Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 48 > Ungkapan Cinta Kivandra


__ADS_3

"Aku mencintaimu, Kanaya!" Kivandra menangkup kedua pipi Naya disertai tatapannya yang dalam.


"Apa Mas sedang bercanda? Mas tidak sedang prank aku 'kan?" tanya Naya dengan wajahnya yang sedikit tidak percaya.


"Lihat mataku dan katakan, apakah aku terlihat bercanda!" Kivandra memegang kedua bahu istrinya disertai tatapan yang penuh kebenaran.


Perlahan Naya mulai menatap mata suaminya. Kemudian dia menggelengkan kepalanya. "Tidak. Jadi, apa yang Mas katakan barusan serius kalau Mas--"


"Benar. Aku sudah mulai menyukaimu. Aku ingin kita memulai hidup yang baru. Memang benar, awalnya aku menikahimu karena terpaksa atas permintaan Grandpa. Namun, seiring berjalannya waktu, entah kapan perasaan itu datang aku tiba-tiba mulai mengagumimu. Aku memutuskan untuk membuka hatiku untukmu. Bagaimana, maukah kamu menjadi istriku?" Kivandra menggenggam tangan Naya dengan tatapan yang penuh cinta.


"Mas, aku ini sudah menjadi istrimu. Sejujurnya aku sudah menyukaimu sejak awal kita menikah meski aku tahu Mas tidak pernah menyukaiku. Aku diam-diam mencintaimu, Mas," jelas Naya.


"Nay, mungkin kamu akan mulai mengetahui satu persatu masa laluku jadi, aku mohon padamu untuk tidak melihat ke belakang. Fokuslah pada masa depan. Aku ingin berubah, bantulah aku menjadi orang yang lebih baik lagi. Grandpa benar, kamu adalah gadis yang baik dan mampu mengubah sikapku," tutur Kivandra.


"Naya teh tidak peduli dengan masa lalu Mas seperti apa. Sekalipun itu masa lalu kelam, semua orang pasti memiliki masa lalu. Tidak baik jika kita masih membicarakan masa lalu yang sudah terjadi. Biarkan itu menjadi kenangan yang terkubur. Naya mencintai Mas Kivan yang sekarang. Aku sangat bersyukur karena cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Padahal aku sempat mengira jika Mas masih memiliki perasaan terhadap Alice tapi ternyata dugaanku salah." Naya tersenyum bahagia.


"Apa sekarang kamu percaya padaku?"


Naya mengangguk cepat. "Tentu saja, aku sangat mempercayaimu, Mas."

__ADS_1


"Terima kasih, aku sekarang merasa lega karena aku sudah menyatakan perasaanku. Padahal aku sempat berpikir kalau tidak ada seorang wanita yang mampu membangkitkan cinta di hatiku tapi, ternyata aku salah. Wanita yang berhasil membangkitkan cintaku adalah istriku yang sejak awal tidak aku sukai bahkan aku sempat membencinya. Aku beruntung karena aku masih bisa mengungkapkan perasaanku. Aku menyayangimu, istri kecilku. Kemarilah." Kivandra merentangkan tangannya. Dia meminta Naya untuk memeluknya.


Naya tersenyum dengan sedikit menitikkan air mata kebahagiaan. Dia langsung memeluk suaminya dengan hangat. "Aku juga menyayangimu, Tuan Robot," jawab Naya dengan mengelus punggung suaminya.


"Kenapa memanggilku robot? Apakah aku sekaku itu, Gadis kocak?" kekeh Kivandra.


"Tentu saja, dulu Mas sangat kaku. Mas tidak punya hati, bahkan Mas tidak peka pada Naya. Tapi, sikap itulah yang membuatku gemas. Walaupun Mas itu robot, tapi lambat laun, aku melihat perubahan dalam dirimu. Jadi, aku akan memanggilmu Tuan Alien saja." Naya mengangkat wajahnya. Dia menatap wajah suaminya.


"Alien? Kenapa memanggilku Alien? Apakah wajahku sejelek itu?"


"Haha, bukan itu. Aku memanggilmu Alien karena Mas sangat pintar dan bisa menguasai beberapa bahasa asing. Mas tidak marah 'kan jika aku memanggilmu dengan Tuan Alien?" Naya menaik-turunkan alisnya dengan menggoda suaminya.


"Kau ini istri yang aneh," kekeh Kivandra.


"Astaga kau ini," Kivandra tertawa lepas mendengar ucapan istri kocaknya itu.


****


Kediaman Nek Aminah ....

__ADS_1


Saat ini Kivandra dan Naya sudah sampai di rumah neneknya. Mereka keluar dari mobil dan memasuki rumah secara bersamaan. Naya menggandeng lengan suaminya disertai wajahnya yang sumringah.


Dia terus tersenyum ke arah suaminya. Kivandra tahu jika istri kecilnya itu tengah menatapnya. Dia langsung menggendong tubuh Naya dan menatapnya begitu dekat.


Kedua pasang mata saling bertemu dan memandang satu sama lain. Bersamaan dengan itu, Farel datang dan melihat tuannya sedang kasmaran. Farel tersenyum melihat itu, sedangkan Kivandra dan Naya tidak menyadari jika di hadapannya ada Farel.


Mereka hanya merasa dunia ini milik mereka berdua. "Apa yang membuatmu sebahagia ini, Gadis kocak?" Kivandra menyentuh hidung Naya dengan hidungnya.


"Karena aku memiliki suami yang sangat tampan. Tentu saja aku sangat bahagia dan yang paling membuatku sangat bahagia itu karena Tuan Alienku ini sudah menyatakan cintanya padaku," jawab Naya.


"Benarkah? Jadi, malam ini kita bisa melakukan malam pertama 'kan?" goda Kivandra dengan menatap istri kecilnya dengan tatapan yang nakal.


Mendengar itu, Naya langsung ketar-ketir. Matanya menatap ke sembarang arah agar dia terhindar dari mata suaminya. Namun, Kivandra semakin erat memegang pinggang istrinya serta mendekatkan tubuhnya. Naya tersentak sampai wajah mereka tidak ada jarak lagi.


Kivandra hendak mendaratkan bibirnya di bibir Naya tapi, sebelum itu terjadi Farel berjalan mendekati tuannya. "Ekhem ekhem!" Farel berdehem.


Keduanya menoleh ke arah Farel. Wajah Naya seketika berubah menjadi merona bak kepiting rebus. "Farel, sejak kapan kau berdiri di situ?" tanya Kivandra dengan ekspresi yang datar.


"Sejak pasutri ini bermesraan. Mataku perih melihat ini, begini banget ya nasib jomblo. Aku serasa ngontrak di dunia ini," celetuk Farel dengan wajahnya yang bete.

__ADS_1


"Kasihan deh Kak Farel, haha." Naya tertawa meledek pada Farel.


****


__ADS_2