
Bocil skip hanya untuk yang sudah berkeluarga, kalau tetap baca me tidak bertanggung jawab!
"Uhhhhh emmmm Jona," dessaah Jane sambil memeluk tubuh Jona yang masih berada di atasnya yang terus menekan adik kecilnya untuk masuk ke dalam, saat Jane untuk ke sekian kalinya kembali menegang mencapai puncak kenikmatan berulang kali. Membuat Jona langsung tersenyum melihat wajah Jane yang begitu mengemaskan saat sudah mencapai puncak kenikmatan.
Jona yang masih berasa di atas tubuh Jane menggelap peluh yang berada di kening Jena. Tentu saja dengan junior masih menancap sempurna di bawah sana, tidak ingin mengakhiri permainan yang sungguh memabukkan untuk Jona, dan ingin terus melakukannya.
"Jona," panggil Jane sambil mengatur nafasnya.
"Iya sayang," sahut Jona dan adik kecilnya di bawah sana kembali keluar masuk tidak ingin menghentikan aksinya.
"Apa kamu tidak lelah?"
"Apa kamu sudah lelah?" tanya balik Jona sambil tersenyum, saat melihat wajah Jane yang memang sudah kelelahan.
"Iya aku sudah lelah,"
"Kalau begitu sekali lagi," ucap Jona yang memang baru sekali mengeluarkan santan meskipun sudah hampir dua jam bermain.
Jane pun langsung mengangguk, dan Jona langsung mendekatkan wajahnya, namun kali ini tidak lagi mencium bibir Jane. Namun memberi ciuman di ceruk leher Jane dan meninggalkan tanpa kepemilikan di setiap jengkal leher Jane, tak lupa kedua tangannya meremas gunung kembar Jane, tentu saja junior nya keluar masuk di danau penuh kehangatan dan juga kenikmatan di bawah sana.
Jona yang tidak ingin membuat Jane lebih lama kelelahan, memasukkan juniornya ke danau dengan ritme cepet, sambil menghisap Choco chip milik Jane yang berada di atas gunung kembarnya, agar Jane terus mendeesah merasakan kenikmatan yang membuat Jona terus bergairah.
"Jona emmm ahhhh," desaah Jane bergantian dengan desaahan Jona.
"Jane uhhhhh emmm," Jona menekan lebih dalam junior miliknya sambil memeluk Jane dengan erat, sebelum santan hangat miliknya kembali tumpah memenuhi danau.
__ADS_1
Jona melepas junior nya setelah beberapa saat hanya diam di dalam danau setelah benar benar menuntaskan hasratnya, kemudian menjatuhkan tubuhnya di samping Jane setelah mencapai puncak kenikmatan, lalu membawa Jane ke dalam pelukannya.
"Terima kasih sayang untuk malam ini, dan maaf aku membuat kamu kelelahan," ucap Jona sambil mengelap peluh yang berada di kening Jane, lalu mencium keningnya. Namun tidak mendapat jawaban dari Jane yang sudah menyelusup ke dada bidang nya, membuat Jona langsung tersenyum.
Jam di kamar Jane menunjukkan pukul sebelas siang namun Jane belum juga membuka matanya, membuat Jona yang baru masuk ke dalam kamar sambil membawa nampan berisi makanan di tangannya langsung tersenyum dan menaruh nampan yang di bawanya ke atas meja nakas yang berada di sisi tempat tidur Jane.
Jona duduk di pinggiran tempat tidur, lalu mengambil selimut yang tidak lagi berada di tempat nya, untuk menutupi tubuh Jane yang masih polos.
Setelah menyelimuti tubuh Jane, Jona mendekatkan wajahnya untuk mencium Jane. "Terima kasih sayang karena untuk pertama kalinya kamu melakukannya denganku," ucap Jona yang tahu persis Jane baru pertama kali berhubungan badan dan itu dengannya.
Jane mengulet dan membuka matanya dengan perlahan sambil menguap, senyum terukir dari ke dua sudut bibir nya saat melihat Jona sudah berpakaian rapi duduk di pinggiran tempat tidur sambil menatap dirinya.
"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Jona yang sekarang membelai wajahnya dengan lembut, yang hanya mendapat anggukkan dari Jane. "Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu, sekarang bangunlah,"
"Aku masih sangat lelah, dan milikku juga terasa perih," sambung Jane yang merasakan perih di daerah intinya.
"Maafkan aku sayang, dan untuk permintaan maaf ku, aku akan memandikan kamu," ujar Jona lalu mengangkat tubuh Jane.
"Jona, aku malu,"
"Dengan siapa? Dan Sejak kapan kamu memiliki malu, bukan nya dulu kamu juga suka mandi bersama dengan siapa itu teman kamu?"
"Zain, dia kan tidak normal dan dulu juga aku menggunakan bikiniu, dan sekarang aku tidak mengunakan sehelai benang pun," jelas Jane sambil menutup ke dua gunung kembarnya menggunakan ke dua lengannya.
"Tidak usah di tutupi jangankan melihat, aku sudah mencicipi nya sayang, apa kamu lupa semalam kamu terus mendesssah,"
__ADS_1
"Jona,"
"Kenapa? Apa kamu ingin mendesssah lagi di kamar mandi?"
"Jona jangan macam-macam,"
"Enak loh Jane,"
"Aku tidak–"
"Menolak," sambung Jona memotong perkataan Jane, "Oke sayang aku akan membuat kame mengejan beberapa kali.
"Jona!"
*
*
*
Brak!
Bersambung.............
Ledes ledes lah tuh apem, jangan bosen jika nanti setiap bab ada mendesssah terus, lagian kalian memancing ke gilaan aku, yang sudah waras 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1