Gadis Kocak, Milik Tuan Muda

Gadis Kocak, Milik Tuan Muda
Bab 56 > Unboxing


__ADS_3

Kivandra yang menyadari jika istri kecilnya itu sedang gugup, dia langsung menggenggam tangan Naya dan menatap teduh istrinya. "Tenanglah, tidak perlu gugup. Aku akan melakukannya pelan-pelan," ucap Kivandra meyakinkan istrinya.


"Iya, Mas. Aku akan membiasakan diri. Bismillah ... aku sudah siap, Mas." Naya memejamkan matanya karena sedikit takut.


Saat ini Naya sudah berkeringat dingin, wajahnya pucat pasi serta tangannya meremas jemarinya karena saking gugupnya. Kivandra tersenyum gemas melihat tingkah istri kecilnya itu. Dia belum pernah melihat semenggemaskan Naya. Wanita yang selama ini selalu dia temui adalah wanita-wanita yang sudah tercemar dalam artian telah kehilangan kepolosannya akibat bergaul terlalu bebas.


Kivandra mulai menyentuh wajah istrinya dan memandangnya beberapa saat. Setelah itu, Kivandra memegang tengkuk Naya dan memiringkan kepalanya hingga kedua bibir mereka saling bersentuhan satu sama lain. Awalnya bibir mereka hanya asal menempel saja, tidak ada gerakan apapun.


Sementara itu, Naya yang saat merasakan benda lembab menyentuh bibirnya, seketika jantungnya langsung berdegup kencang. Dia mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak panik. Namun, tetap saja dia merasa panik. Bagaimana tidak, ini hal pertama kalinya dia melakukan ini.


'Baru seperti ini istri kecilku sepanik Ini, bagaimana untuk tahap selanjutnya? Jangan sampai dia pingsan gara-gara malam pertama. 'Kan enggak lucu, konyol banget yang ada,' kekeh Kivandra dalam hatinya.


Kivandra mencoba memulai pemanasan dengan bermain di bibirnya terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap selanjutnya. Kivandra mulai menelusuri mulut Naya dan menghitung deretan gigi Naya yang rapi. Tidak terlalu hot, dia bermain sangat lembut sembari sesekali mengelus rambut halus dan hitamnya Naya.


Naya yang awalnya panik dan tidak bisa cara membalas ciumaan suaminya itu seperti apa. Tapi, setelah mengamati cara bermain suaminya, dia pun mengerti dan mencoba membalas permainan itu secara perlahan. Setelah puas bermain lembut, Kivandra pun mulai memasuki tahap selanjutnya.

__ADS_1


Kivandra memainkan bibir istrinya dengan hot disertai tangan kanannya yang mulai menelusuri dua benda kenyal yang begitu menantang. Naya sempat tersentak merasakan benda kembar dan kenyalnya dipegang suaminya. Namun, mengingat jika Kivandra adalah suaminya, dia pun tidak mencegah suaminya untuk melakukan itu.


Melihat reaksi istrinya yang welcome, tentu saja membuatnya sangat senang. Dia bisa melakukannya dengan senang hati. Kini tangannya sudah berhasil membuka penyangga b*a yang dikenakan istrinya.


Kemudian Kivandra melempar b*a itu ke sembarang arah, dia langsung membuka lingerie istrinya. Wajah Naya langsung meroba bak kepiting rebus pada saat suaminya tengah memandangi tubuh polosnya. Tanpa membuang waktu lagi, Kivandra menggendong Naya ala bridal style dan merebahkannya di ranjang.


Naya sedikit malu sehingga dia pun menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi kedua benda kembar itu. Tidak hanya itu, Naya juga merapatkan kedua pahanya agar mahkotanya tidak terpampang jelas. Perlahan Kivandra mulai melucuti pakaiannya satu persatu termasuk juga kain segitiga.


Gleuk!


Melihat tubuh suaminya yang polos, Naya langsung tertegun seraya membelalakkan matanya. Dia merasa malu, takut, dan sedikit terpesona melihat keindahan tubuh atletis suaminya. Tiba-tiba dia teringat waktu dia bonceng suaminya dan menghitung perut sixpack atau yang sering di sebut roti sobek.


Setelah puas bermain di benda kembar, Kivandra naik lagi ke leher Naya dan juga telinga. Dia bermain di leher jenjang istrinya yang begitu menggoda serta wangi. Tidak lupa dia juga meninggalkan bekas kepemilikan di leher Naya membuat Naya seperti tersengat listrik.


Tubuh Naya menggeliat begitu indah disertai alunan yang terdengar merdu dan seksi memasuki telinga Kivandra, membuat benda gagah Kivandra langsung menegang dan keras seakan sudah siap untuk memasuki terowongan cinta. Setelah merasa puas bermain di leher jenjang istrinya, ciumaan itu kemudian turun dan mendarat di bukit yang gundul.

__ADS_1


Sejenak dia memperhatikan bukit indah itu. Sementara si emounya bukit itu langsung merapatkan pahanya karena merasa malu. Namun, Kivandra melebarkan paha istrinya agar tidak menutupi bukit yang sedang dia perhatikan.


Tanpa berlama-lama lagi, Kivandra memainkan bukit itu dengan jemarinya. Naya menggeliat bak cacing kepanasan. Kedua benda kembar istrinya mengeras dan menantang membuat Kivandra semakin semangat untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.


Setelah bukit gundul itu mulai licin, perlahan jari tengahmya mulai memasuki terowongan sempit yang indah. Naya sedikit meringis merasa sedikit perih di bukit gundulnya. Sejenak Kivandra menghentikan permainannya. Setelah beberapa menit, Kivandra mulai melanjutkannya lagi sampai istri kecilnya merasa ter*ngs*ng.


Tidak menyiakan kesempatan itu, Kivandra langsung lanjut ke tahap penyatuan. Inilah yang sedari tadi Naya takutkan. Dia takut merasakan sakit yang kuat biasa.


"Mas, aku takut." Naya menggelengkan kepalanya.


"Tenanglah, aku akan melakukannya pelan-pelan. Aku tahu walaupun rasanya akan sedikit sakit tapi percayalah, sakitnya itu hanya sesaat saja." Kivandra mengelus lembut wajah Naya.


Naya hanya mengangguk mendengar ucapan suaminya. Terlihat jelas di wajah Kivandra jika dia sudah tidak tahan menahan hasrtanya lagi. Tanpa berlama-lama lagi, dia langsung mengarahkan tongkat golf-nya ke terowongan sempit dan memasukannya.


"Aahh, Mas. Sakit! Pelan-pelan," Naya meringis kesakitan disertai deraian air matanya menahan rasa sakit yang luar biasa.

__ADS_1


Kivandra yang melihat istrinya begitu kesakitan langsung memeluknya dan melumaat bibirnya untuk mengalihkan rasa sakit yang istrinya rasakan.


****


__ADS_2