Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Oh Yes Baby


__ADS_3

Jona pun menghentikan langkahnya lalu melepas tangan Jane, namun dirinya beralih mengangkat tubuh Jane.


"Jona apa apaan sih, turunkan aku!"


Bukannya menurunkan Jane, Jona yang masih membopong Jane langsung loncat masuk kedalam kolam renang.


"Dasar gila kamu Jona, aku hampir tidak bisa bernafas," ucap kesal Jane sambil mengatur nafasnya, yang sekarang sudah berada di pinggiran kolam renang.


"Kalau kamu tidak bisa bernafas aku akan memberi nafas buatan untukmu gampang kan?"


"Dasar tidak waras, jangan bilang jika kamu tadi sengaja ingin membuat aku tidak bisa bernafas,"


"Tidak juga aku hanya ingin berenang bersamamu,"


"Aku sudah berenang dari tadi, dan sekarang aku udahan berenangnya,"


"Yah aku tidak ada yang menemani dong,"


"Berenang sendiri saja, aku sudah kedinginan,"


"Aku bisa menghangatkan," ujar Jona lalu mendekat ke arah Jane.


"Stop mau apa kamu?"


"Menghangatkan mu," Jona langsung menarik pinggang Jane dan memeluknya dengan erat saat tubuh ke duanya masih berada di dalam kolam renang.


"Jona lepaskan!" Jane coba mendorong tubuh Jona yang langsung melepas pelukannya.


"Kenapa sih Jane, kamu bilang dingin aku hanya ingin menghangatkan tubuhmu,"

__ADS_1


"Tapi bukan seperti itu juga kali, jaga jarak mu jangan sampai burung tidak tahu dirimu itu lepas dari sarangnya, aku tahu burung milikmu sudah berdiri," ucap Jane membuat Jona langsung tersenyum sambil menggaruk garuk belakang kepalanya.


"Tidak bakal lepas santai saja, nempel dikit boleh?"


"Kamu kira lem pakai nempel segala, sudah lah aku mau naik,"


"Jane,"


"Jona!" teriak Jane saat Jona menarik tangannya.


"Galak amat sih,"


"Lagian tangan kamu tidak bisa diam, kamu pikir tangan aku benang layangan main tarik-tarik,"


"Ya maaf, ada yang ingin aku sampaikan padamu,"


"Ah Jane kamu tidak tahu, yang tua itu santannya lebih gurih loh, kalau tidak percaya coba saja,"


"Oh no,"


"Tambah lagi Jane oh yes baby,"


"Tidak lucu,"


"Sebenarnya aku ingin mengatakan jika lusa aku akan pergi ke Paris,"


"Apa!" Jane yang baru saja naik dari kolam renang langsung duduk di tepian kolam renang lalu menatap ke arah Jona yang berada di hadapannya persis.


"Apa kamu mengijinkan aku?"

__ADS_1


"Tidak aku tidak akan mengijinkan kamu pergi, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada dirimu di sana, karena aku tidak ingin kehilangan kamu, jika polisi menangkap mu di sana bagaimana? Siapa yang akan menjagaku? Kamu sudah berjanji bukan akan terus menjagaku,"


"Tenang saja itu tidak akan pernah terjadi, bagaimana kalau kamu ikut aku ke sana,"


"Memang ada urusan apa kamu di sana?"


"Rahasia,"


"Bukan tentang pekerjaan kan?"


"Tentu saja bukan, aku sudah berjanji padamu aku akan meninggalkan pekerjaan aku, kamu mau kan menemani aku?"


"Nanti aku pikirkan," ujar Jane lalu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Jona yang masih berada di dalam kolam renang sambil menjinakkan burung miliknya yang masih saja menegang.


*


*


*


Jane menyandarkan kepalanya di pundak Jona saat keduanya sedang berada di dalam taksi, setelah melakukan penerbangan kurang lebih delapan belas jam hingga keduanya sampai di salah satu bandara internasional, yang letaknya lumayan jauh dari pusat kota Paris di mana Jona sudah memesan kamar hotel tempatnya menginap beberapa hari bersama Jane.


"Jona masih lama?" tanya Jane yang memutuskan untuk ikut pergi bersama Jona ke Paris, dan Jane terus menyadarkan kepalanya di pundak Jona.


"Sebentar lagi sampai, apa kamu kedinginan?" Jane pun langsung mengangguk padahal dirinya sudah mengunakan jaket tebal, karena memang di Paris sedang musim salju. Dan Jona langsung membawa Jane ke dalam dekapannya. "Tidurlah jika sudah sampai aku akan membangunkan kamu," dan Jane langsung menelusup kan kepalanya di dada bidang Jona yang begitu nyaman baginya.


Mata Jona tidak lepas dari mobil yang melaju tepat di depan taksi yang di naikinya, dirinya sangat kenal dengan mobil yang tidak lepas dari pandangan nya tersebut, mobil yang dirinya belikan untuk Bela beberapa waktu lalu, kemudian Jona menautkan ke dua alisnya saat melihat mobil tersebut memasuki klub malam elit di pusat kota paris, karena selama dirinya menjalin kasih dengan Bela tidak pernah sekali pun kekasihnya tersebut pergi ke klub malam, yang Jona tahu meskipun sang kekasih adalah model tapi Bela adalah wanita rumahan dan tidak suka dengan dunia malam, dan itu yang membuat Jona sangat mencintai kekasihnya tersebut, lalu Jona mengambil ponsel miliknya dan menghubungi sang kekasih yang kali ini ponselnya tidak di matikan.


Bersambung...................

__ADS_1


__ADS_2