Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Aku Berjanji Padamu


__ADS_3

Jone menoleh ke arah Jane yang sudah membuka matanya, dan senyum menghiasi ke dua sudut bibirnya, kemudian Jona membalik tubuhnya dan duduk di pinggiran tempat tidur di mana Jane berada, Jona meraih telapak tangan Jane lalu menggenggamnya. "Aku akan selalu bersamamu, menjagamu dan juga melindungi mu, aku berjanji padamu, karena kamu sangat berharga untukku Jane," Jona semakin mengeratkan genggaman tangannya, dan satu tangannya menghapus air mata Jane yang kembali jatuh dari sudut pelupuk matanya. "Jangan menangis lagi, tidak ada yang perlu kamu tangisi, semua sudah menjadi takdir Tuhan,"


"Tapi bibi– Jane tidak meneruskan ucapannya saat jari telunjuk Jona di tempelkan di bibir ranum yang bergetar manahan tangis.


"Biarkan bibi tenang di atas sana, di sini ada aku yang akan menemanimu selamanya," lalu Jona merebahkan tubuhnya di samping Jane dan menghadap ke arah Jane dengan kepala bertumpu dengan satu tangannya. "Tidurlah, hidup akan terus berlanjut meskipun orang yang kita sayangi satu persatu pergi meninggalkan kita semuanya, dan mereka tidak akan pernah kembali, meskipun kamu menangisinya," ujar Jona yang langsung membawa Jane ke dalam pelukannya lalu mengeratkan pelukannya.


Jane menghentikan tangisnya saat merasa lebih baik ketika mendengar ucapan Jona, dan dirinya begitu nyaman berada di dalam dekapan Jona lalu Jane balik memeluk tubuh Jona dengan erat.


"Tidurlah," ucap singkat Jona dan coba untuk memejamkan matanya, dan baru beberapa menit saat Jona sudah bisa memejamkan matanya, matanya kembali terbuka saat salah dari kaki Jane yang sudah tertidur lelap masuk ke sela-sela kedua pahanya, dan menyenggol junior Jona. "Dasar laknat, ini bukan waktu yang tepat, apa kamu tidak tahu situasi di mana orang sedang berduka, dasar laknat kau junior," gumam Jona saat juniornya dengan tidak tahu diri mulai menggeliat di bawah sana hanya karena terkena senggolan kaki Jane.


Kemudian Jona melepas pelukan Jane yang masih memeluknya erat, lalu dirinya merubah posisi menjadi tengkurap untuk menangkan juniornya.

__ADS_1


*


*


*


Pagi hari buta Zain yang benar-benar kabur dari rumah turun dari ojek online yang di naikinya tepat di depan rumah bibi Berta, lalu Zain berjalan dengan cepat menuju pintu rumah tersebut dan mengetuknya beberapa kali, hingga ada ibu paruh baya yang menghampiri nya.


"Biasa bibi Berta," jawab Zain dan tak lupa senyum menghiasi ke dua sudut bibirnya.


"Apa adek ini tidak tahu jika pemilik rumah ini sudah meninggal?"

__ADS_1


"Meninggal? Bibi Berta meninggal?"


"Iya dek, dan baru semalam di makamkan,"


Bulir air mata jatuh membasahi pipi Zain, saat dirinya sudah berada di rumah bibi Berta dan mengetahui bibi Berta sudah pergi untuk selamanya, Zain menatap dua buah foto yang ada di tangan kanan dan juga kirinya bergantian. "Jane di mana kamu? Apa kamu baik-baik saja, aku benar-benar tidak tahu tentang semua ini, kenapa ini bisa terjadi pada kita hanya karena perselisihan ke dua orang tua kita, Jane aku sangat merindukan kamu," ujar Jona lalu memeluk foto Jane yang berada di tangan kirinya. Dan tatapan matanya tertuju pada bingkai foto bibi Berta, bibi yang sangat baik untuk nya selama Zain mengenal bibi Berta. "Maafkan papa bi, aku tahu ini semua pasti perbuatan papa, dan aku janji pada bibi, aku akan membalas perbuatan papa pada bibi," Zain menaruh ke dua bingkai foto dua wanita yang sangat di sayangi nya di atas meja, lalu Zain beranjak dari duduknya saat dari tadi duduk di sofa ruang tamu bibi Berta. "Dan aku tahu apa yang akan aku lakukan saat ini,"


Bersambung..........


SELAMAT TAHUN BARU 2022 UNTUK SEMUANYA, SEMOGA DI TAHUN BARU INI APA PUN KEINGINAN KITA AKAN TERCAPAI AMIN.


TETAP JAGA KESEHATAN YA SAYANG, INGAT KESEHATAN LEBIH PENTING DARI APA PUN, HAPPY NICE DAY 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2