
Jona duduk berhadapan dengan Tom selepas kepergian Jane dari dalam kamarnya, senyum terukir dari sebelah sudut bibirnya setelah Tom memberi tahu kabar menggembirakan untuknya, jika Albert dan anak buahnya sudah di tahan oleh pihak polisi, dan itu artinya Jona tidak harus mengotori tangannya sendiri untuk membalas perbuatan Albert kepada papinya, meskipun dalam hati kecilnya ingin menghabisi Albert dengan tangannya sendiri, jika dirinya tidak berjanji pada Jane untuk berhenti dari pekerjaannya.
"Tapi aku tidak yakin Albert akan mendekam selamanya di dalam penjara,"
Mendengar apa yang di katakan oleh Tom, senyum yang sadari tadi menghiasi sebelah sudut bibir Jona kini hilang entah ke nama, benar apa yang di katakan Tom jika Albert sudah sering keluar masuk, dan dirinya kebal hukum hanya karena bisa membayar seberapa pun untuk dirinya bisa bebas kembali.
"Aku tahu, tapi setidaknya Jane sekarang aman. Oh ya Tom, apa kamu sudah menemukan rumah yang bakal aku tempati,"
"Sudah,"
"Bagus, kapan bisa di tempati?"
"Segera, aku sedang menyuruh orang untuk merapikan nya terlebih dahulu,"
"Oke, jika tidak ada yang ingin kamu sampaikan, kamu boleh ke luar dan panggil Jane untuk datang padaku, aku ingin memberi tahu dia jika kita akan segera meninggalkan rumah ini," ujar Jona lalu menatap Tom yang masih duduk tepat di hadapannya. "Ada apa lagi?" tanya Jona tahu jika Tom pasti memiliki informasi lagi untuknya.
Mendengar pertanyaan Jona, Tom mengeluarkan ponsel miliknya dan menunjukkan sebuah berita online yang berada di ponselnya ke hadapan Jona.
Jona menautkan ke dua alisnya melihat berita online yang berada di ponsel Tom. "Aku tahu ini pasti hanya setingan," ujar Jona sambil mengembalikan ponsel milik Tom, setelah melihat berita online tentang skandal percintaan model papan atas asal Paris yang tak lain dan tak bukan adalah Bela sang kekasih, yang di beritakan menjadi simpanan para pejabat tinggi di Paris.
__ADS_1
"Jona untuk kali ini percayalah padaku,"
"tidak akan, sekarang kamu keluar dan pesankan aku tiket ke Paris,"
"Jona itu bahaya bisa jadi polisi akan mengetahui kedokmu nanti,"
"Aku akan menggunakan indentitas lain dan aku hanya satu hari di sana untuk memastikan berita yang kamu berikan adalah berita palsu,"
"Ya ampun Jona, aku sudah memberi tahu kamu siapa Bela yang sebenernya, tapi kamu selalu tidak percaya denganku jika Bela itu–
"Jangan katakan yang bukan-bukan tentang dia, sekarang kamu pergi dari kamarku dan belikan aku tiket pesawat menggunakan pasport aku dari Turki,"
Setelah kepergian Tom dari kamarnya, Jona mengambil ponsel miliknya lalu menghubungi ponsel Bela yang lagi-lagi di matikan. "Ya ampun Bela kenapa ponsel kamu di matikan?"
Sore hari setelah Jona bangun dari tidur siangnya, dirinya langsung turun dari kamar, dan melangkahkan kakinya ingin menuju dapur, namun langkahnya terhenti saat menatap kolam renang yang terlihat jelas dari tempatnya berada saat pembatasan dinding yang menuju kolam renang adalah dinding kaca, Jona melihat dengan jelas Jane sedang berenang.
Setelah membuat kopi, Jona langsung menuju kolam renang untuk menghampiri Jane.
"Kamu sudah bangun?" tanya Jane di pinggiran kolam renang dengan seluruh tubuh masih berada di dalam air, saat mendapati Jona mendekat ke arahnya.
__ADS_1
"Seperti yang kamu lihat," Jona pun duduk di kursi yang berada di pinggiran kolam renang sambil menyeruput kopi yang berada di tangannya.
"Jona tolong lemparkan handuk yang ada di kursi itu, aku haus ingin minum,"
"Ambil sendiri," sambung Jona lalu meraih majalah yang berada di atas meja tepat di sampingnya lalu punggungnya bersandar di kursi yang di duduki nya.
"Dasar menyebalkan," ujar Jane kesal lalu beranjak dari tempatnya ingin mengambil minum yang di letakkan di atas meja di samping Jona.
Jona menutup majalah yang sedang di bacanya saat Jane sedang minum sambil berdiri tidak jauh dari hadapannya. Jona menelan ludahnya sendiri saat melihat tubuh Jane yang putih mulus tanpa bopeng sedikit pun, apa lagi Jane hanya menggunakan bikiiniu yang sangat minim untuk menutupi gunung kembar yang terlihat jelas masih kencang, dan menutupi hutan belantara yang tentu saja masih asri.
Kemudian Jona beranjak dari duduknya lalu melepas pakaian yang melekat di tubuhnya dan hanya menyisakan celana boxer.
"Kamu mau ngapain?"
"Jelas saja berenang," jawab Jona lalu menarik tangan Jane menuju kolam renang.
"Jona lepaskan tidak!"
Bersambung........................
__ADS_1