
"Jane aku saja," Jona menarik tangan Jane ketika ingin menuju ke arah pintu.
"Jona aku saja, jika itu polisi bagaimana?"
"Kalau polisi tidak mungkin akan menekan bel Jane, lebih baik kamu bereskan barang barang milikmu satu jam lagi kita akan ke bandara,"
"Kamu saja yang membereskan. Aku lelah setelah bergoyang,"
"Lelah? Tadi kan hanya bohongan Jane, bagaimana kalau beneran,"
"Kalau benar apa lelah?"
"Tentu, tapi enak Jane,"
"Dasar bodoh di mana-mana lelah itu tidak enak, kamu ini sungguh tidak waras," sambung Jane lalu melepas tangan Jona yang masih memegangi tangannya dan berjalan menuju pintu kamar karena bel pintu terus di tekan, dan Jona yang juga penasaran langsung mengikuti Jane dari belakang.
Jane mengintip siapa yang ada di depan pintu sebelum membukanya.
"Jane biarkan saja, lebih baik kita berkemas," Jona menahan tangan Jane saat ingin membuka pintu, karena Jona yang juga sudah mengintip dari balik pintu melihat mama Yessi yang terus menekan bel pintu kamar di mana dirinya berada.
__ADS_1
"Enak saja tidak bisa, aku ingin menenangkan pikiran ku,"
"Menenangkan dari mana, yang ada nanti kamu ribut dan mengundang polisi datang lagi ke sini,"
"Tidak akan, tenang saja. Aku hanya butuh hiburan," ujar Jane sambil tersenyum penuh makna. "Sekarang lepas baju kamu,"
"Jane, apa yang akan kamu lakukan?"
Bukannya menjawab pertanyaan Jona, Jane langsung melepas kaos yang di gunakan oleh Jona, bergantian melepas kaos yang di kenakan nya, membuat Jona yang sedari tadi menahan hasrat di tubuhnya karena akting, kini hasrat itu kembali lagi saat melihat Jane melepas kaos yang melekat di tubuhnya. Padahal Jona sudah sering melihat Jane menggunakan pakaian minim dan tidak tahu kenapa Jona tetap saja tidak bisa mengontrol hasrat nya.
"Jona mata kondisikan," Jane meraup wajah Jona menggunakan tangannya. "Kali ini kita juga harus berakting kembali," Jane memeluk tubuh Jona dan satu tangannya membuka pintu.
"Jona, apa apaan ini? Apa kamu lupa sudah pernah mengatakan pada tante jika kamu akan menikah dengan Bela,"
"Ya ampun tante, apa tante lupa kita akan segera menikah, dan Jona tidak akan pernah menikahi anak tante,"
"Diam kau jalange, Jona gadis ini tidak baik untukmu, tidak mungkin jika dia gadis baik mau menginap di hotel yang sama dan melakukan hubungan yang hanya boleh di lakukan oleh pasangan suami istri denganmu,"
"Hay tante ini jaman moderen, tante jangan kolot, apa pun boleh di lakukan meskipun belum menikah iya kan sayang?" tanya Jane padat Jona saat keduanya masih berpelukan dan Jane langsung membelai wajah Jona.
__ADS_1
Membuat Jona benar-benar tidak bisa mengendalikan diri, dan langsung mengangkat tubuh Jane dan membopongnya kemudian mencium bibirnya singkat, dan Jane yang mendapat ciuman mendadak mencubit perut Jona dengan kencang.
"Tante mendengar apa yang di katakan calon istriku bukan, dan jangan pernah mengatakan kata jalange pada calon istriku, harusnya tante bertanya pada anak tante siapa yang jalange,"
"Apa maksud kamu Jona?"
"Tanya saja dengan anak tante siapa di sini yang jalange," jawab Jona sambil membalik tubuhnya dan menutup pintu kamar dengan kencang menggunakan kakinya, meninggalkan mama Yessi yang langsung meminta penjelasan dari Bela putrinya.
"Jona, sudah lepaskan, akting kita sudah selesai," ujar Jane tapi tidak di hiraukan oleh Jona yang terus melangkah menuju tempat tidur, dan langsung menjatuhkan tubuh Jane dengan kasar. "Aww Jona!"
"Hari ini kamu terselamatkan karena tamu bulanan, tapi tidak untuk lain kali Jane,"
"Ngomong apa sih kamu Jona?" tanya Jane tapi tidak di hiraukan oleh Jona yang meninggalkan Jane menuju kamar mandi. "Jona aku sedang bertanya padamu, kamu mau ke mana woy,"
"Main arisan, puas kamu!"
Jane mencerna apa yang baru saja di katakan oleh Jona, dan langsung tertawa saat mengerti apa maksud dari perkataan Jona.
"Jangan tertawa, awas kamu Jane!" teriak Jona sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Bersambung.....................