Gadis Pemuas NA*SU?

Gadis Pemuas NA*SU?
Akan Segera Menikah


__ADS_3

Jane yang tadi memegangi perutnya kini berdiri tegak dan beralih melipat kedua tangannya, lalu menatap sinis pada wanita yang berada di depannya. Tentu saja Jane tahu wanita tersebut, yang semalam berada di klub malam. "Oh pantas saja selain lobang kendor pikirannya pun juga kendor, mana ada orang jalan menggunakan mata dasar otak ayam!"


"Berani sekali kamu mengatai ku, apa kamu tidak tahu siapa aku?"


"Tentu saja tahu lobang kendor kan?"


"Dasar anak ingusan!" teriak Bela sambil mendorong Jane hingga mundur beberapa langkah saat Bela masih memiliki dendam pada Jane karena semalam Jane menampar pipinya dan juga meremas kedua gunung kembar miliknya. Dan Jona langsung menahan tubuh Jane untuk menahannya saat Jane akan terjatuh.


"Jane, sudahlah kita pulang saja jangan layani wanita itu," ujar Jona sambil menahan tangan Jane yang akan mendekati Bela.


"Enak saja. Minggir!" Jane melepas tangannya yang masih di pegang oleh Jona dan mendekati Bela yang sedang bertolak pinggang seakan menantangnya.


Bugh!


"Aw kurang ajar!" Bela mengaduh kesakitan saat Jane tiba-tiba memukul perutnya, dan Bela langsung menarik rambut Jane dan menariknya dengan kencang. "Dasar kurang ajar!"

__ADS_1


"Biarin," Jane juga langsung menarik rambut Bela, dan keduanya langsung saling menjambak, membuat Jona turun tangan dan melerai keduanya begitu pula dengan wanita paruh baya yang tadi bersama Bela.


"Jane!" bentak Jona saat sudah bisa memisahkan ke duanya, namun Jane masih ingin mendekati Bela yang sedang merapikan rambut nya yang acak acakan.


"Apa kamu masih mau membela dia, dasar kamu dongo Jona, harusnya kamu mendukungku dan membiarkan aku tetap menghajarnya hingga dia babak belur, setelah apa yang dia lakukan padamu,"


"Jane sudahlah kita kembali ke hotel,"


"Tidak mau sebelum aku memberi pelajaran untuknya,"


"Diam kamu dongo!" bentak Jane dan ingin mendekati Bela yang masih berdiri di tempatnya sambil menatap ke arah Jane dengan tatapan tidak suka.


"Apa kamu lupa kita sedang di mana?" tanya Jona yang menghentikan langkah Jane dengan memeluknya dengan kencang dari belakang. "Banyak orang yang menatap kita, jangan sampai polisi datang kemari, dan jika mereka mengetahui siapa aku, apa yang harus aku lakukan,"


"Iya maaf," jawab Jane tahu apa yang Jona katakan.

__ADS_1


"Baiklah sekarang kita kembali ke hotel," Jona melepas pelukannya, lalu menggenggam tangan Jane, ingin kembali ke hotel, namun langkah nya di hentikan oleh wanita paruh baya yang menghalangi langkah Jona, wanita paruh baya yang sangat Jona tahu.


"Maafkan Bela, sayang, sejak kamu pergi meninggalkan dia ke luar negeri, emosinya tidak bisa dikontrol," ujar wanita paruh baya tersebut yang tak lain dan tak bukan Yessi mama dari Bela, yang berjalan mendekat ke arah Jona, lalu senyum terukir dari ke dua sudut bibirnya. "Apa ini adik kamu Jona?" tanya mama Yessi yang sekarang beralih menatap ke arah Jane, dan satu tangannya memegang bahunya. "Maafkan calon kakak ipar kamu ya sayang,"


"Kakak ipar?" tanya Jane sambil menautkan ke dua alisnya menatap wanita paruh baya yang ada di hadapannya.


"Iya, apa kakak kamu tidak pernah memberi tahu kamu jika mereka akan segera melangsungkan pernikahan,"


"Jona akan menikah dengan lobang kendor yang sudah berbagai jenis pisang keluar masuk dari lobang nya, yang benar saja tante, tentu saja aku tidak akan mengijinkan nya," ujar Jane entah mengapa dirinya mengatakan hal seperti itu. "Asal tante tahu, meraka sudah tidak lagi menjalin hubungan, dan aku bukan adik Jona, melainkan kekasihnya dan tidak lama lagi kita akan segera menikah,"


Mendengar ucapan Jane, jona refleks langsung menoleh ke arah Jane yang ada di sampingnya, yang sekarang berjinjit lalu mendekatkan wajahnya mendekati wajah Jona. "Aku mengatakan ini tidak gratis, kamu harus membayarnya dengan mahal," bisik Jane sambil memainkan alisnya naik turun dan tak lupa mengukir senyum.


"Tidak mungkin, Jona katakan apa yang di katakan gadis ini tidak benar,"


"Iya kami akan segera menikah," sambung Jona lalu memeluk bahu Jane dan membawanya ke dalam pelukannya. "Maaf kami permisi dulu," Jona langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Bela dan juga mama Yessi yang terlihat tidak suka.

__ADS_1


Bersambung...............


__ADS_2