
Jane menautkan ke dua alisnya saat Jona tiba-tiba melepas tangannya yang masih memeluk lengan Jona dan melangkah kan kakinya ingin meninggalkan Jane, sebelum Jane menendang kakinya.
"Jane!" Jona menoleh ke arah Jane yang sedang bertolak pinggang dengan mata yang menatap tajam ke arahnya dan tak lupa bibir di majukan. "Kamu kenapa Jane?"
"Seharusnya aku yang bertanya, kamu kenapa ingin meninggalkan aku?"
Bukannya menjawab pertanyaan Jane, Jona malah mengedarkan pandangnya pada sosok wanita yang tadi dirinya kenal yang baru saja memasuki lift.
"Ach Jane, apa yang kamu lakukan?" tanya Jona sambil mengaduh kesakitan dengan kedua tangannya memegangi juniornya yang baru saja mendapat tendangan dari Jane.
"Ya ampun maaf, aku tidak sengaja tadi aku ingin menendang kaki kamu, eh malah salah sasaran. Apa sakit?" tanya Jane lalu berjongkok tepat di hadapan Jona, dan melepas tangan Jona yang masih memegangi juniornya sambil menahan sakit. Lalu Jane beralih memegang dan mengelus junior Jona yang masih terlelap di sarangnya untuk beberapa detik sebelum Jona menarik tangannya dan meminta Jane untuk berdiri. "Apaan sih main tarik-tarik segala," kesal Jane sambil melepas tangannya yang masih di pegangi Jona.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Junior kamu sakit kan?"
"Tidak, malah ingin mencari lubang, gara-gara kamu,"
__ADS_1
"Huh dasar," Jane ingin memukul Jona tapi tangannya langsung di cekal.
"Kamu kenapa sih Jane, main pukul dan juga tendang-tendang?"
"Kamu menyebalkan, tadi aku mau kamu tinggal, dan setelahnya kamu mengacuhkan aku, dan entah siapa yang kamu tatap, aku juga bisa berpakaian lebih minim dari wanita yang ada di klub ini,"
"Jane bukan saatnya bercanda, aku ada urusan yang sangat penting," Jona lalu menarik tangan Jane menuju lift yang ada di dalam klub malam tersebut.
"Urusan penting apa sih?" tanya Jane yang sudah berada di dalam lift.
"Ada, kamu diam saja,"
"Diamlah Jane, kamu terlalu ke kanak kanakan aku jadi kehilangan jejaknya kan,
"Aku memang masih bocil, puas kamu!"
"Jane!" Jona menoleh ke arah Jane saat pintu lift terbuka tepat di lantai dua di mana ruangan VVIP berada. Kemudian Jona keluar dari dalam lift sambil menggandeng tangan Jane yang terus cemberut karena Jona baru saja membentak nya.
__ADS_1
Jona menghentikan langkahnya dan pandangannya menyusuri setiap sudut klub malam yang sangat megah di banding lantai pertama. "Aku yakin kamu ada di salah satu ruangan itu Bela," gumam Jona saat tadi dirinya benar-benar melihat bela bersama dengan seorang pria.
Jona yang berdiri tidak jauh dari lift, langsung membawa Jane ke dalam pelukannya dan tak lupa menaruh dagunya di pundak Jane.
"Jona apa yang– belum juga Jane meneruskan ucapannya mulut Jane sudah di bekap oleh Jona, dan mata Jona terus mengikuti seseorang yang baru saja keluar dari dalam lift dan melewatinya, lalu berjalan menuju salah satu ruang VVIP yang ada di klub malam tersebut yang tidak jauh dari tempatnya berada.
"Ach Jane, apa–
"Apa? harusnya aku yang berkata padamu apa yang kamu lakukan, main bekap mulut segala menyebalkan. Kamu kenapa sih setelah memasuki klub malam ini kamu jadi aneh, apa jangan-jangan kamu kemasukan setan penghuni klub malam ini," ujar Jane memotong perkataan Jona setelah melepas pelukannya dan menginjak kakinya.
"Setannya tidak akan muat di tubuhku, di sini soalnya markas setan,"
"Termasuk kamu kan Jo–"
Dan lagi-lagi Jona membawa Jane ke dalam pelukannya. "Aku mohon tetap diam di pelukan ku Jane," bisik Jona saat dirinya melihat seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah manager Bela yang baru melewatinya, keluar kembali dari ruangan VVIP yang baru saja di masuki nya. Dan Jona yakin Bela berada di ruang VVIP di mana managernya baru saja keluar dari ruangan tersebut dan melewatinya kembali menuju lift.
Jona melepas pelukannya setelah manager Bela baru saja masuk ke dalam lift, dan Jona yakin jika manager Bela tidak menyadari keberadaanya, karena pencahayaan di lantai dua klub malam tersebut remang-remang.
__ADS_1
"Jona sebenarnya ada apa sih?" tanya Jane tapi tidak di hiraukan oleh Jona yang berjalan dan menggandeng tangan Jane menuju ruang VVIP yang Jona yakini Bela sang kekasih berada di dalam.
Bersambung..................