Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Sabar


__ADS_3

"Mas Tomo, apa kabar ke mana saja seminggu ini?" tanya pak Joko saat Tom naik ke atas pelaminan, namum Tom tidak menjawab pertanyaan pak Joko dan hanya tersenyum lalu melangkahkan kakinya menghampiri Jona.


"Apa yang kamu lakukan Jona?" tanya Tom dengan berbisik di telinganya saat sudah berdiri di sampingnya. "Aku bersusah payah menyembunyikan indentitas kamu, kamu malah melakukan ini pasti–"


"Hanya pak Joko yang tahu identitas ku dan juga Jane, di komplek ini," bisik Jona balik di telinga Tom.


"Hanya kamu bilang, aku sudah tidak tahu lagi dengan apa yang kamu lakukan, setelah mengenal Jane kamu benar-benar berubah Jona! Kamu tidak tahu anak buah Albert sudah tiba di kota ini. Dan aku tunggu kamu di rumah ada banyak informasi yang harus kamu tahu," bisik Tom lagi lalu menepuk punggung Jona sebelum meninggalkan nya, tanpa berpamitan pada pak Joko yang masih berada di atas panggung pelaminan.


"Kanebo berjalan," ucap pak Joko setelah kepergian Tom.


"Kanebo juga roti sobek, besar tinggi pasti anunya besar panjang," sambung bu Joko dan matanya terus tertuju pada punggung Tom yang keluar dari aula tersebut.


"Besar tinggi genderuwo maksud kamu?" tanya pak Joko membuat Jane yang mendengar ucapannya langsung memeluk lengang Jona.


"Jona aku–"


"Iya sayang nanti di rumah," sambung Jona memotong perkataan Jane.


"Apaan sih, sayang sayang," kesal Jane.


"Jane kita harus selalu bersikap mesra loh jangan sampai makhluk halus di sini marah, karena mereka hanya suka dengan kemesraan," bisik Jona di telinga Jane.


"Sungguh?" tanya Jane membuat Jona langsung menganggukkan kepalanya, dan Jane tambah mengeratkan pelukannya. Tentu saja senyum kebahagian terus terukir dari kedua sudut bibir Jona.

__ADS_1


"Cie yang sudah tidak sabar, tenang saja acaranya tinggal beberapa jam lagi kok," Ledek pak Joko untuk menggoda keduanya.


"Hooh nih, Mbak Juminten juga jangan membuat aku iri dong. Siapa yang mau memeluk lenganku coba," sambung Bejo pasalnya gadis yang tadi datang bersamanya sudah turun dari panggung bersama bu Joko.


"Kan tadi ada Surti kenapa tidak minta dia memeluk lenganmu?"


"Ya elah pak Joko menggandeng tangannya saja aku harus membayar lima puluh ribu apa lagi menyuruh dia memeluk lenganku, pasti minta seratus ribu, habis nanti uangku, masa aku ngamplopin mas Jono dan Mbak Juminten sepuluh ribu, tidak elit amat,"


"Ya elah Bejo sok bicara elit ga cocok karo raimu," sambung pak Joko sambil mengusap wajah Bejo.


"Ya sekali kali pak, masa aku mau ngamplopin sepuluh ribu, orang makanannya di sini enak enak, apa lagi stik,"


"Endasmu stik, steak kali,"


Brug!


"Bejo! Terima kasih," ucap pak Joko saat Bejo mendorongnya hingga terjatuh dan menindih biduan cantik yang kebetulan sedang bernyanyi di atas panggung pelaminan.


"Joko!" teriak bu Joko dan kembali naik ke panggung pelaminan saat melihat sang suami malah masih terus menindih biduan wanita tersebut.


"Ampun!" Pak Joko beranjak dari tempatnya saat bu Joko menarik telinganya.


Dan warga yang berada di aula pertemuan tersebut, saling sahut untuk memprofokatori pak Joko dan sang istri yang sedang cek cok di atas panggung pelaminan.

__ADS_1


"Maaf Bu, nanti aku pergi ke tukang urut buat manjangin, biar panjang seperti milik mas Jono mau," bujuk pak Joko saat sang istri terus memarahinya.


"Mau dong," sambung bu Bejo beralih memeluknya.


Jona yang sedang berdiri tidak jauh dari ke duanya langsung menepuk jidatnya dan di akhiri dengan menepuk jidatnya.


"Ish Jona aku tidak suka di sini," ucap Jane yang memang tidak pernah berbaur dengan orang lain.


"Ini menghibur Jane,"


"Menghibur dari mana yang ada aku bisa gila di sini,"


"Sabar,"


Jane sedang meluruskan kakinya di dalam kamar setelah acara di aula pertemuan selesai, dan Jane benar benar tidak menyukai situasi di komplek nya tinggal yang menurutnya begitu alay.


Brak!


Suara gebrakan dari luar kamar yang terdengar jelas, karena pintu kamarnya tidak tertutup rapat membuat Jane begitu terkejut. Dan Jane turun dari tempat tidur penasaran dengan suara apa itu.


Bersambung....................


Maaf jika episode ini sungguh garing, aku sungguh sedang tidak mood untuk menulis maafken ya gaes 🙏🙏🙏

__ADS_1


note: kayanya butuh asupan cogan deh 🤣🤣🤣🤣


__ADS_2