Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Tetaplah Di Sini


__ADS_3

Suara ledakan confetti dua kali mengagetkan Zifa yang baru masuk ke dalam apartemen, dan serpihan kertas yang keluar dari dalam confetti terbang berhamburan mengenai tubuhnya.


"Zain kamu membuat aku–" Zifa tidak jadi meneruskan ucapannya saat Zain yang berada di hadapannya, tiba-tiba bersimpuh di hadapannya, dan meraih tangan kanannya.


"Will you marry me?" tanya Zain membuat kantong belanjaan yang ada di tangan Zifa lolos dan jatuh ke atas lantai.


"Zain," ucap Zifa dan air mata kebahagian meluncur bebas dari ke dua pelupuk matanya, membuat Zain beranjak dari tempatnya lalu membawa Zifa ke dalam pelukannya.


"Kenapa kamu menangis?"


"Aku tidak menyangka kamu akan seromantis ini,"


"Aku bisa lebih romantis dari ini, apa kamu perlu bukti?" sambung Zain lalu melepas pelukannya. "Maukah kamu menjadi istriku ? Menemani ku di kala suka dan duka? Menjadi ibu dari anak anakku, membesarkan nya bersama, dan kita akan menua bersama, menjalani kerasnya dunia, melewati pergantian siang dan malam,"


Tanpa pikir panjang Zifa pun langsung mengangguk.


"Terima kasih," ucap Zain dan memperlihatkan senyum kebahagiaan, sebelum meraih tangan kanan Zifa kembali dan memasangkan cincin berlian di jari manis Zifa.

__ADS_1


"Zain," panggil Zifa saat Zain sudah selesai memasangkan cincin berlian di tangannya.


"Ada apa katakan saja,"


"Cincin ini sangat–"


"Zifa sekarang aku bisa memberikan apa pun yang kamu inginkan, jadi jangan merusak suasana," ujar Zain memotong perkataan Zifa dan kini Zain mengelus pipi Zifa.


"Ma–" Zifa tidak meneruskan ucapannya saat Zain tiba-tiba mencium bibirnya, dan bukan hanya mencium tapi juga mellumatnya, tidak peduli jika sedari tadi juga ada wanita paruh baya di apartemen Zifa.


Zain segera melepas tautan bibirnya saat wanita paruh baya tersebut berdehem. Dan wanita paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalah mama Linda mama dari Zifa, berjalan menghampiri putri semata wayangnya dan juga Zain.


"Terima kasih Ma," sambung Zifa yang memeluk balik tubuh sang mama. Dan Zain yang ada di samping ke duanya juga langsung ikut memeluk ke dua wanita yang masih terus berpelukan.


*


*

__ADS_1


*


Jona memapah tubuh Jane masuk ke dalam rumah, setelah tiga hari Jane mendapat perawatan di rumah sakit, dan hari ini dirinya boleh pulang.


"Jona aku bisa sendiri jangan berlebihan begitu," tolak Jane saat Jona terus memapah dirinya masuk ke dalam rumah.


"Aku ingin memastikan kamu sampai tempat tidur dan beristirahat," jelas Jona membuat Jane tidak mengatakan apa pun lagi, dan membiarkan Jona memapah dirinya, pasalnya Jane merasa sangat nyaman berada di samping Jona. Dan selama tiga hari di rumah sakit Jane dan juga Jona terlihat begitu dekat tidak seperti biasanya.


Setelah sampai kamar, Jona mendudukkan Jane di pinggiran tempat tidur nya dengan perlahan.


"Jika butuh sesuatu panggil aku, sekarang kamu istirahat lah, dokter menyuruh kamu untuk banyak istirahat," Jona mengingatkan Jane kembali apa yang dokter katakan sebelum pulang.


"Iya aku tahu," sambung Jane dan ingin naik ke atas tempat tidur, membuat Jona yang masih berada di kamar Jane langsung membantu Jane.


"Aku akan membuat makan malam, kamu tidurlah dulu jika mengantuk, nanti kalau makan malamnya sudah siap aku akan membangunkan kamu," ujar Jona dan ingin pergi meninggalkan kamar Jane, namun salah satu tangannya langsung di cekal oleh Jane.


"Tetaplah di sini,"

__ADS_1


Bersambung..................


DENGAN SENANG HATI 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2