Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 42 > Pesta Untuk Naya


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!


Pintu kamar Naya diketuk dari luar. Naya yang saat ini sedang merias diri pun langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu. Naya membuka pintu.


"Nenek," panggil Naya setelah melihat Nek Aminah tengah berdiri di depan pintu kamarnya.


"Nay, Nenek mau bicara hal penting padamu," ujar Nek Aminah.


"Ayo, masuklah, Nek." Naya mengajak neneknya masuk ke kamar.


"Kita bicara di kamar Nenek saja, ayo." Nek Aminah mengajak Naya untuk bicara di kamarnya.


"Ya udah, ayo, Nek." Naya menggandeng tangan neneknya.


Sesampainya di kamar Nek Aminah, Naya dan Nek Aminah duduk serta saling menatap satu sama lain. "Nek, ada apa? Apa yang ingin nenek bicarakan pada Naya? Jangan membuat Naya takut." Naya menggenggam tangan neneknya.


"Nenek akan pulang kampung, Nay. Nenek tidak akan kembali lagi ke rumah Tuan Liam," jelas Nek Aminah.


"Apa yang Nenek katakan?" Naya membelalakkan matanya. Dia terkejut dengan ucapan neneknya.


"Kenapa Nenek tidak akan kembali lagi ke rumah ini? Apa maksudnya ini, Nek?" tanya Naya dengan tatapan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Nenek tidak akan bekerja di rumah ini lagi, ini keputusan Tuan Liam. Tuan Liam juga memberikan Nenek uang pesangon 150 juta dan juga rumah beserta isinya di kampung. Selain itu Tuan Liam akan memberikan modal untuk Nenek membuka usaha. Bukankah Tuan Liam itu sangat baik?" Nek Aminah meneteskan air matanya.


"Tapi, Nek ... di sini Naya sendirian. Masa Nenek tega sih ninggalin Naya di rumah ini sendirian?" Naya menangis.


"Hei, Sayang. Jangan seperti anak kecil. Bukankah selama ini kamu selalu hidup berjauhan dengan Nenek? Kenapa sekarang kamu menangis, padahal saat ini kamu sudah memiliki suami yang begitu baik padamu. Nenek janji akan selalu menemuimu. Jika kamu mau, kamu dan suamimu bisa mengunjungi Nenek ke kampung. Ingatlah, Sayang. Di sini kamu tidak sendirian. Ada Tuan Liam dan Nyonya Thalia. Mereka sangat menyayangimu, Nenek percaya jika kamu akan hidup bahagia bersama keluarga Buana." Nek Aminah memeluk cucunya sembari mengelus lembut punggungnya.


"Nenek akan berangkat kapan? Naya ingin ikut mengantar Nenek," tanya Naya seraya mengangkat wajahnya menatap Nek Aminah.


"Besok pagi, Nenek akan diantar oleh Farel."


"Naya akan ikut," ucap Naya.


"Boleh, Sayang. Tapi, kamu harus minta izin Tuan muda terlebih dahulu."


"Iya, Nenek akan istirahat. Pergi dan berbahagialah, Nak." Nek Aminah mengelus kepala Naya.


"Naya berangkat ya." Naya keluar dari kamar neneknya.


Sebelum Naya menemui suaminya, dia pergi ke kamar untuk mengambil blazer dan tasnya. Setelah itu, barulah dia turun menemui Kivandra yang sudah siap sejak tadi. Begitu Naya turun, semua mata tertuju pada Naya.


Malam ini Naya terlihat sangat cantik, dengan dress panjang yang terlihat seksi di bagian dada dan bahunya. Heels yang Naya pakai hari ini tidak terlalu tinggi, agar dia tidak kesulitan berjalan apalagi sampai merepotkan suaminya. Naya menghampiri Kivandra yang tengah duduk bersama ibu dan kakeknya.

__ADS_1


"Wah, malam ini menantuku terlihat sangat cantik. Siapa yang meriasmu ini, Nak?" tanya Mami Thalia.


"Naya sendiri, Mami. Aku sedang belajar merias wajah Naya sendiri. Apakah make up Naya terlalu tebal?" Naya terlihat tidak begitu percaya diri dengan penampilannya.


"Udah pas, kamu terlihat cantik. Ayo buruan, kita harus pergi sekarang. Nanti keburu malam," timpal Kivandra seraya berjalan menghampiri Naya.


Sontak Naya, Mami Thalia dan Tuan Liam menoleh ke arah Kivandra. "Wah, sulit dipercaya. Rupanya cucuku ini sudah mulai luluh nih," sindir Tuan Liam.


"Grandpa ini bicara apa? Kivan hanya bicara sesuai fakta saja. Sudah, jangan menggoda Kivan seperti itu. Ayo, Nay." Kivandra menarik lembut tangan Naya.


"Mami, Grandpa. Naya pamit pergi dulu," ucap Naya sedikit berteriak karena dia sudah ditarik pergi oleh suaminya.


"Iya, Sayang. Bersenang-senanglah!" timpal Mami Thalia dengan nada yang sedikit berteriak.


****


Setelah kurang lebih 1,5 jam, Kivandra dan Naya sudah sampai di tempat tujuan. Kali ini Kivandra mengajak Naya untuk dinner di sebuah kapal yang dia sewa. Bukan hanya itu, Kivandra juga membuat sebuah pesta yang mengundang beberapa temannya termasuk juga mantan tunangannya Alice.


Kenapa Kivandra mengundang Alice? Kivandra ingin menyadarkan Alice untuk tidak mengejarnya lagi. Kivandra sengaja membuat pesta ini dan mengundang beberapa temannya untuk mengumumkan tentang pernikahannya itu. Kivandra sudah yakin dengan keputusannya jika dia akan memperkenalkan Naya kepada teman-temannya.


Dia ingin memulai hidup yang baru dengan membuka hatinya untuk Naya. Tentu saja, mengetahui hal ini Naya terkejut bukan main. 'Apakah aku sedang bermimpi?'

__ADS_1


****


__ADS_2