Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 53 > Mantanmu Datang Lagi?


__ADS_3

"Mas, kita mau ke mana?" tanya Naya dengan tangannya yang masih melingkar di perut sixpack suaminya.


"Apa di sini ada pantai? Aku ingin sekali pergi ke pantai bersamamu," jawab Kivandra.


"Ada sih, Mas. Hanya saja lumayan jauh. Lagi pula hari ini Nenek mau ngadain syukuran, sepertinya kita tidak bisa pergi ke pantai sekarang. Bagaimana kalau besok? Sekarang juga kita 'kan pakai motornya Mang Omat, enggak enak kalau minjem kelamaan. Mang Omat pasti akan pakai motornya untuk ngojek lagi," jelas Naya.


"Baiklah, kita akan pergi besok saja. Sekarang kita pergi ke rumah pohon itu lagi, bagaimana?"


Deg!


'Jangan sampai aku dan Mas Kivan ke rumah pohon itu lagi. Aku takut jika hanya ada kita berdua, Mas Kivan akan berbuat sesuatu. Aku belum siap. Aku harus memikirkan cara untuk menolaknya agar tidak pergi ke rumah pohon itu,'


"Hei, Sayang. Kenapa diam saja? Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Kivandra dengan mengelus tangan Naya.


Naya tersadar dari monolognya. "Jangan ke rumah pohon, Mas. Kita ke sawah saja, bagaimana? Di sana kita bisa bermain-main sama kerbau. Setelah itu kita pergi ke air terjun, bagaimana?" jawab Naya.


"Terdengar seru, ayo kita bermain-main di sana." Kivandra langsung menambah kecepatan laju motornya.


Setelah beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di tempat tujuan. Kivandra menepikan dan memarkirkan motornya di pinggir jalan. Naya turun terlebih dulu, lalu Kivandra.


Sejenak mereka terdiam dan melihat keindahan alam yang begitu menyejukkan mata. Kivandra tersenyum melihat sekelilingnya. Jarang sekali dia melihat pemandangan hijau yang segar seperti ini.


"Mas, coba lihat baik-baik sawah itu! Apa Mas yakin mau main kotor-kotoran di sana? Bagaimana jika kulitmu gatal-gatal?" tanya Naya sebelum mereka menginjakkan kaki di sawah.

__ADS_1


"Tidak akan. Udah, ayo kita ke sana." Kivandra mengajak istri kecilnya untuk turun ke sawah.


Mereka pun akhirnya turun. "Mas, tunggu sebentar!"


"Ada apa, Sayang?"


Naya berjongkok dan menaikkan celana suaminya sampai betis, agar celananya tidak terlalu kotor. "Sudah, ayo kita bermain." Naya menarik tangan suaminya menghampiri kerbau.


"Nay, jangan terlalu dekat! Aku tidak begitu menyukai hewan ini." Kivandra menghentikan langkahnya.


"Lah, katanya tadi kau main. Maksud aku main itu, ya kita main menunggangi kerbau ini. Seru tau, Mas. Apa Mas mau mencobanya?" Naya menaik-turunkan alisnya.


"Apa? Menungganginya? Tidak. Aku tidak mau!" jawab Kivandra dengan sedikit melangkah mundur.


"Aku tidak takut, aku hanya--"


"Kivandra!" teriak seorang wanita dari arah jalan dengan melambaikan tangannya.


Naya dan Kivandra pun menoleh secara bersamaan. Alangkah terkejutnya mereka berdua begitu melihat wanita itu. Siapakah wanita itu? Wanita itu tidak lain adalah mantan tunangan Kivandra, yaitu Alice.


"Mas, bukankah itu mantan tunanganmu?" tanya Naya dengan menoleh ke arah suaminya.


"Iya, itu Alice."

__ADS_1


"Apa Mas memberi tahunya kalau kita sedang ada di kampungku? Apa kau memberikan alamat kampungku kepadanya?" tanya Naya.


"Gila. Mana mungkin aku memberi tahunya? Aku bahkan sudah memblokir semua sosmednya. Apa kau tidak percaya padaku? Asal kau tahu saja, Nay. Jika tujuanku kemari itu untuk berbulan madu serta mempelajari hal-hal yang tidak aku ketahui." Kivandra memegang kedua tangan Naya serta menatapnya dengan tatapan yang lekat.


"Lantas, Alice tahu dari mana jika kita sedang berada di kampung? Apa dia tidak cape dengan terus mengejarmu? Kenapa dia selalu saja mengganggu rumah tangga kita? Aku tahu, aku hanya pengganti dia tapi, aku juga mencintaimu, Mas. Aku cemburu jika wanita itu terus saja mengejar bahkan mendekatimu. Aku tidak suka wanita seperti Alice mendekatimu!" timpal Naya. Secara tidak sadar dia telah mengakui perasaannya pada Kivandra.


Kivandra tersenyum mendengar istrinya yang telah jujur mengakui perasaannya. Tanpa banyak bicara, dia langsung menarik Naya ke dalam pelukannya. Sedangkan Naya, dia hanya mengedip-ngedipkan matanya. Dia bingung, kenapa suaminya tiba-tiba memeluknya seperti itu.


"Mas, aku serius. Kenapa Mas malah tersenyum dan memelukku? Aku tidak sedang bercanda," ucap Naya.


"Terima kasih telah mengakui perasaanmu. Terima kasih banyak, istri kecilku. Aku mencintaimu." Kivandra melepaskan pelukannya, laku dia menangkup kedua pipi Naya.


Cup!


Kivandra mengecuup bibir istri kecilnya itu. Naya membelalakkan matanya, dia merasa tubuhnya menjadi kaku. Sementara itu, Alice yang melihat itu hanya menyunggingkan senyuman. Kemudian Alice berjalan menghampiri Naya dan Kivandra.


"Apa yang kau lakukan, Mas? Bagaimana jika ada yang melihat?" tegur Naya.


"Biarkan saja, aku tidak peduli jika orang melihat ini. Hari ini aku sangat senang karena istri kecilku ini telah mengakui perasaannya. Aku sangat bahagia." Kivandra tersenyum bahagia.


Kivandra maju beberapa langkah. Kemudian dia berteriak sangat keras. "Terima kasih Tuhan, kini akhirnya Gadis Kocakku ini telah mengakui perasaannya. AKU MENCINTAIMU ASTI KANAYA!"


****

__ADS_1


__ADS_2