
Jane melepas tautan bibirnya saat mendengar suara yang memanggil namanya, suara yang sangat dirinya hafal. Kemudian Jane mendorong wajah sang suami lalu menegakkan kepalanya saat masih berada di pangkuan Jona.
Jane menoleh ke sumber suara dan tak lupa senyum terukir dari ke dua sudut bibirnya. "Zain," ucap Jane lalu berdiri dari duduknya.
"Sayang," Jona manahan tangan Jane ketika ingin melangkahkan kakinya menuju ke arah Zain yang masih berdiri tidak jauh dari pintu.
Jane yang tatapan nya sudah terfokus pada Zain kini menoleh ke arah sang suami, lalu mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya dan satu tangannya melepas tangan Jona yang masih memegangi tangannya.
Kemudian Jane menatap ke arah Zain kembali dan langsung menghambur memeluknya.
"Zain,"
"Jane," balas Zain yang balas memeluk sang sahabat lalu memutar tubuh Jane yang masih berada di dalam pelukan nya. Dan keduanya tidak menyadari sedang menjadi tontonan pasangannya masing masing.
"Zain aku sangat merindukanmu kamu, kamu ke mana saja selama ini?" tanya Jane saat Zain sudah berhenti berputar, dan ke dua tangan nya langsung meraup wajah Zain.
__ADS_1
"Aku juga merindukan kamu," balas Zain bertepatan dengan suara gelas yang beradu saat Zifa yang sedang berdiri di samping meja tamu menaruh nampan berisi minuman yang ada di tangannya dengan kencang.
Jona yang masih duduk di atas sofa menoleh ke arah Zifa yang sedang melipat wajahnya tidak suka melihat sang suami yang masih berpelukan dengan Jane, padahal selama ini melihat Zain berpelukan dengan lawan mainnya di film biasa saja namun entah mengapa saat melihat nya berpelukan dengan Jane rasa tidak sukanya muncul.
Jona beberapa kali berdehem namun tidak ada tanggapan dari Zain dan juga sang istri yang sedang bernostalgia. Lalu Jona melangkahkan kakinya menuju ke arah sang istri yang masih memeluk Zain, dan berdehem dengan kencang tepat di telinga sang istri.
"Ya ampun sayang kamu mengagetkan aku saja, aku kira tadi suara makhluk halus penghuni komplek tempat tinggal kita, yang mengikuti sampai sini,"
"Jangan bercanda lepaskan pelukan kalian!" perintah Jona membuat Zain yang sedari tadi memeluk Jane melepas pelukannya, tapi tidak dengan Jane yang enggang melepas pelukannya. "Jane!"
"Iya sayang,"
"Maaf sayang kebablasan," sambung Jane lalu mencium pipi sang suami. "Oh ya Zain ini suamiku namanya Jona," Jane coba memperkenalkan Jona pada Zain yang sekarang memeluk pinggang Zifa sang istri yang mendekat ke arahnya.
"Aku sudah tahu, dan suami kamu ini pernah berniat untuk membunuhku,"
__ADS_1
Mendengar apa yang di katakan oleh Zain sang sahabat Jane menatap Jona dan juga Zain bergantian. "Jadi–"
"Beberapa waktu lalu kita berbincang lama di sambungan ponsel, dan suami kamu menceritakan semuanya, siapa dia dan tujuan awal datang ke negara kita, hingga dia tahu rahasia besar yang tidak pernah dia tahu sebelumnya, lalu perasaannya padamu hingga dia menjadikan kamu istrinya,"
"Apa istri kamu tahu tentang Jona?" tanya Jane penasaran sambil menatap Zifa.
"Iya dia tahu siapa Jona, aku sudah menceritakan semuanya siapa suami kamu,"
"Ya ampun bu polisi, suamiku sekarang tidak lagi menjadi bakpia, eh salah. Maksudnya bukan Mafia lagi, jangan tangkap suamiku ya aku mohon," pinta Jane sambil melepas tangannya saat masih memeluk lengan Jona, lalu melipat ke dua tangannya memohon pada Zifa, ketika Jane masih memiliki kekhawatiran lebih pada profesi sang suami dulu. "Aku tidak bisa jauh dari pisang tanduk suamiku aku mohon ya bu polisi, jangan laporkan suamiku pada pihak berwajib,"
"Jane tenang saja itu tidak akan pernah terjadi," sambung Zain sambil tersenyum ke arah Jane yang terlihat begitu kuatir.
"Siapa bilang tidak akan terjadi, hukum harus di tegakkan, mungkin sekarang sudah berhenti dari dunia gelap, namun perbuatannya dulu harus di pertanggung jawabkan," ucap Zifa membuat Zain dan juga Jane langsung menatap ke arah Zifa.
"Apa!"
__ADS_1
"Apa!" teriak Jane dan juga Zain berbarengan. "Sayang kemarin kamu tidak mengatakan seperti ini, kenapa sekarang kamu mengatakan ini, apa kemarin kamu membohongi aku?" tanya Zain pada sang istri.
Bersambung....................