Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 6 > Dasar Beruang Kutub!


__ADS_3

Di Mushola ...


Naya baru selesai mengerjakan ibadah shalat wajibnya, dia tengah melipat mukena dan sejadahnya. "Alhamdulillah, hati Naya teh terasa sangat tenang. Mushola ini sangat bagus, segar dan wangi. Mushola ini buat Naya betah saja," puji Naya sembari melihat sekeliling musholanya.


"Semoga Tuan Liam baik-baik saja, Naya jadi merasa tidak enak. Apa keputusan Naya untuk datang ke rumah ini adalah keputusan yang salah?" gumam Naya.


"Tentu saja! Keputusanmu memang salah dengan datang ke rumah ini!" timpal seseorang dari belakang.


Naya sontak membalikkan badannya. "**-tuan mm-muda?" panggil Naya gelagapan karena gugup saat melihat Tuan muda berada di belakangnya.


"Apa kamu sudah selesai? Jika sudah selesai, ikuti saya." Kivandra langsung berjalan meninggalkan Naya yang belum menjawab pertanyaanya.


"Astagfirullah, kasep-kasep (ganteng-ganteng) nggak sabaran! Belum juga dijawab udah nyelonong pergi aja, bikin kesal aja," omel Naya sembari beranjak pergi dari mushola.


"Tuan muda, tungguin Naya atuh!" teriak Naya sembari berlari mengejar Kivandra.


Kivandra terus berjalan cepat menuju sebuah taman yang berada di belakang rumahnya. Kivandra memang sudah terbiasa berjalan cepat, namun tidak dengan Naya. Dia harus berlari mengejar Kivandra.


Setelah sampai taman, Naya masih berlari mengejar Kivandra yang saat ini sudah duduk di sebuah kursi panjang berwarna putih.


BRUUGHHH!


Naya terjatuh karena kakinya tersandung. Dia jatuh tersungkur tepat di bawah kaki Kivandra yang membuat Kivandra membulatkan matanya. Kivandra terkejut saat melihat Naya terjatuh. "Aaawwhh," ucap Naya dengan lirih.


"Hahaha." tanpa Naya duga, Kivandra tertawa melihat Naya yang jatuh tersungkur di bawah kakinya.


"Dasar beruang kutub, dasar manusia berhati salju! Bukannya bantuin malah ngetawain." Naya mengerucutkan bibirnya. Dia benar-benar kesal melihat tingkah Kivandra.


Kemudian Kivandra berdiri di hadapan Naya. "Bangunlah!" Kivandra mengulurkan tangannya pada Naya.

__ADS_1


Naya yang saat itu tengah menundukkan kepalanya karena malu langsung mengangkat kepalanya menatap ke arah Kivandra. Lalu dia melihat tangan Kivandra. "Buruan bangun! Saya nggak punya banyak waktu, ada yang harus saya bicarakan denganmu," titah Kivandra.


Perlahan Naya memegang tangan Kivandra. Namun, pada saat Naya hendak berdiri tiba-tiba Kivandra melepaskan tangan Naya.


BRUUGGGHH!


Sekali lagi Naya terjatuh. Kali ini Naya terjatuh karena ulah Kivandra yang usil. "Dasar jelema gelo! Ihhh, meuni pikaseubeuleun pisan jadi jelema teh! (Dasar orang gila! Ihhh, nyebelin banget jadi orang!)," Naya memekik pada Kivandra. Sedangkan Kivandra malah asyik menertawakan Naya.


Menurut Kivandra apa yang terjadi pada Naya adalah hal lucu yang belum pernah dia lihat sebelumnya. "Apa kamu pikir saya akan membantumu, gadis kampung? Jangan berharap terlalu banyak," kekeh Kivandra.


Naya yang mendengar itu langsung bangun seraya menepuk pakaiannya yang kotor. "Apa kamu pikir ini lucu? Tertawa diatas penderitaan seseorang itu tidak baik, saya pikir Tuan muda adalah pria yang punya hati tapi aku salah. Tuan muda mungkin punya hati tapi hatinya sudah beku yang tidak akan cair lagi. Dasar beruang kutub!" cibir Naya sembari berjalan melewati Kivandra. Naya berniat pergi meninggalkan Kivandra namun, Kivandra menarik tangan Naya.


DEG!


Jantung Naya rasanya berhenti berdetak pada saat tangan kekar meraih tangan mungil milik Naya.


"Apa kamu pikir setelah mengatakan seperti itu, kamu bisa pergi dariku semudah itu!" tegas Kivandra.


Kivandra langsung menarik tangan Naya dari belakang sehingga tubuh Naya tersentak ke tubuhnya. Tanpa sepatah kata, Kivandra langsung melingkarkan tangan putihnya ke perut Naya membuat mata Naya membelalak seakan-akan meloncat. Dia menatap ke arah tangan Tuan muda yang melingkar cukup erat.


"Berani sekali kau memerintahku, gadis kampung!" bisik Kivandra di telinga Naya.


Naya yang mendengar itu langsung mencubit keras tangan mulus Tuan muda Kivandra. Lalu dia membalikkan badannya. Tanpa aba-aba tangan Naya melayang dan mendarat tepat di pipi kiri Kivandra.


PLAAKK!


Tamparan pun Kivandra terima dari tangan mungil Naya. Naya menatap penuh kesal. "Ini akibatnya karena Tuan muda berani melecehkan saya seperti ini! Jangan pikir gadis kampung akan diam saja jika diperlakukan seperti ini! Jauhi saya! Jangan berani-berani melakukan hal yang akan membuat Naya berbuat kasar lagi!" tegas Naya dengan hidungnya yang kembang kempis menahan amarah yang kian memuncak.


Tuan Kivandra tidak terima dengan tamparan yang Naya berikan sehingga dia hendak membalasnya namun, Naya berhasil menangkis tangan Tuan muda Kivandra. "Tuan muda tidak akan bisa melukaiku! Jangan macam-macam denganku!" Naya melepaskan tangan Tuan muda dengan kasar. Lalu dia pergi dari hadapan Tuannya.

__ADS_1


"Hah? Dasar gadis kampung! Awas kau!" teriak Kivandra penuh dengan kekesalannya.


Farel yang mendengar teriakan Tuan muda Kivandra langsung datang menghampirinya. "Tuan muda, apa yang terjadi?" tanya Farel dengan wajah yang cemas.


"Itu si gadis kampung itu berani menamparku sampai seperti ini. Kau lihat ini!" Kivandra memperlihatkan pipinya yang merah bekas tamparan yang Naya layangkan.


"Astaga, Tuan muda di tampar? Bagaimana bisa? Memangnya apa yang terjadi, Tuan muda?" tanya Farel lagi.


"Saya hanya ingin membuatnya jera tapi dia balik menamparku, dasar gadis kasar!" gerutu Kivandra seraya mengelus pipinya yang masih terasa panas dan perih.


"Memangnya apa yang Tuan muda lakukan sampai Naya berani menampar Tuan muda?" Farel menatap penuh penasaran.


"Aku hanya memeluknya saja, seharusnya merasa senang karena bisa mendapat pelukan dari seorang Kivandra. Di luaran sana banyak wanita yang mengantri ingin mendapat pelukan bahkan ciumanku tapi gadis kasar itu malah menamparku seperti ini. Awas saja, aku akan membalaskan penghinaan ini." Kivandra mengepalkan kedua tangannya karena kesal.


"Ya ampun, Tuan muda. Dia itu Naya, gadis itu sangat menjaga kehormatannya." Farel tertawa kecil.


"Bagaimana kau tahu? Apa kau mengenal gadis itu?" Kivandra melipat kedua tangannya di dada.


"Tuan muda tahu, gadis itu sangat menyebalkan. Saat di mobil saya dikira mau macam-macam padahal saya cuma berniat memakaikan sabuk pengaman saja, astaga kepala saya sampai pusing. Baru pertama kalinya saya bertemu dengan gadis menyebalkan seperti Naya," jelas Farel.


"Nah 'kan kau juga kesal padanya, gimana sama saya yang akan dijodohkan dengannya. Apa kau tahu? Besok saya harus menikahinya, seandainya saya bisa menolak ... sayangnya saya tidak bisa menolak permintaan Grandpa." Tuan muda duduk di kursi sembari menegadahkan kepalanya.


"Apa? Tuan Muda mau menikah dengan Naya?" Farel terlonjak kaget. Lalu dia duduk di sebelah Tuan muda Kivandra dan menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Iya. Kau tahu bukan, gimana selera saya dalam memilih wanita. Tidak mungkin selera saya seperti gadis kampung seperti Naya, apa kata dunia nanti? Farel, saya minta padamu untuk menyembunyikan pernikahan saya. Jangan sampai teman-teman saya mengetahui soal pernikahan saya, mengerti?" ujar Kivandra.


"Baik, Tuan muda. Saya akan menjaga rahasia ini dengan baik," timpal Farel.


"Setelah saya pikir-pikir ... ada baiknya juga saya menikahi gadis kasar itu." Kivandra tersenyum smirk.

__ADS_1


"Apa rencana Tuan muda?" tanya Farel seraya melihat ke arah Kivandra.


***


__ADS_2