Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Siaran Langsung


__ADS_3

Jane membalik tubuhnya untuk melihat seseorang yang baru saja memanggil namanya, namun Jane langsung menautkan ke dua alisnya saat menatap siapa seseorang yang memanggilnya.


"Jane," panggil orang tersebut membuat Jane membalik tubuhnya lagi lalu memeluk sang suami, entah mengapa dirinya merasa takut dengan seseorang yang baru saja memanggil namanya.


"Sayang lebih baik kita cepat pergi ke hotel entah mengapa perasaanku tidak enak," ucap Jane sambil melirik seseorang yang baru saja memanggilnya yang sekarang melangkahkan kakinya mendekat ke arah nya. "Stop jangan mendekat!" tegas Jane. "Aku tahu. Aku pernah berbuat salah karena sering mengelabuhi pria hidung belang hanya demi uang. Tapi saat itu aku membutuhkan uang dan aku juga sudah membuat mereka banjir lahar mayonaise, jadi ibu polisi jangan tangkap aku ya. Aku tahu pasti para hidung belang itu melaporkan aku ke polisi karena merasa tertipu kan? Aku mohon jangan tangkap aku ya bu polisi," ucap Jane panjang lebar memohon pada polisi yang berada di depannya yang tak lain dan tak bukan adalah Zifa yang menggunakan seragam kerja nya, dan berniat untuk menjemput Jane karena Zain sang suami sedang syuting dan tidak bisa menjemput.


Zifa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, dirinya pikir Jane adalah sosok wanita yang anggun dengan sejuta pesona, meskipun dirinya hanya melihat dari foto dan juga Zain yang menceritakan profesi yang di tekuni nya, namun saat melihatnya langsung tebakannya salah besar.


Senyum terus terukir dari ke suatu sudut bibir Zifa yang kali ini mengulurkan tangannya ke arah Jane, yang langsung di tampik nya.

__ADS_1


"Aku tidak mau ikut, aku tidak salah. Harus nya bu polisi menangkap para pria hidung belang itu yang sudah melaporkan aku, agar mereka jera dan tidak jajan lagi di luar, kan kasihan istri mereka di rumah. Orang sama sama punya lubang iya kan? Ibu polisi pikir dulu deh jangan asal menangkap orang," ucap Jane dan menarik tangan Jona. "Sayang kita pergi saja,"


"Tunggu!" Zifa menghentikan langkah Jane dan juga Jona yang ingin meninggalkan nya.


"Benar apa yang di katakan oleh istriku bu polisi. Lebih baik bu polisi menangkap para pria hidung belang itu, yang beralasan hanya ingin mencari kepuasan lain karena istrinya sudah tidak bisa memuaskan lagi," sambung Jona membela sang istri.


"Iya bu polisi, katanya lubang istrinya kendor, padahal punya dia saja yang kecil, main nyalahin istrinya," sambung Jane juga.


"Jangan tersenyum seperti itu aku normal dan aku tidak suka apem. Aku hanya suka pisang tanduk milik suamiku saja. Dan sekarang biarkan aku pergi," ucap Jane sambil memeluk erat lengan sang suami dan ingin meninggalkan Zifa namun lagi lagi langkah Jona dan juga Jane terhenti saat Zifa menghentikan langkahnya dan berjalan mendekati ke duanya.

__ADS_1


"Aku ke sini di suruh Zain untuk menjemput kalian, karena Zain sedang syuting dan tidak bisa menjemput kalian, dan sekarang kalian ikut denganku," ucap Zifa membuat Jane dan juga Jona saling tatap.


"Maaf ya bu polisi aku tidak bisa di bohongi, dan aku tidak ingin ikut sekarang pergilah. Satu lagi aku tahu Zain tidak memiliki teman apa lagi seperti bu polisi ini, jadi pergilah,"


"Aku bukan teman tapi–"


"Tuh kan bukan teman," sambung Jane memotong perkataan Zifa. "Sekarang jangan ganggu kita lagi, kita ingin bercocok tanam di hotel, oke bu polisi, apa bu polisi ingin ikut dan menyaksikan siaran langsung? Tidak mungkin kan, bisa bisa bu polisi nanti ke pingin. Kalau kepingin bu polisi mau main dengan siapa terong, timun apa wortel? Aku tahu bu polisi masih muda dan aku yakin juga belum memiliki keluarga,"


"Siapa bilang aku belum berkeluarga, aku baru saja menikah dan suamiku adalah sahabat kamu Zain,"

__ADS_1


"Apa!" teriak Jane terkejut lalu melotot ke arah Zifa.


Bersambung.......................


__ADS_2