Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Sugar Baby


__ADS_3

Jona melepas tangan Jane saat dirinya baru masuk ke dalam ruang VVIP yang di tujunya. "Bela!" teriak Jona saat melihat sang kekasih sedang duduk di pangkuan pria dengan ke dua tangan di lingkaran ke belakang leher pria yang sedang meremas sambil menghisap choco chips yang berada di tengah-tengah ke dua gunung jumbo milik Bela, dan suara erotis dari bibir Bela yang mengalahkan musik di ruangan tersebut langsung terhenti saat melihat Jona sudah berdiri di depan pintu ruangan tersebut setelah berteriak memanggil namanya.


Bela dengan segera beranjak dari pangkuan seorang pria yang masih terlihat gagah di usianya, dan Jona baru menyadari pria tersebut adalah pria yang ada di berita online di ponsel Tom, yang beberapa waktu di tunjukkan padanya.


Jane yang berdiri tepat di belakang Jona, memiringkan kepalanya untuk melihat siapa seseorang yang baru saja di panggil Jona. "Ya Tuhan cantik sekali bidadari dari ujung sebelah mana, kenapa sesempurna itu," ucap Jane sambil mengukir senyum melihat wanita yang berjalan mendekat ke arah Jona, wanita dengan tinggi semampai, kulit begitu mulus wajah yang begitu cantik, dan yang membuat iri Jane adalah ukuran gunung kembarnya yang begitu jumbo, apa lagi pakaian yang membalut tubuh nya begitu minim dan memperjelas lekukan tubuhnya, dan tentu saja tidak ada pria yang tidak terpesona padanya.


"Jona siapa dia? Sempurna sekali," tanya Jane sambil menarik baju yang di kenakan oleh Jona, tapi tidak di hiraukan, saat Jona sedang fokus menatap Bela sambil mengeratkan rahangnya ketika Bela berjalan mendekati nya. "Jona apa kamu tu–" Jane tidak meneruskan perkataannya saat wanita tersebut tiba-tiba memeluk Jona. Dan entah mengapa Jane tidak menyukai itu.


"Sayang kamu kah itu? Aku sangat merindukan kamu, ke mana saja kamu selama ini. Dan yang kamu lihat barusan tidak seperti apa yang kamu pikirkan, ini adalah salah satu pose yang harus aku lakukan untuk pemotretan besok,"


"Oh iya?" tanya Jona dengan lembut dan melepas pelukan Bela.


"Iya sayang," jawab Bela sambil mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya, senyum yang bisa meluluh lantahkan hati pria yang melihatnya. "Kamu tidak marah kan?"


"Tentu saja tidak. Untuk apa aku marah,"


"Terima kasih sayang," Bela ingin memeluk Jona kembali namun langsung di tahan oleh Jona.


"Menjauh lah dariku Bela, harusnya aku percaya pada Tom dari dulu. Dan ini lah kamu sebenernya, yang tidak pernah aku tahu,"

__ADS_1


"Sayang apa yang kamu katakan?"


"Diam lah Bela, kita tidak memiliki hubungan apa pun lagi mulai saat ini,"


"Kenapa kamu bicara seperti itu sayang, kamu tahu pekerjaan aku bagaimana,"


"Ya aku tahu," ujar Jona sambil menampik tangan Bela yang ingin meraih tangannya.


Jane yang mencerna perkataan ke duanya langsung mengangguk anggukan kepalanya. "Jadi dia kekasih kamu Jono, eh kok Jono, maksudnya Jona," ujar Jane sambil tersenyum. "Aku suka bila ada pertikaian," ujar Jane lagi lalu melangkahkan kakinya menuju sofa yang ada di ruangan tersebut.


"Malam om," sapa Jane sambil mengukir senyum pada pria yang sudah berumur yang tadi bersama Bela. "Oh ya, siapa wanita cantik itu om?"


"Sugar baby,"


"Wow, berapa uang yang om kasih? Kalau banyak jadikan aku sugar baby om juga dong, aku baru dua puluh tahun, cantik? Aku cantik, tapi memang kalah cantik sih dengan nya," ucap Jane sambil menunjuk Bela yang turus cek cok dengan Jona. "Pengalaman? Aku pengalaman shake mengshake dan jilat menjilat, dan tentunya aku masih virgin loh om, boleh dong om jadikan aku sugar baby,"


"Apa yang kamu katakan benar, jika kamu masih virgin?"


"Tentu dong om," senyum masih menghiasi kedua sudut bibir Jane menjawab pertanyaan pria yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Kalau begitu, berapa uang yang kamu minta?"


"Oh nanti dulu om, aku haus mau minum dulu," ujar Jane lalu mengambil gelas tidak jauh dari jangkauannya. "Ya ampun kopi apa ini rasanya ko begini aneh sekali," ujar Jane setelah menghabiskan satu gelas minuman yang dirinya pikir kopi. "Oh ya om bagaimana sekali menusuk satu miliyar,"


"Oke," ujar pria tersebut dan menatap Jane dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Kalau begitu ayo ikut aku," pria tersebut langsung mengulurkan tangannya ke arah Jane.


"Jangan macam-macam!" Jona menghampiri Jane lalu menarik tangannya untuk beranjak dari duduknya.


"Ini kesempatan aku jadi orang kaya Jona,"


"Tidak ada," Jona terus menarik tangan Jane ingin keluar dari ruangan tersebut, namun Jane melepas tangannya saat melewati Bela.


Plak! Plak!


Tamparan mendarat di ke dua pipi Bela yang di layangkan oleh Jane. "Dasar wanita jalange! Tidak tahu diri. Kalau sudah punya kekasih tuh jangan jadi sugar baby, kasih kesempatan untukku gitu,"


Plak!


Bersambung.....................

__ADS_1


__ADS_2