
Happy Reading, guys :)
Selesai pesta, kini Kivandra menggendong tubuh Naya ala bridal style. Saat ini keadaan Naya sedang mabuk karena dia ditantang oleh Alice untuk meminun minuman beralkohol. Dia sudah dilarang oleh suaminya tapi, dia tidak ingin mempermalukan suaminya di depan teman-temannya dan juga Alice.
"Tuan Kivan, kau tau? Saat ini aku sangat senang karena kau telah mengakuiku sebagai istrimu. Aku senang karena kau sudah mulai membuka perasaan untukku. Aku juga mencintamu, Mas," ucap Naya di bawah alam sadarnya.
"Diamlah! Ayo kita pulang, kita bicara nanti saja setelah kita sampai di rumah. Masuklah." Kivandra membuka pintu mobil dan menyuruh Naya masuk.
Naya masuk dan wajahnya tersungkur ke kursi kemudi. Kivandra terkejut dan hendak membetulkan posisi istrinya tapi tangan Naya malah menarik kemejanya sampai dia jatuh menindih Naya. Mata Kivandra membuka lebar.
Kini jantungnya kembali hidup, setelah bertahun-tahun lamanya dia tidak merasakan debaran jantungnya. Kini malam ini dia kembali merasakan debaran jantungnya lagi. Dia menatap lekat wajah Naya yang merona bak kepiting rebus.
"Mas, kau tampan sekali. Hehe," puji Naya ngelantur diakhiri dengan cengengesan.
Setelah beberapa menit kemudian, Naya tak sadarkan diri. Kivandra membenarkan posisi Naya dan langsung memakaikan seat belt agar istrinya tidak terjatuh lagi. Kivandra menutup pintu mobil Naya, lalu dia berjalan mengitari mobilnya dan masuk lewat pintu kemudi. Tak membuang-buang waktu lagi, Kivandra langsung menjalankan mobil dengan kecepatan normal.
****
Buana Home ....
Kini Kivandra dan Naya sudah sampai di basement khusus mobil-mobil Kivandra. Dia turun dan menggendong tubuh istrinya ke kamar. Dia membawanya melalui pintu belakang dengan elevator.
Ting!
__ADS_1
Pintu Elevator terbuka, Kivandra keluar dan berjalan menuju kamarnya. Kivandra menidurkan tubuh Naya di ranjangnya. Kemudian, Kivandra mandi dan mengganti pakaiannya.
Setelah beberapa menit, Kivandra selesai melakukan rutinitas malamnya. Karena merasa gerah, Kivandra keluar dari kamar dan pergi ke dapur. Begitu sampai di dapur, Kivandra membuka lemari es dan mengambil minuman.
"Tuan muda," panggil Farel yang saat ini sudah berada di belakang Kivandra.
Kivandra membalikkan badannya, dia menoleh ke arah Farel. "Tuan muda sedang apa di dapur?" tanya Farel.
"Aku sedang minum ini. Kau sendiri ngapain di dapur?" tanya Kivandra seraya menunjukkan minuman yang dia minum ke Farel.
"Aku tidak bisa tidur, dan malam ini terasa sangat gerah jadi aku ke dapur untuk mengambil minuman segar. Oh iya, Tuan muda ... apakah Tuan Muda sudah tahu mengenai Nek Aminah?" tanya Farel.
"Tidak. Memangnya Nek Aminah kenapa?" Kivandra mengerutkan dahinya.
"Besok Nek Aminah akan pulang kampung. Dia tidak akan bekerja lagi di Buana Home," jelas Farel.
"Untuk soal itu, saya tidak tahu. Tuan muda bisa menanyakannya pada Tuan Liam," jawab Farel.
"Baiklah, aku akan menemui Grandpa." Kivandra berlari menuju kamar kakaknya.
Tok! Tok! Tok!
Kivandra mengetuk pintu kamar Tuan Liam. "Masuklah," ucap Tuan Liam dari dalam kamar.
__ADS_1
Kivandra langsung masuk. "Grandpa," panggil Kivandra.
Tuan Liam menoleh ke arah cucunya. "Kivan, ada apa datang ke kamar Grandpa malam-malam begini?" tanya Tuan Liam.
"Kivan mau bertanya sesuatu," jawab Kivandra.
"Katakan, apa yang ingin kau tanyakan, Nak?"
"Kenapa Nek Aminah tidak akan bekerja di Buana Home lagi? Apa Grandpa memecat neneknya Naya?" Kivandra duduk di tepi ranjang kakeknya.
"Apa kau tidak melihat usia Nek Aminah sudah tidak muda lagi. Dia harus istirahat di usia yang sekarang. Grandpa juga memberhentikannya bukan tanpa alasan. Grandpa tidak ingin orang lain beranggapan jika kita memperkerjakan besan kita di rumah kita sendiri. Kau jangan khawatir, Grandpa sudah memberikan pesangon, rumah dan modal usaha untuk Nek Aminah. Grandpa juga akan menanggung semua biaya hidupnya," jelas Tuan Liam.
Prang!
Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Kivandra dan Tuan Liam saling menatap satu sama lain. "Maling!" ucap Kivandra seraya berlari ke arah sumber suara.
Kivandra mengira kalau itu adalah maling. Namun, begitu dia sampai di dapur, betapa terkejutnya dia melihat Naya yang berjongkok seraya membersihkan pecahan kaca. "Naya, sedang apa kau di sini?" tanya Kivandra seraya berjalan mendekati istrinya.
"Naya haus, Mas. Di kamar tidak ada air, jadi Naya ke dapur untuk ngambil minum tapi, kepala Naya rasanya pusing sekali. Maafkan aku, aku akan membersihkan ini, aku tidak sengaja menjatuhkan gelasnya." Naya mengambil pecahan kaca itu.
Pada saat Naya memegang pecahan kaca itu, jarinya sedikit tergores sehingga darah menetes ke lantai dari jarinya. Kivandra membelalak melihat jari istrinya yang berdarah. Tanpa banyak bicara, dia menggendong Naya dan mendudukkan di meja. "Diamlah! Biar aku yang membersihkan ini dan segera mengobati lukamu." Kivandra melipat baju lengannya sampai ke siku.
Kemudian Kivandra mengambil sapu dan membersihkan pecahan kaca itu. Tuan Liam yang baru saja datang dan melihat Kivandra sedang membersihkan pecahan kaca. Tuan Liam sempat terkejut melihat kejadian ini, karena ini pertama kali melihat cucunya melakukan ini.
__ADS_1
Tuan Liam tersenyum dan meninggalkan mereka berdua. "Kau telah berhasil membuat cucuku berubah, Nay. Aku senang melihat cucuku seperti ini. Tidak salah aku telah menjadikanmu menantu keluarga Buana," puji Tuan Liam seraya berjalan menuju kamarnya.
****