
"Sam, apa yang harus kita lakukan?" tanya pria berbadan kekar pada rekan kerjanya, saat ke duanya sedang duduk di sebuah teras belakang rumah mewah yang begitu luas, yang mengarah langsung ke sebuah taman yang terdapat dua buah kandang besar dan masing-masing di dalamnya terdapat harimau.
"Tidak ada, kita hanya menunggu kabar pasukan kita di Paris,"
"Aku hanya kasihan pada putri Jack,"
"Kenapa kamu berkata seperti itu Son?"
"Tentu saja dia tidak tahu apa pun, tapi dia yang menjadi sasaran,"
"Apa kamu lupa, apa yang di lakukan Jack pada bos kita? Dan biarkan anaknya yang menanggung semua ini dan bisa segera menyusul Jack ke alam baka, dan aku ikut senang melihat anak sang penguasa gelap dan anak sang mata-matanya, hancur karena ke salah pahaman,"
"Iya aku tahu, tapi aku hanya kasihan pada gadis itu,"
"Sudahlah Son jangan di bahas lagi, sekarang tugas kita menjaga anak bos, dan jangan sampai dia tahu, apa yang sudah bos rencanakan selama ini untuk menghancurkan semua bibit Jack, tanpa mengotori tangannya,"
Sam, dan Son keduanya tidak menyadari jika obrolannya di dengar oleh Zain yang mendengar seluruh perkataan ke dua pria tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah anak buah Albert papa Zain.
__ADS_1
Setelah mendengar semuanya Zain segera menuju kamarnya, dan pertama yang Zain cari adalah ponsel baru miliknya yang di berikan Albert, karena ponsel lamanya entah ke mana hilangnya.
Zain menggenggam ponsel baru miliknya, dan baru kali ini Zain menyentuh ponsel yang di berikan oleh papa Albert tersebut. Dan tanpa pikir panjang Zain memasukkan nomer Jane yang sangat dirinya hafal untuk menghubunginya.
Zain bernafas lega saat ponsel milik Jane di angkat, dan pikiran negatifnya karena perkataan ke dua anak buah papa Albert hilang, tapi tidak berselang lama, saat yang mengangkat ponsel Jane adalah bibi Berta.
Prak!
Zain membanting ponsel miliknya setelah selesai menghubungi ponsel Jane, dan bibi Berta memberi tahu jika Jane hilang. "Papa!" teriak Zain dan dengan segera keluar dari dalam kamarnya tahu apa yang harus di lakukan nya.
Brak!
"Zain, sejak kapan kamu menjadi kasar dan tidak sopan seperti ini?" tanya papa Albert tapi tidak di hiraukan oleh Zain yang berjalan mendekati papa Albert yang masih duduk di bangku besarannya.
"Katakan di mana papa menyembunyikan Jane?"
Papa Albert menautkan kedua alisnya mendengar pertanyaan sang putra.
__ADS_1
"Papa jawab pertanyaan aku!"
"Mana papa tahu," jawab papa Albert sambil mengangkat ke dua bahunya.
"Aku sudah tahu apa yang papa rencanakan untuk Jane, karena papa ingin membalas dendam pada om Jack yang sudah mengkhianati papa, sekarang katakan padaku di mana Jane papa sembunyikan,"
"Apa maksud kamu Zain? Dan omong kosong apa yang kamu katakan barusan,"
"Omong kosong maksud papa, oke jika papa tidak mau memberi tahu, aku akan mencari Jane sendiri, dan jangan pernah harap aku akan kembali pada papa! Aku tidak ingin memiliki papa yang picik!" tegas Zain lalu membalik tubuhnya dan melangkah kan kakinya ingin keluar dari kamar papa Albert.
"Kamu masih muda Zain, kamu tidak tahu betapa kerasnya hidup ini, teman bisa jadi lawan dan begitu sebaliknya, dan papa tidak ingin kamu dekat dengan Jane setelah apa yang Jack lakukan pada papa," dan pernyataan itu yang keluar dari bibir papa Albert dan menghentikan langkah Zain yang ingin keluar dari kamar, dan Zain pun langsung membalik tubuhnya untuk menatap sang papa.
"Jangan bicara tentang kerasnya hidup ini, aku bisa bertahan selama ini tanpa ada papa di sampingku, dan jangan pernah mengungkit masa lalu, apa lagi melibatkan orang yang tidak bersalah, hanya karena ingin membalas dendam, ingat itu baik-baik! Sekarang katakan di mana Jane?"
"Papa tidak tahu,"
"Apa papa sedang bercanda denganku?" tanya Zain sambil tersenyum sinis dari sebelah sudut bibirnya dan ini pertama kalinya Zain berani berkata panjang lebar dengan papa Albert, karena dari dulu Zain selalu menurut pada sang papa dan mengiyakan apa pun yang di katakan nya. "Dan jangan menjawab jika papa ingin menjawabnya tidak tahu kembali," ujar Zain lalu pergi meninggalkan sang papa, yang langsung mengacak acak rambutnya.
__ADS_1
Bersambung...............