
Mendengar pertanyaan Jona, Jane yang memang masih berdiri di sampingnya langsung menoyor kepala Jona. "Tentu saja aku tidak pernah makan kotoran kucing, aku masih waras, gila saja kamu bertanya seperti itu,"
"Lah tadi kamu sendiri yang bicara jika nasi goreng buatan kamu sendiri rasa kotoran kucing,"
"Itu perumpamaan Jona! Sudahlah aku benar-benar lapar, sekarang kamu masak untukku,"
"Jane kamu ini perempuan, apa sih yang kamu bisa, ini tidak bisa itu tidak bisa,"
"Memuaskan om-om,"
"Kenapa kamu tidak memuaskan aku?"
"Tidak mau, apa lagi sekarang kamu kere,"
"Dasar mata duitan,"
"Hidup itu butuh duit, kalau kita punya duit apa pun yang kita inginkan bisa kita beli, teman pun bisa di beli, iya kan?"
"Tidak begitu juga kali Jane, teman yang tulus itu tidak akan seperti itu,"
"Pret, sekarang aku tanya padamu, kamu punya teman?"
"Punya, itu Tom,"
"Tapi aku rasa sebentar lagi Tom akan meninggalkan kamu yang sudah kere, lihat saja nanti,"
"Dan itu tidak akan pernah terjadi, kita dari kecil sudah bersama,"
"Oh ya menarik, coba ceritakan,"
__ADS_1
"Katanya kamu lapar," ujar Jona lalu beranjak dari duduknya dan menuju dapur di ikuti Jane dari belakang.
"Ceritakan sedekat apa kalian berdua, apa tidur bersama, mandi bersama seperti aku dan juga Zain,"
Jona menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Jane lalu membalik tubuhnya untuk menatap Jane. "Kamu mandi bersama dengan pria di kamar mandi yang sama?"
"Iya memangnya kenapa?"
"Kalian tidak melakukan apa pun selain mandi bersama?"
"Iya memangnya kenapa?"
"Kalau begitu bagaimana jika lain kali kita mandi bersama, aku janji tidak akan melakukan apa pun,"
"Ogah," Jane menyingkirkan tubuh Jona lalu menuju dapur dan mengambil mi instan yang berada di lemari kitchen set.
"Apa kamu bisa masak mi instan?" tanya Jona yang menghampiri Jane.
Jona langsung mengambil mi instan yang berada di tangan Jane, lalu memukulkan nya di kepala Jane pelan. "Apa kamu pernah masak mi instan sebelumnya?"
"Belum,"
"Ya ampun Jane,"
"Kenapa? Namanya makanan instan yang begitu cara masaknya,"
"Bukan begitu juga kali markonah, sini biar aku ajari kamu," sambung Jona lalu menarik tangan Jane untuk mendekat.
Jona dengan telaten mengajari Jane yang malah mengajaknya bercanda dan melupakan sejenak kesedihannya, dan keduanya tidak sadar jika Tom dari kejauhan menatap ke duanya bergantian menatap ponsel yang berada di tangannya.
__ADS_1
*
*
*
Zain menatap rumah megah yang ada di hadapan nya, setelah turun dari ojek online yang di naikinya, saat dirinya memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Tentu saja para penjaga rumah tersebut langsung membuka pintu gerbang dan menundukkan kepalanya mengingat lagi Zain adalah anak dari big bosnya.
Dan Zain langsung menuju pintu rumahnya yang sudah terbuka lebar, dan tanpa pikir panjang Zain menuju di mana Albert berada di siang hari bolong. Dan benar saja saat Zain menuju belakang rumahnya, dirinya melihat Albert sedang mengajari anak buahnya cara memegang senjata api yang benar.
"Albert," panggil Zain dan menghentikan aktifitas nya, lalu Albert langsung menyuruh anak buahnya untuk meninggalkannya.
"Zain," panggil balik Albert dan tak lupa senyum terukir dari kedua sudut bibirnya. "Bagaimana apa kamu menemukan Jane sahabat kamu itu?"
Bukannya menjawab pertanyaan Albert, Zain berjalan mendekat ke arah sang papa, dan tangan Zain menyambar salah satu senjata api yang berada di atas meja tidak jauh dari Albert, senjata api yang baru saja di gunakan Albert untuk mengajari anak buahnya.
"Diam kau Albert," ujar Zain sambil mengarahkan senjata api yang berada di tangannya ke arah Albert yang berjalan menghampiri nya. Dan senyum terukir dari ke dua sudut bibirnya.
"Apa kamu bisa menggunakan senjata api itu Zain? Bagaimana jika papa mengajarimu bagaimana membidik yang benar apa kamu mau?"
"Jangan banyak bicara kamu Albert, aku akan menghabisi mu sekarang juga, agar tidak ada lagi orang yang tidak bersalah mati karena perbuatan kamu ini Albert!"
"Papa tidak melakukan apa pun Zain,"
"Oh tidak? Aku tahu bibi Berta meninggal itu juga karena kamu Albert, dan rasakan ini,"
"Tembaklah jika kamu bisa," ujar Albert sambil tersenyum lalu meraih senjata api yang berada di atas meja tidak jauh dari jangkauannya.
Dor! Dor!
__ADS_1
Bersambung..................
Bertemu lagi di hari senin di awal tahun 2022, semoga kalian selalu diberikan kesehatan, dan di lancarkan segala kesibukan kalian, JANGAN LUPA VOTE NYA YA mumpung hari senin. Terima kasih sebelumnya 🥰🥰🥰🥰🥰🥰