tahu, ah. Mas ini egois, mentingin diri sendiri mulu." Naya berbalik badan dan berjalan menuju gordyn.
Kemudian dia membuka sedikit gordyn-nya dan melihat keindahan malam dari jendela. Terlihat begitu banyak lampu yang menyala menghiasi tiap rumah serta gedung-gedung pencakar langit. Belum lagi, bintang-bintang yang menyinari bumi tampak begitu terang dan indah membuat Naya sedikit tersenyum dengan menegadahkan kepalanya.
Melihat istrinya yang sedang asyik menatap bintang-bintang, membuat Kivandra berjalan menghampiri sangat istri. Sesampainya berada di belakang tubuh Naya, ia segera memeluknya dari belakang begitu erat. Pria yang saat ini tanpa pakaian atas pun menempelkan kepalanya di bahu sang istri sehingga pipinya menempel dengan pipi Naya.
Naya yang asyik memandangi bintang pun langsung mengalihkan pandangannya ke samping, tepat ke arah suaminya. Beberapa detik keduanya saling menatap satu sama lain. Kemudian Naya melepaskan kedua tangan kekar suaminya yang tengah melingkar di perutnya, lalu Naya berbalik badan menghadap ke arah suaminya.
"Mas, pakai pakaianmu. Nanti masuk angin," ucap Naya.
"Enggak akan. 'Kan ada kamu yang akan selalu menghangatkan tubuhku," goda Kivandra dengan menyolek dagu sang istri.
"Sudahi gombalnya dan cepat mandi." Naya menarik lengan suaminya dan mengantarnya ke kamar mandi.
"Ayolah, kita main sekali. Setelah itu aku mandi," goda Kivandra lagi dengan sedikit membujuk sang istri.
__ADS_1
"Tidak. Cepat kamu mandi, aku mau ke kamar Adeela dan Adeena dulu." Naya berbalik badan meninggalkan sang suami.
Kivandra hanya berdiri sembari memandangi istrinya yang sudah ditelan pintu. Setelah itu, barulah Kivandra masuk ke kamar mandi. Tidak membuang banyak waktu lagi, Kivandra melucuti semua pakaiannya dan berendam untuk beberapa saat untuk membuat tubuhnya rileks.
****
Kamar twins baby ....
Sesampainya di depan kamar kedua putrinya, Naya segera membuka pintu kamar secara perlahan agar tidak mengganggu kedua putrinya. Begitu pintu terbuka, ternyata kedua putrinya sedang main dengan kedua pengasuhnya dan juga Yumna. Melihat kedua putrinya yang sedang tertawa membuat Naya turut tertawa seraya berjalan menghampiri kedua putrinya.
"Sayangnya Mama lagi main ya, Mama kira kalian sudah tidur," ucap Naya sembari menggendong Adeena, sang adik dari Adeela.
Naya terus menciumi pipi Adeena dengan penuh kasih sayang dan mengajaknya bermain. Setelah beberapa menit kemudian, Naya kembali menidurkan Adeena dan menggendong Adeela, sang Kakak dari Adeena. Sama seperti adiknya, Adeela juga diciumi dengan penuh kasih sayang oleh mamanya.
Ketika Naya sedang asyik bermain dengan Adeela, tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada yang menelepon. Ia menidurkan putrinya dan langsung merogoh ponsel dari sakunya. Setelah ponsel berada di genggamannya, terlihat jelas jika Grandpa Liam menghubunginya.
Tanpa berlama-lama, Naya langsung menjawab telepon dari Grandpa Liam dan menyuruh kedua pengasuh itu keluar dari kamar. Setelah itu, Naya menempelkan benda pipih tersebut di telinganya. Saat ini, kedua putrinya diasuh oleh Yumna.
Telepon terhubung!
"Halo, Sayang. Ini Mami," terdengar suara Mami Thalia di seberang telepon.
"Iya, Mami. Ada apa?" tanya Naya dengan santun nan lembut.
"Begini, Sayang ... hari ini Mami sama Daddy tidur di Buana Home. Kamu tidak apa-apa 'kan kami tinggal sebentar? Soalnya ada sedikit masalah yang harus Mami dan Daddy Liam atasi," jelas Mami Liam.
"Iya, Mami. Jangan khawatir, Naya tidak apa-apa, kok. Lagian Adeela dan Adeena sudah besar dan mereka sudah ada yang jaga. Naya juga bisa menjaganya dengan baik. Semoga masalahnya cepat teratasi ya, Mami. Maaf Naya tidak bisa bantu apa-apa,"
"Syukurlah, Sayang. It's okay, Nak. Kami bisa mengatasi masalahnya. Oh iya, Naya ... apa suamimu, Kivan sudah pulang?" tanya Mami Thalia yang tiba-tiba menanyakan putra kesayangannya.
"Iya, Mami. Mas Kivan sudah pulang dan seperti biasa, di ngeprank Naya lagi untuk yang kesekian kalinya," Naya refleks mengadukan perihal perlakuan suaminya kepada sang mertua.
__ADS_1
"Oh iya? Apa yang putraku lakukan padamu? Apa dia melukaimu, Sayang?" tanya Mami Thalia dengan diselipkan tawa kecilnya.
"Tidak, Mami. Tapi, Mas Kivan membuatku sangat khawatir dan itu tidak lucu. Masa dia bilang sama Naya kalau dia kecelakaan di proyek dan tangannya terluka. Namun, nyatanya itu hanya prank. Gimana enggak kesal coba, Mami."
"Ya sudah, kamu maklumi Kivan ya, Nak. Dia memang anak yang nakal. Nanti, begitu Mami pulang ... akan Mami kasih pelajaran ya," Mami Thalia terkekeh mendengar aduan menantunya tentang sang putra.
"Ya sudah, Mami. Naya tutup dulu teleponnya. Naya mau nidurin Adeela dan Adeena dulu,"
"Ya, Sayang. Jaga baik-baik cucu Mami ya. Selamat malam. Tutt!" Mami Thalia mematikan teleponnya.
Telepon terputus!
Yumna yang sedari tadi memperhatikan majikannya hanya tersenyum kecil. Dia tidak menyangka jika majikannya ini begitu manja ketika bicara dengan sang mertua. Rupanya, Naya tahu jika Yumna sedang memerhatikannya.
"Ada apa, Yumna? Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Naya sembari menoleh ke arah Yumna.
"Dia pangling melihat sikap manja istri kecilku ini," sahut Kivandra yang tiba-tiba masuk ke kamar.
Mendengar sahutan tersebut membuat Naya dan Yumna menoleh ke arah Kivandra yang saat ini berada di sebelah pintu. Menyadari keberadaan Kivandra, Yumna segera menundukkan pandangannya dan kembali bermain bersama kedua putri kembar majikannya. Sementara itu, Naya segera menghampiri suaminya.
"Mas, ngapain di sini? Mas perlu sesuatu?" tanya Naya dengan menatap kedua mata suaminya.
"Kamu ini gimana sih, aku ke sini ya karena aku merindukan putri kembar kita. Seharian ini aku tidak bertemu dengan mereka, makanya aku ingin bermain bersama kedua putriku." Kivandra membalas tatapan istrinya dengan lembut.
"Baiklah. Yumna, tinggalkan kami berdua di sini!" perintah Naya pada Yumna.
"Tapi, bila Yumna ingin melihat kita berduaan di sini boleh kok. Iya 'kan, Sayang." Kivandra mengedipkan sebelah matanya.
"Ish, kamu ini, Mas! Pergilah, Yumna. Kamu perlu istirahat, seharian ini kamu sudah bekerja."
"Baik, Nyonya. Saya permisi," ucap Yumna sebelum ia meninggalkan kamar.
__ADS_1
****
Stay tune :)