Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Saran


__ADS_3

"Keamanan kamu bilang, bagaimana bisa aman jika aku harus pergi meninggalkan istriku yang sedang hamil meskipun hanya sementara!" ucap kesal Jona ketika tadi Tom memberi usul ke duanya berpisah sementara waktu untuk mengelabuhi Albert yang kini bisa lolos dari kejaran anak buah Tom di Paris.


"Ini juga demi keamanan Jane, jika kamu menjauh dulu dari istrimu dan menyembunyikannya di tempat yang aman, pasti Albert hanya mengincar kamu Jona, dengan mengelabui nya, dan anak buah kita lebih mudah menaklukan Albert,"


"Tidak. Aku tidak ingin jauh dari istriku. Dan aku tegaskan kembali lagi padamu Tom. Aku tidak ingin mengikuti saran kamu, Jane istriku dan aku akan selalu berada di sampingnya melindungi istriku meskipun aku harus bertaruh dengan nyawa!" tegas Jona lalu beranjak dari duduknya sambil memeluk balik sang istri.


"Kamu tujuan utama Albert, Jona. Apa kamu ingin tetap berada di samping istrimu dan membahayakan Jane dan juga anak kamu?" tanya Tom menghentikan langkah Jona yang ingin menuju kamarnya. "Kamu pikir saja dulu saran yang aku bicarakan tadi denganmu, apa lagi Albert sudah mengetahui tempat persembunyian kalian. Dan aku tunggu jawaban kamu besok," ujar Tom lalu beranjak dari duduknya dan keluar dari dalam rumah meninggalkan Jona dan juga Jane yang sekarang sedang menangis di dalam pelukan sang suami.


Jona yang mendapati sang istri menangis langsung melepas pelukannya beralih memegang dagu sang istri dan satu tangannya menghapus air matanya.


"Apa yang kamu tangisi sayang? Jangan berpikir aku akan mengikuti saran Tom, karena itu tidak akan pernah terjadi. Dan aku akan tetap berada di sampingmu menjaga mu, melindungi mu untuk selamanya. Jadi jangan pernah menangis lagi oke," ucap Jona lalu membawa Jane ke dalam dekapannya kembali.


"Bukan itu," ucapan yang keluar dari bibir Jane membuat Jona langsung melepas pelukan nya dan menatap intens wajah sang istri yang sudah berhenti menangis.

__ADS_1


"Terus kamu menangis karena apa?" tanya Jona penasaran.


"Aku sangat lapar dan aku ingin makan,"


"Jadi kamu menangis hanya karena lapar?" tanya Jona lagi sambil menggelengkan kepalanya. "Aku kira kamu menangis takut aku akan pergi,"


"Untuk apa aku takut, karena aku juga yakin, kamu tidak akan pernah meninggalkan aku sampai kapan pun,"


"Tentu sayang," sambung Jona sambil mencium bibir sang istri sekilas. "Sekarang aku akan memasak makan malam, dan kamu tunggu di sini oke sayang," ujar Jona dan mendudukkan sang istri di sofa ruang keluarga di mana ke duanya sedari tadi berada.


"Ya Tuhan, aku tahu apa yang keluar dari mulut suamiku dan juga hatinya berbeda, jika nanti suamiku pergi meninggalkan aku, aku berharap dia selalu dalam Lindungan Mu ya Tuhan," gumam Jane lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri sang suami.


"Sayang kamu duduk saja, sebentar lagi makanan untuk kalian akan segera matang," ucap Jona sambil mencium pipi sang istri yang mendekatinya, namun tidak mendapat jawaban dari Jane yang sekarang memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Biarkan aku memelukmu seperti ini sayang. Dan kamu teruskan saja memasaknya jangan membuat aku dan bayi kita menunggu lebih lama lagi,"


"Siap nyonya," sambung Jona yang kembali meneruskan aktivitasnya.


Jam dinding di kamar menunjukkan pukul satu dini hari, namun Jona tidak sama sekali bisa memejamkan matanya.


Kemudian Jona membetulkan posisi tidur sang istri yang sedari tidur di dalam pelukannya.


Jona turun dari tempat tidur, lalu mengambil pakaian yang tercecer di lantai saat tadi dirinya dan juga sang istri melakukan olah raga malam.


Setelah mengenakan pakaiannya Jona mendekati sang istri lalu mencium keningnya, sebelum dirinya pergi menuju sofa yang berada di kamar tidak jauh dari tempat tidur.


Jona duduk di sofa sambil menatap ke arah sang istri yang sedang terlelap di atas tempat tidur, dan Jona mengingat lagi apa yang Tom katakan padanya.

__ADS_1


"Apa aku harus mengikuti saran Tom, meninggalkan kamu sementara untuk melindungi mu dan juga anak kita sayang," ucap Jona dengan sangat pelan dan tatapan matanya terus tertuju ke arah sang istri.


Bersambung.........................


__ADS_2