Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Alay


__ADS_3

"Jane," panggil Jona lagi sambil menahan tangan Jane saat keduanya berpapasan tepat di depan pintu kamar masing-masing, ketika Jane baru kembali dari mini market yang terdapat di dalam sudut rumah tersebut dan ingin masuk ke dalam kamarnya.


"Lepaskan tidak! Mi instan milikku nanti tumpah," ucap Jane saat di tangan kirinya yang sedang memegang mi instan cup di tahan oleh Jona, dan tangan kanannya yang memeluk beberapa cemilan tidak bisa untuk melepas tangan Jona.


Namun Jona tidak menghiraukan perkataan Jane karena dirinya langsung mengambil mi instan di tangan Jane, dan beralih berdiri tepat di depannya.


"Jona! Sebenarnya ada apa denganmu? Menyingkir lah dari harapanku!"


"Aku akan tetap di sini hingga kamu mengatakan kenapa kamu akhir-akhir ini menjauh diriku," ucap Jona, pasalnya semenjak kejadian seminggu lalu, Jane terus menghindar darinya, dan pintu kamarnya pun selalu di kunci dari dalam.


"Aku hanya tidak ingin kehilangan kendali seperti kejadian minggu lalu jika dekat denganmu, nanti kasihan suami aku dapat bekas," Jona menatap wajah Jane lalu tertawa mendengar ucapan Jane yang begitu polos. "Ish menyebalkan sekali kenapa kamu tertawa?"


"Lucu saja mendengar perkataan kamu Jane,"


"Lucu kamu bilang?" tanya Jane dan menatap kesal ke arah Jona.


"Jangan menatap ku seperti itu, iya aku minta maaf atas kejadian seminggu yang lalu, tapi jika aku melakukannya denganmu, tentu saja aku akan langsung menikahi mu Jane,"


"Dan aku sudah mengatakan aku tidak ingin menikah denganmu, kamu terlalu tua untuk ku,"


"Jane sekarang umur tidak penting, kalau sudah cinta berapa pun umur kita itu tidak masalah, yang penting kita saling mencintai dan juga saling menyayangi,"


"Apa kamu mencintaiku?" tanya Jane sambil memicingkan matanya menatap Jona.


"Iya aku mencintaimu,"

__ADS_1


"Bohong, kamu itu hanya modus biar bisa kikuk-kikuk kan sama aku, karena aku tidak pernah mendengar kamu mengucapkan kata cinta padaku,"


"Aku bukan tipe orang yang suka basa basi dan mengatakan kata cinta seperti anak alay, untuk apa kata cinta bila aku bisa membuktikan dengan tindakan,"


"Tapi itu beda Jona,"


"Ya sudah. Aku cinta padamu Jane, mau kah kamu jadi kekasihku?"


"Sorry aku tidak mau, sudahlah jangan bercanda kembalikan mie milikku dan cepat menyingkir dari hadapanku," ujar Jane dan mengambil minya kembali dari tangan Jona.


"Jane, tapi aku serius,"


"Tapi aku tidak mau,"


"Jane," ucap Jona sambil memegang ke dua bahunya.


"Jangan berteriak, iya lupakan yang tadi kita bicarakan, sekarang aku ingin mengajakmu ke pusat perbelanjaan kamu mau tidak?"


Jane menoleh ke arah Jona, lalu mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya. "Tentu saja mau," ujar Jane lalu menaruh mie dan juga makanan ringan di meja yang terdapat di depan kamarnya. "Ayo jalan," Jane beralih menggandeng tangan Jona, namun Jona hanya diam di tempatnya. "Jona kenapa? Tadi mengajak ke pusat perbelanjaan tapi malah diam,"


"Kamu ganti pakaian dulu,"


"Memang kenapa dengan bajuku?"


"Apakah kamu ingin memperlihatkan ke dua pahamu dan juga belahan dadamu pada orang-orang?" tanya Jona saat Jane hanya menggunakan hot pants minim dan juga tank top yang terbuka.

__ADS_1


"Ish ini pakaian keren Jona,"


"Keren matamu, sudah sana masuk," Jona mendorong tubuh Jane untuk masuk ke dalam kamarnya.


*


*


*


Zain mulai membuka matanya tepat jam dinding di kamar di mana dirinya berada menunjukkan pukul satu siang,


Zain yang sudah membuka ke dua matanya langsung menautkan ke dua alisnya saat dirinya masih berada di dalam pelukan Zifa.


Dan Zain mengingat lagi jika Zifa memeluknya untuk melakukan skin to skin, agar demamnya turun, dan benar saja dirinya sudah merasa lebih baik meskipun masih sedikit pusing.


Zain melepas pelukannya dan menatap Zifa yang hanya menggunakan kain biru muda pembungkus gunung kembarnya. Zain menelan ludahnya sendiri hanya dengan menatap pemandangan di depannya, padahal ketika bersama Jane tidak pernah dirinya seperti itu.


"Ya ampun Zain ada apa denganmu?" tanya Zain pada dirinya sendiri dan memalingkan wajahnya yang masih terus menatap gunung kembar Zifa.


Lalu Zain beranjak dari tidurnya sambil memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing. Kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh Zifa, namun baru saja dirinya ingin menutup tubuh Zifa dengan selimut, Zain jatuh tepat di atas tubuh Zifa dan bibirnya bertemu dengan bibir Zifa yang masih memejamkan matanya saat Zain kehilangan keseimbangan ketika tubuhnya merasa lemas.


Entah mendapat dorongan dari mana Zain, bukannya menjauhkan bibirnya dari bibir Zifa, dirinya malah mencium bibir Zifa.


Zain yang mendapati Zifa masih memejamkan matanya, sekarang beralih melummmaat bibirnya seperti film dewasa yang pernah dirinya lihat.

__ADS_1


Bersambung...................


Jeng jeng jeng apa yang akan terjadi silakan kalian tebak🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2