Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Aku Tidak Waras?


__ADS_3

Setelah turun dari taksi Jane menyuruh sopir taksi untuk membuka bagasi mobil di mana koper miliknya berada.


Jona menautkan alisnya saat menoleh ke belakang dan Jane sedang mengambil beberapa pakaian miliknya namun dirinya masukan lagi, dan akhirnya hanya mengambil peralatan make up milik nya dan juga bando yang ada di dalam koper Jane.


"Jane apa yang kamu lakukan?" tanya Jona namun hanya di jawab dengan kedipan mata dan tak lupa Jane juga menahan senyum, sebelum menutup bagasi taksi tersebut. Dan Jona terus menatap Jane yang kembali masuk ke dalam mobil, dengan membawa kotak make up dan juga bando berwarna merah muda dengan aksen bunga yang sangat mencolok.


"Apa kamu sudah siap?" tanya Jane yang duduk kembali di kursinya dan menghadap ke arah Jona yang masih menautkan ke dua alisnya. "Tentu saja sudah siap," Jane menjawab pertanyaannya sendiri lalu menarik belakang leher Jona agar wajahnya mendekat ke arahnya, lalu Jane menepuk ke dua pipi Jona. "Kamu siap cantik?"


"Jane apa yang akan kamu lakukan?" tanya jona saat merasa ada yang tidak beres dengan tingkah Jane dan menjauhkan wajahnya.


"Aku akan menolong mu Jona, dengan cara ini," jawab Jane sambil menunjuk kotak mak up yang ada di pangkuan nya.


"Jane apa kamu sudah gila? Kamu pikir aku tidak waras?"


"Tidak masalah lah, sekali kali tidak waras, mau selamat kan dari pemeriksaan polisi di sana?" tanya Jane dan jari telunjuknya menunjuk ke arah polisi yang lumayan jauh dari taksi yang di naikin nya.


"Apa tidak ada cara lain Jane, yang penting jauhkan kotak make up itu dariku,"

__ADS_1


"Tidak ada, sudahlah jangan banyak cing cong," lalu Jane menarik belakang leher Jona kembali untuk mendekat, dan langsung merias wajah Jona yang hanya pasrah mengikuti ide gila Jane, agar dirinya selamat dari pemeriksaan polisi, yang bisa saja mengenali wajahnya.


"Jane,"


"Diam lah! Jangan sampai lipstik yang akan aku oles ke bibir mu ini melenceng,"


"Apa aku menyerahkan diri saja?"


Mendengar pertanyaan Jona, Jane menghentikan aktifitasnya lalu menekuk wajahnya. "Jika itu sampai terjadi bagaimana denganku? Bagaimana dengan janjimu padaku?Aku sudah nyaman berada di sampingmu Jona," ucap Jane dengan bulir air mata yang tiba-tiba meluncur bebas dari ke dua pelupuk matanya. Melihat itu Jona langsung membawa Jane ke dalam pelukannya.


"Aku tidak menangis, siapa juga yang menangis," ujar Jane sambil melepas pelukan Jona.


"Tadi aku melihat kamu meneteskan air mata, dan di sudut matamu juga masih basah,"


"Itu karena tadi aku kelilipan bedak yang aku oleskan di wajahmu. Sudah jangan banyak bicara aku akan memakaikan lipstik di bibirmu," ujar Jane sambil meraih dagu Jona dan langsung memakaikan lipstik di bibirnya, tidak menyadari jika Jona terus menatap instens wajah Jane dan tak lupa senyum tipis terukir dari ke dua sudut bibirnya. "Jona, jangan sampai aku membuat gambar pisang di bibirmu, jika kamu masih senyum-senyum sendiri seperti orang gila!"


"Iya maaf," sambung Jona dan tangannya refleks menghapus sudut mata Jane yang masih basah. "Aku hanya menghapus bedak yang tadi membuat matamu kelilipan,"

__ADS_1


"Bodo amat," ucap Jane lalu merapikan kotak make up miliknya setelah selesai merias wajah Jona dan memasang bando di kepalanya. "Sip jadi, dan kamu sangat cocok berdandan seperti ini. Dan aku sudah mendapatkan ide yang bagus, pekerjaan yang pantas untukmu,"


"Jangan bilang mangkal di lampu merah,"


"Itu tahu," ujar Jane lalu tertawa dengan gelinya.


"Tidak lucu Jane!"


Jona dan juga Jane berdiri tetap di hadapan beberapa polisi tepat di depan pintu masuk bandara tersebut.


Senyum terus terukir dari ke dua sudut bibir Jane, setelah polisi memeriksa kelengkapan indentitasnya. Lalu Jane yang sedari tadi menggenggam tangan Jona, mengeratkan tangannya mengisyaratkan Jona untuk tersenyum dan bertingkah layaknya laddy boy pada umumnya meskipun dengan pakaian pria, karena pakaian Jane tidak ada yang muat di tubuh Jona, dan Jona pun langsung mengikuti perintah Jane, dengan cara mengedipkan mata ke arah polisi yang sedang mencocokkan wajahnya dengan wajah yang berada di indentitas nya, yang memang wajah Jona asli hanya di edit dan di tambah jambang palsu yang begitu tebal, indentitas palsu yang kali ini di gunakan nya.


"Pak polisi, percaya padaku mereka orang yang sama, yang di indentitas sebelum menjalani operasi, dan yang sekarang sudah menjalani operasi tahap satu, dan kita akan ke luar negri untuk menjalani operasi tahap dua memotong pisang di gantikan dengan tempe. Biarkan kami masuk tidak lama lagi pesawat yang akan kami naiki segera lepas landas," ucap Jane saat polisi tersebut terus mengamati setiap jengkal wajah Jona.


"Tunggu, ini ada yang janggal,"


Bersambung.....................

__ADS_1


__ADS_2