
{Bagaimana reaksi istri kecilmu itu setelah aku memberi tahukannya tentang hubungan kita? Apakah dia bertanya padamu tentang kita yang pernah tidur bersama? Apakah dia membencimu, Kivandra Galaxy Dharmendra?}.
Isi pesan yang dikirim oleh nomor yang tidak Kivandra kenal sama sekali. Namun, Kivandra yakin jika pengirimnya itu adalah mantan tunangannya, Alice. Kivandra tidak membalas pesannya itu. "Pak, cepatlah sedikit!" perintah Kivandra pada supir taksi dengan bahasa asing.
"Baik, Tuan." Supir taksi tersebut segera menancap gas dan mobil pun melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.
Begitu sampai di hotel, Kivandra langsung turun dengan langkahnya yang terburu-buru. Jelas terlihat di matanya jika saat ini dia benar-benar marah. Bagaimana tidak, Alice berani menceritakan tentang hubungannya pada Naya. Susah payah dia menjaga rahasia ini agar Naya tidak tahu tapi ujung-ujungnya rahasia ini terbongkar oleh Alice.
Sudah tidak bisa ditoleransi lagi, sepertinya Alice merindukan sikap buruk Kivandra kembali lagi. Kivandra mengepalkan tangannya menunggu pintu elevator terbuka. Yup, saat ini Kivandra berada di dalam elevator menuju kamar Alice.
Ting!
Pintu elevator terbuka, Kivandra keluar dan berjalan menuju kamar Alice. Tanpa membuang waktu lagi, Kivandra menggedor-gedor pintu kamar Alice. Tak lama kemudian, Alice membuka pintu dan menyambut kedatangan Kivandra dengan pakaiannya yang seksi.
Kivandra menerobos masuk ke kamar Alice dengan tangan kekarnya menyeret lengan Alice dan mendorongnya ke ranjang. Kivandra melangkah mendekati Alice dan dekatkan wajahnya. "Dasar ******! Berani sekali kau bermain-main denganku!" Kivandra mencengkram leher Alice dengan sorotan matanya yang tajam.
"Ayolah, Tuan tampan. Kau ini naif sekali, akuilah jika kau masih menyimpan rasa untukku." Alice menancapkan kuku cantiknya ke lengan Kivandra yang tengah mencekik lehernya.
Tanpa Kivandra sadari, di belakangnya ada dua orang pria dengan memegang sebuah tongkat. Alice tersenyum ke arah kedua pria itu dan dalam hitungan detik, salah satu pria bertubuh tinggi dan kekar memukul kepala Kivandra dengan tongkat yang dia pegang. Setelah menerima pukulan yang cukup keras membuat Kivandra tak sadarkan diri. Dia pingsan dan tergeletak di lantai.
"Good job! Kalian boleh pergi!" perintah Alice pada kedua pria itu.
Kedua pria itu tersenyum disertai anggukan. Kedua pria itu pun pergi meninggalkan Kivandra dan Alice berduaan di kamarnya. Rupanya ini adalah rencana Alice dari awal. Dia sudah tahu jika Farel telah menguping rencananya. Sehingga dia mengubah strategi dengan membiarkan Kivandra tetap bersamanya dan membiarkan Naya dengan Farel pulang lebih dulu.
Alice memanglah wanita yang licik. Dia berubah menjadi wanita berbisa setelah hubungannya dengan Kivandra kandas dan saat itulah, karena dia tidak bisa menerima keputusan Kivandra dia pun telah mengubah hidupnya menjadi wanita ****** yang mengerikan. Dia rela menghalalkan segala cara agar Kivandra kembali padanya. Alice tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia mengangkat tubuh Kivandra dan membaringkannya di ranjang. Sejenak Alice memandangi wajah mantan tunangannya itu.
__ADS_1
"Wajahmu semakin tampan, andai saat ini aku menjadi istrimu, aku akan menjadi wanita paling beruntung sedunia. Kau tau, Kivan? Kenapa aku berubah seperti ular sekarang? Semua itu karena dirimu! Andai malam itu kau tidak mengakhiri hubungan kita? Kau tau? Betapa hancurnya hidupku setelah aku mengasingkan diri dari kota kita berasal? Betapa sulitnya aku menjalani hari-hariku tanpa dirimu? Tapi, kau lebih memilih persahabatanmu dengan Chiko. Jangan salahkan aku jika aku akan berbuat nekad untuk memisahkanmu dengan istri kampunganmu itu. Bersiaplah menyambut kehancuranmu, Sayang. Bersiaplah untuk kalah, Naya!"
***
Setiba di Buana Home, Naya dan Farel segera masuk. Betapa terkejutnya Nenek Aminah begitu melihat cucu kesayangannya sudah pulang dengan keadaan sehat dan selamat. Saking antusiasnya, Nenek Aminah berlari dan berteriak memberi tahu Tuan Liam dan Nyonya Thalia.
"Tuan Liam, Nyonya Thalia Naya sudah kembali,"
Mendengar hal itu, tentu saja Tuan Liam dan Nyonya Thalia datang dengan wajah yang gembira. Namun, begitu menyadari jika Kivandra tidak ada bersama Naya dan Farel. Semuanya bertanya-tanya tentang kenapa Kivandra tidak pulang.
"Loh, di mana cucuku, Kivan?" Tuan Liam celingukan mencari keberadaan cucunya.
"Tuan muda sedang ada urusan, Tuan. Tuan muda akan kembali beberapa hari lagi," jawab Farel sembari menoleh ke arah Naya.
Tentu saja Naya menyorotkan matanya dengan tajam. Pasalnya, dia tidak mengetahui jika Kivandra memiliki urusan penting. Suaminya tidak pernah mengatakan mengenai alasannya. Entah apa yang membuat Kivandra menyembunyikan itu dari dirinya.
"Tuan, bolehkah kita bicarakan ini berdua saja? Ada hal yang ingin saya katakan dan hanya Tuan Liam yang boleh mengetahuinya. Ini pesan Tuan muda," jawab Farel dengan berbohong.
"Ya sudah, ayo ke ruanganku." Tuan Liam pergi menuju ruangannya dan diikuti oleh Farel. Sementara Nyonya Thalia mengajak Naya ke ruang tengah.
***
Ruangan Tuan Liam ....
"Katakan, apa yang terjadi? Urusan apa yang sedang cucuku selesaikan?" tanya Tuan Liam dengan duduk tegap di kursi kerjanya.
__ADS_1
'Maafkan saya, Tuan muda. Saya harus menceritakan soal ini, saya takut jika si wanita itu akan menyakitimu,'
"Farel! Apa yang kau coba tutupi dariku? Apakah ada sesuatu yang terjadi selama kalian ada di sana?"
"Ya, Tuan. Sebenarnya Tuan muda berpesan padaku untuk tidak memberi tahu Tuan tapi, menurut saya, Tuan berhak tahu. Mantan tunangan Tuan muda datang menyusul Tuan muda dengan membuat kekacauan selama di sana," jelas Farel.
"Apa?" Tuan Liam terkejut mendengar jawaban Farel.
"Bagaimana ****** itu bisa tahu jika cucuku sedang berada di negara S? Apakah dia menyewa seorang mata-mata untuk selalu mengawasi cucuku?" tebak Tuan Liam.
"Ya, Tuan. Wanita itu sudah mengawasi Tuan muda sejak lama. Wanita itu masih menggoda Tuan muda agar Tuan muda mau menjalin hubungan dengannya lagi."
"Wanita itu sungguh tidak tahu diri. Sudah berani menyakiti cucuku sekarang kembali mengusik Kivan-ku lagi. Farel, seharusnya kau tidak membiarkan Kivan sendirian di sana. Bagaimana jika wanita ular itu menyakiti cucuku lagi?"
"Saya sudah menolak untuk meninggalkan Tuan muda di sana sendirian tapi Tuan muda bersikeras menyuruh saya mengantar Naya pulang. Karena jika tidak--"
"Jika tidak, apa? Apa yang akan terjadi?" sela Tuan Liam dengan menatap serius Farel.
"Naya akan dicelakai oleh orang sewaan Denison. Alice meminta Denison untuk menyewa seseorang untuk mencelakai Naya, dia sangat ingin Naya celaka agar Tuan muda bisa kembali padanya lagi. Tapi, Tuan jangan khawatir. Tuan muda sangat membenci Alice, dia ingin mengurus masalah ini dengan tuntas dan membuat Alice mengerti jika Tuan muda sudah menikah. Semoga saja Tuan muda berhasil menyadarkan Alice."
"Farel, kau lugu sekali! Apa semudah itu membuat ****** itu luluh? Saya tidak mempercayai wanita itu. Sekarang juga suruh Kivan untuk pulang! Sekarang juga!"
"Tapi, Tuan ... bagaimana jika Tuan muda menolak?"
"Katakan, ini perintahku. Dia akan menuruti perkataanku, cepatlah! Saya tidak ingin cucuku kenapa-kenapa!" perintah Tuan Liam dengan kecemasan yang terpancar di matanya.
__ADS_1
"Baik, Tuan."
***