
"Jona biarkan," ucap Jane sambil menarik tangan Jona yang ingin meninggalkan nya saat pintu rumahnya masih saja di ketuk dari luar oleh seseorang. "Aku mau," ucap Jane malu sambil mengigit bibir bawahnya, membuat Jona langsung mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya.
"Mau apa?"
"Itu anu, aku mau,"
"Jane istriku sayang katakan saja apa yang ingin kamu katakan, aku tidak tahu perkataan yang kamu maksud,"
"Dasar menyebabkan," ucap Jane kesal dan sekarang memasang wajah cemberut dan turun dari atas meja dapur. "Harusnya kamu peka apa yang aku inginkan,"
"Memangnya kamu menginginkan apa? Kalau bicara itu yang jelas,"
"Tidak jadi, sudah lupakan saja, tapi awas saja kalau nanti malam minta jatah, aku tidak mau. Masukin saja tuh lontong miliki mu ke lobang jangkrik di samping rumah,"
"Kok begitu sayang, apa salahku?"
"Kamu itu tidak peka, tadi aku minta di tusuk kamu pura pura, ya sudah tidak jadi," kesal Jane dan melangkahkan kakinya melewati Jona, namun tangan Jona langsung menarik tangan sang istri dan memeluknya dari belakang.
"Jadi kamu minta di tusuk? Kenapa tidak ngomong langsung, malah pakai bahasa yang tidak aku mengerti. Baiklah jika kamu minta di tusuk. Mau gaya apa?"
"Gaya matamu, singkirkan tanganmu," kesal Jane sambil melepas pelukan sang suami.
"Katanya tadi mau minta di tusuk. Ayo mumpung aku belum berangkat kerja,"
"Males, sudah tidak berselera," sambung Jane dan melangkahkan kakinya ke arah pintu yang masih saja di ketuk dari luar oleh seseorang.
__ADS_1
"Yakin tidak berselera? Awas saja jika nanti malam tangan kamu tidak bisa diem mainan lontong, aku hajar kamu sampai pagi,"
Mendengar ucapan Jona, Jane yang hampir mendekati pintu, menoleh sebentar ke arah Jona sambil memicingkan matanya dan mengangkat ke dua tangannya lalu menunjukkan jari tengah nya ke arah Jona.
"Awas kamu sayang," Jona ingin mendekati Jane, namun dirinya urungkan saat sang istri sudah membuka pintu rumah, dan menampakan Bejo dan juga Paimin yang sudah berdiri tepat di depan pintu.
"Selamat pagi mbak Juminten, tambah cantik saja setiap hari," Sapa Bejo yang entah mengapa hari ini berpakaian sangat rapi tidak seperti biasanya, begitu pun juga dengan Paimin di sampingnya.
"Pagi," Balas Jane. "Ada apa kalian pagi pagi sudah datang ke sini?"
"Untuk menemui bos Jono, apa bos–"
"Bos?"
"Aku ada di sini, sudah jangan banyak bicara kita berangkat sekarang," sambung Jona yang mendekat ke arah pintu.
"Bos? Jangan bilang kamu–"
"Apa? Jangan berburuk sangka. Kamu kira aku akan kembali lagi menekuni dunia hitam begitu maksud kamu?" tanya Jona memotong perkataan sang istri. "Jika aku terjun kembali ke dunia hitam tidak mungkin aku akan menjadikan meraka anak buah ku,"
"Tapi kamu–"
"Tenang saja istriku sayang, aku sudah berjanji padamu, aku tidak akan kembali ke dunia hitam kembali. Mereka berdua itu menjadi anak buah ku di showroom mobil,"
"Anak buah, seperti kamu punya jabatan saja,"
__ADS_1
"Et jangan salah aku ini–"
"Sudah sana berangkat kerja jangan banyak bicara," ucap Jane memotong perkataan
Jona dan mendorong tubuhnya.
"Cium," Jona membalik tubuhnya untuk menghadap sang istri dan tak lupa bibirnya dirinya majukan.
"Tidak mau, pergi saja,"
"Cie yang masih marah. Tenang saja nanti malam aku berikan servis yang luar biasa hingga kamu tidak ingin berhenti sayang,"
"Jangan banyak bicara sana pergi, jangan sampai kamu terlambat dan di pecat,"
"Itu tidak akan pernah terjadi sayang kamu tenang saja," ujar Jona sambil tersenyum. "Ingat aku pulang kamu sudah harus pakai baju haram ya aku belikan kemarin ya, kamu terlihat sangat sexxy jika menggunakan itu,"
"Jona sana pergi," kesal Jane sambil mendorong tubuh Jona lagi.
"Iya sayang, aku pergi dulu. Yakin nih tidak mau mencium bibir ku yang sexxy?"
Cup
Jane mencium bibir sang suami lalu masuk ke dalam rumah dan menutup pintu, tak lupa senyum terukir dari ke dua sudut bibirnya.
Kemudian Jane mengintip sang suami dari balik jendela, lalu melangkahkan kakinya ingin menuju kamar setelah mobil sang suami sudah meninggalkan halaman rumah, namun baru saja beberapa langkah Jane melangkah pintu rumahnya kembali di ketuk oleh seseorang dari luar.
__ADS_1
Bersambung................