
Suara tembakan terdengar jelas dan terus membombardir markas Albert.
"Sial!" teriak Albert yang langsung berlari keluar dari pintu rahasia yang terdapat di ruangan di mana dirinya berada di ikuti anak buahnya yang sedari tadi bersamanya.
Tentu saja Albert tidak ingin meladeni siapa pun yang menyerang markasnya dengan tiba-tiba.
Pasalnya anak buah Albert tidak lah banyak di Paris, apa lagi anak buah yang bersama Albert memberi tahu apa yang terjadi semalam, saat sedang menyerang markas Tom banyak anak buahnya yang tidak kembali.
Boom!
Suara bom molotov terdengar nyaring di telinga Albert yang sudah bisa keluar dari markas, dan sekarang sudah berada di dalam mobil yang melaju cepat meninggalkan markasnya yang sudah di kepung oleh musuh.
Sementara itu, anak buah Tom yang bisa membuka ruangan yang di yakin ruangan di mana Albert selalu berada, masuk ke dalam setelah melempar bom molotov untuk membuka ruangan tersebut yang memiliki pengamanan luar biasa hingga peluru dari berbagai senjata tidak bisa menembusnya.
Anak buah Tom keluar dari ruangan tersebut dan menghampiri Tom yang berdiri tidak jauh dari ruangan tersebut, setelah menghabisi semua anak buah Albert yang berada di dalam markas.
"Bos sepertinya Albert melarikan diri lewat jalan rahasia," Lapor anak buah Tom, membuat Tom langsung menembakkan senjata yang ada di tangannya ke sembarang tempat.
"Sial!" Teriak Tom. "Kejar dia!"
"Siap bos," anak buah Tom yang berada di dekat Tom, langsung keluar dari markas Albert yang sudah tidak berbentuk lagi.
"Jona," ucap Tom yang kemudian mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi sepupunya, karena bagaimana pun juga Tom juga mengkhawatirkan Jona yang sudah lama tidak berkomunikasi.
Namun sudah berapa kali Tom menghubungi nomor ponsel sang sepupu, ponselnya tidak dapat di hubungi.
__ADS_1
"Ya ampun Jona, semoga kamu baik-baik saja. Dan aku akan memastikan kamu baik baik saja," ujar Tom dan kembali memasukkan ponsel miliknya ke dalam kantong celana.
"Mari bos kita tinggalkan tempat ini yang tidak aman untuk kita berlama lama di sini, karena polisi bisa saja datang ketika melihat kekacauan di sini," pinta salah satu anak buah Tom yang sedari tadi membuntuti Tom.
"Kamu pesankan aku tiket pesawat ke Indonesia,"
"Baik bos," sambung anak buah Tom yang berjalan mengikuti Tom keluar dari dari markas Albert.
"Dan kejar Albert hingga ketemu!"
"Siap bos."
*
*
*
Dan ke empat nya menghabiskan hari di luar rumah untuk mengunjungi berbagai tempat wisata yang berada di ibu kota.
Jam di kamar Jane dan juga Jona berada selama berada tinggal di apartemen Zifa, menunjukkan pukul sebelas malam, dan baru setengah jam Jane dan juga masuk setelah pulang makan malam di luar, tentunya bersama dengan Zifa dan juga Zain.
Jane yang merasa haus segera turun dari tempat tidur untuk mengambil air dan meninggalkan sang suami yang sedang membersihkan diri di kamar mandi.
"Apa Zain dan juga Zifa sudah tidur," ucap Jane ketika keluar dari dalam kamar dan mendapati semua lampu sudah padam.
__ADS_1
Kemudian Jane menyalakan saklar lampu dan berjalan menuju lemari pendingin yang berada di dapur untuk mengambil air minum.
Setelah mengambil air minum Jane kembali lagi menuju kamar dan ingin mematikan saklar lampu namun dirinya urungkan saat mendengar suara desahaan dari kamar Zain dan Zifa berada yang hanya bersebelahan dengan kamarnya.
Senyum terukir dari ke dua sudut bibir Jane, lalu melangkahkan kakinya mendekati pintu kamar, di mana terdengar jelas desahaan dari dalam.
"Apa mereka sedang memainkan gaya kambing? Aku jadi penasaran gaya kambing itu bagaimana," ucap Jane lalu mengintip lubang kunci saat sudah berada di depan pintu kamar Zain dan juga Zifa.
Jane terus mengintip dan menatap jelas Zain dan juga Zifa yang sedang bercocok tanam di dalam, meskipun Jane hanya melihat dari lubang kunci yang sangat kecil.
"Ya ampun itu gaya klasik, aku kira gaya kambing. Sepertinya mereka harus di beri contoh berbagai macam gaya,"
"Gaya apa sayang?" tanya Jona mengagetkan Jane yang masih mengintip.
"Ya ampun kamu mengagetkan aku saja," ucap Jane sambil mengelus dadanya dan menegakkan kepalanya menatap sang suami. "Bagus kamu ada di sini sayang, sepertinya kita harus menjadi guru privat,"
Bersambung..................
Yok yok absen hari senin berikan dukungan kalian dengan vote gratis, dan komen ya sayang. Aku ingin tahu seberapa besar dukungan kalian pada novel ini.
Karena seperti biasa di akhir novel ini aku akan bagi2 GIVEAWAY untuk kalian yang beruntung.
Dan salah satu syaratnya untuk menang Giveaway selain beri hadiah dan juga vote, tentu dengan kalian rajin komen di setiap bab ya sayang.
HAPPY NICE DAY
__ADS_1