Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Ya Tuhan


__ADS_3

Jane yang sudah berada di dalam rumah menghampiri bu Tuti yang sedang menonton berita di televisi.


"Ada apa Bu?" tanya Jane penasaran saat sudah menghampiri bu Tuti.


Namun bu Tuti tidak menjawab pertanyaan Jane, hanya jari telunjuk nya mengarah ke arah televisi yang berukuran besar di dalam rumah Jane yang terus di tatap nya.


Kemudian Jane menatap layar televisi yang membuatnya langsung menautkan ke dua alisnya melihat berita di televisi.


Jane menutup mulutnya dan memundurkan langkahnya ketika melihat berita tentang pesawat jatuh setelah lepas landas dari salah satu bandara di kota S, dan pesawat tersebut adalah pesawat yang melakukan penerbangan menuju Paris yang ditumpangi oleh sang suami.


"Sayang,"


"Mbak Juminten!"


"Mbak!" teriak bu Tuti dan juga bu Joko bergantian yang tadi mengikuti Jane masuk ke dalam.


Kemudian ke duanya menahan tubuh Jane yang tiba-tiba pingsan setelah melihat berita yang ada di televisi di mana pesawat yang belum lama lepas landas jatuh ke laut.


Pak Joko dan juga beberapa warga yang lainnya masuk ke dalam rumah setelah mendengar teriakan dari dalam rumah.


"Bu ada apa? Kenapa dengan mbak Juminten?" tanya pak Joko yang sekarang mengambil alih Jane lalu mengangkatnya dan menidurkannya di atas sofa ruang tamu.

__ADS_1


"Lihat berita di televisi pak," perintah bu Joko pada sang suami, membuat pak Joko langsung menatap televisi yang sedang melakukan acara siaran langsung tentang jatuhnya pesawat.


"Ya Tuhan itu kan pesawat yang mas Jono dan juga mas Tomo tumpangi," ucap pak Joko dan coba untuk tenang meskipun di dalam hatinya begitu cemas. "Bu panggil bidan dan urus mbak Juminten, aku ingin menelpon pihak penerbangan untuk mencari tahu kebenarannya," perintah pak Joko yang langsung keluar rumah untuk menghubungi pihak bandara.


*


*


*


Sementara itu Zain yang begitu cemas mengetahui berita di televisi jika ada pesawat yang jatuh ke laut, memutuskan untuk pulang syuting lebih awal.


Pasalnya Zain tahu pesawat tersebut adalah pesawat yang di tumpangi oleh Jona.


"Ya Tuhan Jane," ucap Zain penuh dengan kecemasan.


"Sayang!" teriak Zifa memanggil sang suami saat Zain berjalan mendekat ke arah unit apartemennya.


"Apa kamu sudah mengetahui berita hari ini?" tanya Zain pada sang istri.


"Iya aku tahu tentang pesawat jatuh itu kan?" tanya Zifa balik. "Oh iya sayang kenapa hari ini kamu pulang cepat?"

__ADS_1


"Sepertinya kita harus mengunjungi Jane sekarang juga,"


"Sekarang?" tanya Zifa bingung. "Kenapa mendadak seperti ini sayang, apa terjadi sesuatu pada Jane?"


"Pesawat yang di tumpangi Jona jatuh,"


"Apa!" Zifa begitu terkejut dan menatap intens sang suami. "Sayang, tapi pesawat yang jatuh itu tujuan ke luar negeri,"


"Iya, dan Jona menjadi salah satu penumpangnya, nanti aku beri tahu padamu, sekarang lebih baik kita masuk ke dalam dan bersiap siap," ajak Zain yang memang belum memberi tahu sang istri tentang Jona yang ingin pergi ke Paris.


Zifa memeluk tubuh Zain ketika keduanya sudah berada di dalam apartemen, air matanya tidak bisa lagi di tahan, ketika mengingat apa yang sedang Jane alami saat ini, setelah sang suami memberi tahu apa yang terjadi.


"Kenapa kamu menangis sayang? Jika kamu menangis bagaimana kamu nanti akan menguatkan Jane,"


"Entahlah aku hanya merasakan apa yang sedang Jane rasakan saat ini," sambung Zifa di sela isak tangisnya.


"Aku juga merasakannya sayang, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Jane yang sedang mengandung, dan di tinggal pergi oleh Jona,"


"Sayang apa kamu sudah yakin jika Jona ada di pesawat yang jatuh itu?" tanya Zifa sambil menghentikan tangisnya lalu menghapus air matanya.


"Yakin, pasalnya sebelum pesawat yang di tumpangi Jona lepas landas dia menghubungiku,"

__ADS_1


"Ya Tuhan," sambung Zifa sambil meraup wajahnya.


Bersambung.........................


__ADS_2