Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Tidak Melakukan Apa Pun


__ADS_3

Zain akhirnya mengijinkan Zifa untuk tinggal bersamanya, setelah Zifa menceritakan apa yang terjadi. Jika Albert telah bebas dari dalam penjara dan itu juga karena campur tangan Bagas papa dari Zifa. Zain berjalan terlebih dahulu sambil menarik koper milik Zifa menuju kamar Jane, di ikuti oleh Zifa yang terus menatap punggung nya, punggung pria yang seketika mengalihkan dunianya.


Bruk!


Karena tatapan Zifa terus tertuju ke punggung Zain, dirinya tidak sadar jika Zain sudah berada di dalam kamar dan menghentikan langkahnya membuatnya menubruk punggung Zain. Kemudian Zain membalik tubuhnya untuk menatap Zifa yang sedang memegangi hidupnya yang terbentur punggung Zain.


"Kamu tidak apa-apa?" Dan Zifa hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepala nya lalu menurunkan tangannya yang masih memegangi hidungnya, dan matanya langsung menatap setiap sudut dinding kamar tersebut yang sungguh berbeda dengan tadi pagi saat dirinya masuk ke dalam kamar tersebut untuk pertama kalinya. Tentu saja berbeda, karena sekarang setiap sudut dinding di kamar tersebut terpajang banyak foto Zain dan juga Jane dengan berbagai macam gaya, dan mata Zifa yang masih menatap satu persatu foto yang berada di kamar tersebut, tertuju pada foto yang terlihat mencolok di antara semuanya, bagaimana tidak mencolok saat foto tersebut adalah foto Zain dan juga Jane sedang mandi bersama.


"Apa mereka sepasang kekasih? Kenapa mereka sedekat ini ya Tuhan," gumam Zifa dan melangkahkan kakinya menuju ke arah foto yang sadari tadi menjadi pusat perhatian nya. "Tadi pagi kamu bilang jika Jane adalah sahabat kamu kenapa kalian terlihat begitu intim?" tanya Zifa yang tidak tahan untuk tidak bertanya, saat sudah mendekati foto tersebut.


Mendengar pertanyaan dari Zifa, Zain yang baru saja menaruh koper milik Zifa di pojok kamar, melangkahkan kakinya menuju ke arah Zifa yang sedang berdiri dan tatapan matanya terus tertuju ke arah foto yang tertempel di dinding.


"Ya kami memang bersahabat tapi kita sangat dekat hingga tidak ada jarak di antara kita, bukan hanya suka mandi bersama aku dan juga Jane juga sering tidur bersama di kamar ini.

__ADS_1


Deg!


Entah mengapa mendengar perkataan Zain, Zifa merasa sedih. " Berarti kalian lebih dari sekedar sahabat, dan aku yakin pasti terjadi sesuatu dengan persahabatan kalian tidak mungkin tidak kan? Kalian sedekat itu, pasti kalian melakukan hubungan lebih dari hanya sekedar hubungan persahabatan?" pertanyaan dari Zifa yang entah mengapa dirinya sangat penasaran, padahal selama ini dirinya tidak mau ikut campur urusan pribadi seseorang, kecuali karena pekerjaan.


"Tidak kita tidak pernah melakukan apa pun, kita berdua murni hanya bersahabat," dan itu jawaban yang keluar bibir Zain, tidak mungkin dirinya harus mengatakan bagaimana melakukan lebih jika burung miliknya tidak bisa berdiri tegak.


Zifa menatap wajah Zain, ya memang tidak ada kebohongan dengan apa yang di katakan Zain, tapi entah mengapa Zifa tidak percaya, tidak mungkin pria dan wanita mandi bersama dan juga tidur bersama tapi tidak melakukan apa pun.


"Zifa, ada apa? Apa kamu tidak percaya padaku, aku sungguh tidak pernah melakukan apa pun dengan Jane, karena aku–" Zain langsung menutup mulutnya agar tidak keceplosan, membuat Zifa yang masih menatapnya beralih menautkan ke dua alisnya. "Aku belum selesai membersihkan rumah, aku tinggal dulu. Anggap saja ini kamar kami sendiri," ujar Zain kemudian meninggalkan Zifa yang masih berada di dalam kamar.


Jona dan Jane yang sudah tiba di bandara internasional di Paris, tidak jadi turun dari taksi yang di naikinya saat melihat di depan pintu masuk bandara terlihat banyak polisi yang berjaga dan juga memeriksa satu persatu indentitas semua orang yang akan masuk ke dalam bandara.


"Argghhh," Jona memukul telapak tangan kiri nya dengan kencang, lalu menjatuhkan punggungnya dengan kasar di sandaran kursi yang di dudukinya, membuat Jane langsung menatap Jona yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Makanya jadi orang itu yang benar, jadi tidak takut dengan penegak hukum,"


"Diam lah Jane, aku tidak bisa berfikir jika sudah mendengar suaramu, bagaimana aku bisa lolos, dari pemeriksaan itu?"


"Ya elah begitu saja harus di pikiran, kamu tunggu di sini," ujar Jane yang ingin keluar dari taksi namun tangannya langsung di cekal oleh Jona.


"Mau ke mana?"


"Ada deh," jawab Jane lalu keluar dari taksi tersebut.


Bersambung...............


Hayo tebak kira-kira apa yang akan di lakukan Jane ya?

__ADS_1


__ADS_2