Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Selama Aku Masih Bisa Bernafas


__ADS_3

Jane masih memeluk erat tubuh Jona yang sekarang juga balik memeluknya sejenak sebelum melepas pelukannya, beralih memang ke dua bahu Jane.


"Terima kasih untuk apa? Padahal aku belum mengantar makan malam ke kamarmu. Kamu tadi menyuruhku untuk mengantar makan malam untukmu bukan?" tanya Jona karana tadi sebelum dirinya berbincang dengan Tom, Jane menyuruhnya untuk mengantar makan malam ke dalam kamar.


Bukannya menjawab pertanyaan Jona, Jane malah minitikan air mata yang keluar dari ke dua bola matanya, hingga membasahi pipi mulusnya. Tentu saja Jona langsung menghapus air mata yang membasahi pipi, dan tidak ingin bertanya pada Jane lagi apa yang terjadi padanya.


Karena Jona sekarang membawa Jane ke dalam pelukannya. Mengusap punggung wanita yang sekarang sudah sah menjadi istrinya. Ciuman Jona berikan di belakang ceruk leher Jane saat masih memeluknya.


"Jane kamu itu sudah besar kenapa menangis malu sama makhluk halus yang mengikuti kita hingga ke rumah kita. Melihat pengantin baru masa menangis, harusnya pengantin barull sedang bahagia,"


Mendengar apa yang di katakan oleh Jona, Jane melepas pelukannya dan menghapus air matanya. "Jona apa makhluk halus itu mengikuti kita?"


"Tentu,"


"Kamu jangan berbohong. Ini tidak lucu," kesal Jane lalu memicingkan matanya untuk menatap Jona yang sedang menaruh jari telunjuk nya di bibirnya sendiri, mengisyaratkan Jane untuk diam.


"Nanti aku ceritakan di dalam," ujar Jona lalu menarik tangan Jane untuk masuk ke dalam kamarnya yang hanya bersebelahan dengan kamar Jane.


"Jona kenapa kamu membawa aku ke sini?"


"Oh iya maaf," ujar Jona yang sudah berada di dalam kamarnya dan masih memegang tangan Jane, kemudian keluar kembali dari kamar dan sekarang masuk ke dalam kamar Jane.


Setelah masuk ke dalam kamarnya Jane melepas tangan Jona lalu berjalan menuju tempat tidurnya dan mendudukkan pantatnya di pinggiran tempat tidur, begitu pun dengan Jona yang juga duduk di samping Jane hingga tidak ada jarak.


"Jona! Menjauh–"

__ADS_1


Jane menghentikan ucapannya saat Jona menaruh jadi telunjuknya di bibir Jane.


"Jane jangan berisik,"


"Kamu menjauh lah dariku biar aku tidak berisik,"


"Jane sekarang kita sudah menjadi suami istri jangankan hanya duduk menempel seperti ini, melakukan hal lebih juga tidak masalah,"


"Jona apa kamu lupa jika–"


"Iya aku masih mengingat, meskipun sudah menikah tidak ada kontak fisik di antara kita, aku akan selalu mengingatnya," jelas Jona memotong perkataan Jane.


"Kalau kamu tahu kenapa kamu dekat dekat?"


"Aku harus mengelabuhi makhluk halus, agar mereka cepat pergi dari rumah kita, jika melihat kemesraan kita," bohong Jona. "Asal kamu tahu Jane, katanya makhluk halus penunggu komplek ini tidak akan pergi dari rumah pengantin baru jika melihat ke dua mempelai tidak tidur di satu kamar yang sama," bohong Jona lagi untuk meyakinkan Jane percaya pada apa yang di katakan nya.


"Benar Jane, tapi kalau kamu tidak mengizinkan aku tidur di kamarmu malam ini juga tidak masalah, tapi ingat–"


"Iya aku tahu, kamu boleh tidur di kamarku malam ini. Tapi ingat apa yang sudah kita sepakati oke,"


"Oke," sambung Jona singkat lalu beranjak dari duduknya. "Sekarang kamu tunggu di sini, aku keluar.


" Mau ke mana? Aku takut Jona,"


"Hanya ke dapur untuk mengambil makan malam yang tadi sudah aku siapkan, aku juga lapar," jawab Jona lalu melangkah kan kakinya keluar dari kamar Jane, dan tak lupa senyum terukir dari ke dua sudut bibirnya.

__ADS_1


Satu jam kemudian Jona masuk ke dalam kamar Jane kembali setelah menaruh piring kotor setelah ke duanya menghabiskan makan malam.


Tatapan matanya tertuju ke arah tempat tidur Jane yang sudah di beri batas menggunakan guling, di mana Jane sudah merebahkan tubuhnya membelakangi Jona.


Jona yang sudah mendekati tempat tidur langsung naik dan merebah kan tubuhnya di samping Jane dengan pembatas guling di tengahnya.


"Jane," panggil Jona yang tahu Jane belum tertidur.


"Hem," sambung Jane yang sedang bermain ponsel miliknya.


"Kenapa tadi kamu mengucapkan terima kasih? Dan apa salahku hingga membuat kamu tadi menangis?" tanya Jona yang dari tadi penasaran Jane mengatakan terima kasih dengan sangat tulus padanya.


Mendengar pertanyaan Jona, Jane mematikan ponselnya lalu membalik tubuhnya untuk menghadap ke arah Jona.


"Aku sangat terharu karena kamu ternyata benar benar meninggalkan dunia gelap itu, dan kamu juga sudah membela aku, saat ada seseorang yang menjelekan aku,"


"Apa kamu mendengar apa yang aku katakan dengan Tom tadi?" Mendengar pertanyaan Jona, Jane langsung mengangguk. "Dengarkan aku Jane, sekarang aku suamimu dan kamu tanggung jawab ku. Aku akan selalu membelamu, menjagamu, melindungi mu dan aku akan selalu membahagiakan kamu selama aku masih bisa bernafas," ucap Jona sambil mengukir senyum.


"Sekali lagi terima kasih,"


Dan pembatasan guling antara keduanya tidak ada lagi gunanya saat Jane memeluk tubuh Jona.


Bersambung...................


Hay hay ketemu lagi dengan aku yang cetar secetar cetarnya, setelah kemarin tidak up date, karena sedang me time dengan cogan.

__ADS_1


Gimana kabar kalian semoga sehat selalu, jangan lupa vote gratisnya di hari senin ya sayang 😇😇😇😇😇


Happy nice day 🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2