Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 16 > Membuat Kesal Tuan Muda


__ADS_3

Naya tengah duduk di sofa seraya membaca buku mini pemberian Tuan Liam. Dia tidak sadar jika Kivandra sudah berada di hadapannya dengan berkaca pinggang dan tubuh terbalut handuk namun, dada bidang dan roti sobeknya terpampang jelas. Jika wanita lain yang melihat pemandangan segar ini mungkin akan terlihat sangat menggiurkan.


Berbeda dengan gadis polos dan kocak seperti Naya, dia hanya asyik membaca tanpa memperhatikan sekitar. "Ekhem ekhem!" Kivandra berdehem membuat Naya terperanjat dan melemparkan buku mini itu ke wajah Kivandra.


"Hei! Apa yang kau lakukan, Gadis kocak!" pekik Kivandra.


Naya berdiri dan menatap canggung suaminya. "Maafkan saya, Tuan muda," hanya itu yang keluar dari mulut gadis kocak itu.


"Apakah tidak ada kata lain yang bisa kau ucapkan, hah? Berani sekali kau melempar wajah tampanku dengan buku tak bergunamu itu!" bentak Kivandra dengan mata yang membola dengan sempurna.


"Hahaha!" Naya tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan suaminya.


Sementara itu, Kivandra hanya menautkan kedua alisnya. "Apa yang membuatmu tertawa seperti itu? Apakah ada yang lucu?" tanya Kivandra kebingungan.


"Ciee, KEPO." Naya menaik-turunkan alisnya sembari tertawa receh.


Kivandra memutar bola matanya malas. "Terserah kau saja! Aku tidak mau tau. Aku penasaran apa yang sedang kau baca itu? Buku apa itu?" Kivandra jongkok dan hendak meraih buku yang tergeletak di bawah kakinya.


Kedua mata Naya membola dengan sempurna, dia bergerak lebih cepat dari suaminya. "Jangan sentuh buku itu!" pekik Naya seraya mengambil buku mini yang sudah ada di tangan Kivandra.


Kivandra memicingkan matanya disertai senyuman kecutnya. "Buku apa itu, sampai kau tidak mau aku melihatnya?"


"Jangan kepo! Lebih baik Tuan muda pakai baju. Itu auratmu terpampang jelas!" timpal Naya dengan tegas. Kemudian Naya berjalan melewati Kivandra.


Kivandra hanya tertegun mendengar timpalan istri kocaknya itu. "Berhenti!"


Naya menghentikan langkahnya, dia mematung membelakangi Kivandra. "Apa Tuan muda bicara padaku?"


"Tidak! Aku bicara pada hantu!" timpal Kivandra dengan kesal.


"Oh." Naya kembali melanjutkan langkahnya.


Kivandra mendengus kesal seraya mengepalkan kedua tangannya. "Hei, gadis kocak! Kau ini benar-benar bodoh! Tentu saja aku bicara denganmu! Di rumah ini mana ada hantu," ujar Kivandra dengan nada tinggi.


"Lah, tadi 'kan Tuan muda sendiri yang mengatakan jika Tuan muda bicara dengan hantu. Apalagi yang mau Tuan muda katakan? Apa Tuan muda mau mengejekku lagi?" Naya membalikkan badannya.


"Kau mau ke mana? Kita harus segera bersiap-siap," jawab Kivandra.


"Aku mau mandi. Apa Tuan muda mau ikut mandi bersama Naya?" celetuk Naya sembari mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Gadis gila! Sudah pergi mandi sana! Makin enggak waras saya bicara sama gadis kocak sepertimu!" Kivandra berjalan ke lemari pakaiannya.


"Oh iya, Tuan muda ...."


"Apa?"


"Emangnya kita mau ke mana? Kenapa menyuruhku bersiap-siap?" Naya lupa jika malam ini mereka akan pergi ke negara S.


"Astaga, apakah kau sudah amnesia, Gadis kocak?" Kivandra menoleh ke arah Naya disertai gelengan kepala.


"Naya teh baik-baik aja, bagaimana bisa Tuan Muda bilang Naya amnesia?"


"Sudah cukup! Kau pergi mandi gih! Nanti saya kasih tahu!" Kivandra kembali memilih pakaiannya.


"Kenapa enggak kasih Naya tempe aja, Tuan muda," timpal Naya disertai tawanya.


"NAYA!" bentak Kivandra.


"Baik, baik. Naya mandi sekarang, dah suami palsu. Wlee!" Naya menjulurkan lidahnya tanda mengejek suaminya.


Setelah merasa puas menggoda suaminya, Naya berlari ke kamar mandi. Sementara itu, Kivandra menyiapkan barang-barang yang akan dia bawa. Setelah memilih beberapa barangnya, dia pun mempacking barangnya ke dalam koper. Tiba-tiba dia kembali teringat perkataan mantan tunangan, Alice.


Tok! Tok! Tok!


Suara ketukan pintu, Kivandra pun berjalan menuju pintu. Kemudian dia membukanya. "Ada apa, Rel?" tanya Kivandra pada Farel.


"Ada sesuatu yang harus Tuan muda ketahui, bisakah Tuan muda ikut bersamaku?"


"Baiklah, kau tunggu di bawah. Saya pakai baju dulu."


"Baik, Tuan muda."


Kivandra pun menutup pintunya, setelah itu dia segera memakai bajunya. Setelah beberapa menit kemudian, Kivandra pun sudah berada di bawah. Saat ini Kivandra dan Farel berada di basement khusus mobilnya.


"Kenapa kau membawaku ke mari?" tanya Kivandra dengan mengerutkan dahinya.


"Tuan muda akan segera tahu."


"Hei, Rel. Alat apa yang kau pegang ini?" Kivandra melihat ke arah alat yang Farel pegang.

__ADS_1


"Ini pendeteksi alat pelacak yang ada di dalam mobil Tuan muda," jelas Farel.


"Apa maksudmu? Bagaimana mungkin di mobilku terpasang alat pelacak dan siapa orang yang berani memasangnya?"


"Saya tidak tahu, Tuan muda. Saya ingin memastikannya terlebih dahulu." Farel dengan cepat memeriksa semua mobil tuannya.


Setelah beberapa menit kemudian, dugaan Farel benar jika alat pelacak itu memang terpasang di mobil Kivandra. Kivandra menatap alat pelacak itu dengan wajah merah padam tanda dia sedang marah. "Berikan alat itu padaku!" pinta Kivandra.


Farel langsung memberikan alat itu. Kivandra menyambar alat pelacak itu, lalu dia berlari ke luar basement. "Tuan muda, tunggu!" Farel berlari mengejar tuannya.


Brugh!


Kivandra menghancurkan alat pelacak itu dengan sebuah batu besar. "Farel, kau cari tahu siapa orang yang berani memasang ini di mobilku! Tidak akan aku ampuni orang itu!" Kivandra mengepalkan kedua tangannya.


"Baik, Tuan muda." Farel menunduk tanda hormat.


***


"Loh, ke mana perginya si Tuan Alien itu? Tadi menyuruhku untuk buru-buru mandi tapi dianya juga enggak ada," keluh Naya seraya mengerucutkan bibirnya.


Naya baru saja selesai mandi, dia berjalan menuju tasnya untuk mengambil pakaian. Pada saat dia hendak memakai pakaian, tiba-tiba pintu terbuka. Naya terlonjak kaget sampai melompat ke ranjang Tuan muda serta mengambil selimut tebal untuk menutupi tubuh polosnya.


"Hei! Ngapain kau berada di ranjangku!" pekik Kivandra yang tiba-tiba masuk.


"Tuan muda keluar dulu!"


"Apa? Kau mengusirku dari kamarku sendiri? Apa kau waras, Gadis kocak?" mata Kivandra memelototi Naya.


"Saya belum memakai bajuku, Tuan muda. Emangnya Tuan muda mau lihat saya tanpa pakaian? Saya mohon ya, Tuan muda tunggu di luar dulu," bujuk Naya dengan mengedip-ngedipkan matanya.


"Bisa-bisanya kau! Huft." Kivandra mendengus kesal. "Baiklah, aku akan keluar. Cepatlah bersiap-siap, aku tunggu di bawah. Oh iya, kau bawa koperku itu!" perintah Tuan muda seraya keluar dari kamarnya.


"Siap, Tuan Alien."


Setelah Tuan muda keluar dari kamarnya, Naya segera melompat dari ranjang dengan tubuh masih diselimuti selimut. Tak membuang waktu lagi, Naya langsung memakai pakaiannya dan segera pergi dengan membawa koper permintaan Tuan muda Kivandra. Begitu sampai di bawah, Naya celingukan melihat banyak orang di ruang tengah.


"Tuan muda, ada apa ini?" tanya Naya dengan wajah bingung.


"Jangan tanya padaku, tanya pada Mami saja," jawab Kivandra dengan ketus.

__ADS_1


***


__ADS_2